Ilustrasi pemberi vaksin cacar monyet. (Sumber gambar : Shvets Production/Pexels)

Komisi Eropa Setujui Vaksin Imvanex untuk Atasi Cacar Monyet

25 July 2022   |   16:36 WIB

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan status cacar monyet (monkeypox) sebagai darurat kesehatan. Artinya, dunia perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit tersebut. Namun, hingga kini belum ada vaksin khusus yang diresmikan untuk mengatasi penyakit monkeypox tersebut.

Sejauh ini, beberapa otoritas kesehatan menggunakan vaksin cacar yang telah beredar sebelumnya. WHO menyebut dari beberapa penelitian, vaksin ini 85 persen efektif mencegah cacar monyet. 

Kendati demikian, Perusahaan bioteknologi Denmark, Bavarian Nordic mengatakan bahwa Komisi Eropa telah memberikan izin untuk vaksin buatan mereka, Imvanex untuk dipasarkan sebagai perlindungan terhadap cacar monyet. Hal inisesuai dengan rekomendasi Badan Pengawas Obat Eropa/European Medicines Agency (EMA) pekan lalu. 

Baca juga: Cacar Monyet Jadi Darurat Kesehatan Global, Kemenkes Pantau Kelompok Berisiko Ini

“Ketersediaan vaksiin yang disetujui dapat secara signiikan meningkatkan kesiapan negara untuk memerangi penyakit yang muncul, tetapi hanya melalui investasi dan perencanaan terstruktur dari kesiapan biologis," ujar Kepala Eksekutif Bavaria Paul Chaplin, dikutip dari globenewswire.com, Senin (25/7/2022). 

Vaksin Bavaria dilaporkan menjadi satu-satunya vaksin yang memenangkan persetujuan untuk mencegah cacar monyet di Amerika Serikat dan Kanada. Di Eropa, sebelumnya vaksin tersebut hanya disetujui untuk mengobati cacar. 

Namun, kini Imvanex disetujui untuk digunakan di semua negara anggota Uni Eropa, serta Islandia, Liechtenstein, dan Norwegia. Pengembangan ini dibantu melalui investasi signifikan dari pemerintah AS selama dua dekade terakhir.

Sementara itu, WHO menyebut vaksinasi cacar sebelumnya berdampak pada penyakit yang lebih ringan. Saat ini, vaksin cacar (generasi pertama) yang asli tidak lagi tersedia untuk masyarakat umum. 

Vaksin cacar yang lebih baru berdasarkan virus vaccinia yang dilemahkan yang dimodifikasi (strain Ankara). Vaksin ini telah disetujui untuk pencegahan cacar monyet pada 2019. Vaksin ini diberikan dua dosis dan ketersediaannya masih terbatas.

Cacar monyet pertama kali diidentifikasi pada manusia sekitar 1970 di Republik Demokratik Kongo. Cacar ini ditemukan pada seorang anak laki-laki berusia 9 bulan di daerah yang sebelumnya mengalami epidemi tetapi berhasil dieliminasi pada 1968. 

Sejak itu, sebagian besar kasus telah dilaporkan dari pedesaan, daerah hutan hujan di Cekungan Kongo, khususnya di Republik Demokratik Kongo, dan kasus manusia semakin banyak dilaporkan dari seluruh Afrika tengah dan barat.

Sekretariat WHO menyampaikan bahwa antara 1 Januari 2022 hingga 20 Juli 2022, tercatat 14.533 kasus monkeypox yang dilaporkan dari 72 negara di seluruh dunia. Penularan terjadi di banyak negara yang sebelumnya tidak melaporkan kasus cacar monyet, dan jumlah kasus tertinggi saat ini dilaporkan dari negara-negara di Wilayah Eropa WHO dan Wilayah Amerika.

Baca juga: Gejala Tidak Biasa Cacar Monyet, Lesi Muncul di Area Ini

Mayoritas kasus cacar monyet yang dilaporkan saat ini terjadi pada laki-laki, dan sebagian besar kasus ini terjadi di antara laki-laki yang mengidentifikasi diri mereka sebagai gay, biseksual, dan laki-laki lain yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL). 

Editor: Dika Irawan
SEBELUMNYA

Deretan Lineup Kedua Playlist Live Festival 2.0, dari Saykoji hingga Amy Search

BERIKUTNYA

Mengenal Istilah Haute Couture dalam Dunia Mode

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: