Ilustrasi pentingnya vaksin HPV (Sumber gambar/Freepik/Tayhifi5)

Bunda, Siap-Siap Bakal Ada Vaksinasi HPV Wajib Buat Putrinya

06 August 2022   |   16:10 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Kanker serviks masih menjadi ancaman bagi wanita Indonesia. Untuk mengendalikan risiko kanker serviks khususnya pada anak perempuan, akan digulirkan vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) mulai tahun depan yang berlaku secara nasional bersamaan dengan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

Menurut data Global Cancer Observatory (Globocan) 2020, tercatat 36.633 (17,2 persen)  kasus baru kanker leher rahim yang terdiagnosa di Indonesia. Jumlah ini menempatkan kanker serviks sebagai jenis kanker terbanyak kedua setelah setelah kanker payudara.

Kepala Subdirektorat Penyakit Kanker dan Kelainan Darah Kementerian Kesehatan Aldrin Nelwan Panca Putra menerangkan untuk mengeliminasi kasus kanker serviks di Tanah Air, pemerintah saat ini menjalankan program vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) di sejumlah daerah. Pada tahun ini, pemberian vaksin HPV tersebut diselenggarakan di Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah.

“Pada tahun depan insyaallah jadi program nasional,” ujarnya kepada Hypeabis.id, saat ditemui seusai pembukaan Cancer Community Festival 2022 di Mal Kota Kasablanka, Sabtu (6/8/2022).

Baca juga: Yuk Cegah Kanker Serviks Sejak Dini

Program vaksinasi HPV ini  masuk dalam jajaran vaksinasi wajib di Indonesia seperti Covid-19 maupun imunisasi dasar lengkap. Vaksin diberikan kepada anak perempuan kelas 5 dan 6 Sekolah Dasar (SD) dengan memanfaatkan kegiatan Bulan Imunisasi Anak sekolah (BIAS) yang dilaksanakan pada Agustus setiap tahunnya.

“Diberikan sebanyak dua dosis. Kira-kira usia 9-12 tahun. Dipilih kelas 5 dan 6 SD itu paling baik diberikan, karena belum melakukan kontak seksual,” imbuhnya.
 

Ilustrasi pengenalan alat reproduksi wanita (Sumber gambar : Freepik/Pikisuperstar)

Ilustrasi pengenalan alat reproduksi wanita (Sumber gambar : Freepik/Pikisuperstar)


Aldrin menyampaikan bahwa vaksin HPV cukup ampuh dalam mencegah terjadinya kanker serviks. Efektifitasnya mencapai 95 persen. 

“Laporannya beum ada orang yang benar-benar divaksinasi dan belum melakukan hubungan seksual, bisa terkena kanker serviks,” ungkapnya. 

Selain vaksin HPV, Kemenkes melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan membiayai dua metode deteksi dini kanker leher rahim, yakni pap smear dan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). “Keduanya bukan gratis tetapi dibiayai pemerintah sesuai dengan kriteria,” tambah Aldrin.

Baca juga: Bisakah Penderita Kanker Serviks Hamil?

Setidaknya, pemerintah melakukan 4 strategi penanggulangan kanker. Pertama melakukan promosi kesehatan dengan membuat masyarakat tau, mau, dan mampu mengenal dan mengobati kanker yang dideritanya.

Kedua, memberikan perlindungan khusus untuk kanker serviks misal dengan vaksinasi HPV. Ketiga, melakukan deteksi dini kanker. Keempat yakni pengobatan sesuai standar.

“Program tidak akan bisa berjalan baik tanpa adanya kesadaran masyarakat untuk melakukannya dengan baik. Penting hindari risiko kanker serviks misal. Setia pada pasangan dan hindari faktor risiko,” tegas Aldrin. 

Editor: Fajar Sidik 

SEBELUMNYA

7 Destinasi Wisata Anak Seru & Edukatif di Jakarta

BERIKUTNYA

Daging Merah hingga Obesitas Menjadi Pemicu Kanker Usus Besar

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: