MARHEN J dikenal sebagai produsen tas eco-friendly yang mengusung penggunaan kulit apel sebagai bahan produksi kulit vegan. (Sumber gambar: Instagram/@marhen.j.indonesia)

Promosikan Lifestyle Vegan, MARHEN J Produksi Tas dari Kulit Apel

30 July 2022   |   20:18 WIB

Produk ramah lingkungan kini semakin banyak dicari. Tidak hanya produk kecantikan dan gaya hidup sehari-hari seperti sabun dan kosmetik, produk fashion juga menjadi salah satu barang yang juga mulai diproduksi lebih etis dan tidak membahayakan lingkungan sekitar.

Kini, produk fashion ramah lingkungan mulai banyak ditemui pada beberapa barang dari pakaian sampai tas dan aksesoris. Untuk produk tas, biasanya produk tas yang umum dikenal sebagai tas ramah lingkungan adalah tas berbahan kanvas dan tas dari kain perca. Namun, ternyata ada lho tas yang diproduksi sejak awal dengan konsep ramah lingkungan.

Baca juga: 5 Gaya Fesyen yang Inspiratif & Simpel ala Korea

Jika tas kulit biasanya identik dengan penggunaan kulit hewan, maka tas kulit sintetis milik merek fashion Korea MARHEN J diproduksi dengan bahan kulit apel. Penggunaan bahan ini sejalan dengan misi dari brand fashion dari Korea Selatan yang sudah hadir sejak 2015 itu.

"MARHEN J adalah global franchise vegan brand yang sudah lebih maju dibanding dengan brand-brand lainnya," jelas Vice Presiden MARHEN J Cho Won-sub dalam konferensi pers dalam acara MARHEN J Hallyu Fest di Mall Central Park, Jakarta Barat, Sabtu (30/7/2022).

Penggunaan bahan kulit sintetis apel sebagai material ini telah dilakukan oleh brand hasil gagasan CEO Cho Dae-young itu sejak Maret 2021 dengan lini Applether Collection yang terdiri dari tiga produk. Melansir Food Economy Daily, lini ini awalnya menarik perhatian karena beratnya yang ringan dan unsur ramah lingkungan yang cukup terlihat.

Lantas, apa itu kulit sintetis apel yang kini menjadi salah satu bahan tas yang sedang berkembang bagi beberapa produsen?

Kulit sintetis apel merupakan bahan kulit vegan yang berbeda dengan bahan-bahan lain yang lebih umum dalam pembuatan tas seperti PVC atau Polyvinyl chloride dan PU atau kulit polyurethane. Bahan ini identik dengan warna terang yang didapat dari butiran kulit apel dan tinta ramah lingkungan dari sisa-sisa buah dari produksi selai dan jus.

Diolah di kawasan Tyrol, Italia, produksi kulit berbahan dasar apel diolah dengan cara menghancurkan beberapa sisa buah apel seperti kulit, biji, dan batang. Sebagaimana ditulis dalam Sustainably Chic, proses ini dilanjutkan dengan mengeringkan hasilnya hingga berbentuk bubuk dan mengolahnya menjadi bahan kulit dengan sejenis resin dan dikeringkan dalam bentuk bahan kain yang dikenal sebagai kulit sintetis apel.

Dalam beberapa produk dengan kulit apel, produk dengan bahan ini didesain agar produk ini mudah mengalami dekomposisi atau hancur saat berada di dalam tanah dan diproses oleh mikroorganisme seperti jamur dan bakteri alami. Bahkan, ada juga produk berbahan dasar ini yang bisa dikonsumsi.

Dalam laporan The Korea Herald, kulit apel merupakan salah satu produk yang tengah dikembangkan sebagai bentuk perluasan dari penggunaan bahan-bahan daur ulang. Dengan kulit yang diproduksi di Italia, MARHEN J kini telah merilis setidaknya lebih dari 30 model tas dan aksesoris dengan bahan dari produk sisa buah-buahan tersebut.

Baca juga: Desainer Ini Beri Masukan Jika Citayam Fashion Week Ingin Jadi Ajang Fesyen Profesional

Produk ini sendiri memiliki respons yang cukup baik saat perilisan, di mana produk tas dengan 70 persen bahan apel itu menjadi salah satu produk yang diminati karena unsur ramah lingkungan ditambah dengan modelnya yang cukup fungsional dan simpel. Bahkan, produk ini diestimasi telah terjual sebesar 30 juta Won saat pembukaannya pada 2021.

Sementara itu, MARHEN J telah hadir di Indonesia dengan toko luring di Mall Central Park dan secara daring di situs e-commerce iStyle.id. Chief Commercial Officer iStyle.id, Vincent Yoo, menjelaskan bahwa merek tas vegan dan ramah lingkungan ini rencananya akan membuka setidaknya tiga toko luring di beberapa kota di luar Jakarta pada pertengahan hingga akhir tahun ini.

Editor: Nirmala Aninda

SEBELUMNYA

5 Cara Menabung untuk Menyiapkan Masa Tua yang Sejahtera

BERIKUTNYA

Digelar Agustus, Art Jakarta 2022 Akan Hadirkan 9 Segmen Pameran

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: