Kamar tidur anak (Sumber gambar: Kenny Eliason/Unsplash)

Kiat Memilih Warna & Interior untuk Kamar Tidur Anak

15 July 2022   |   14:28 WIB
Image
Gita Carla Hypeabis.id

Like
Kamar tidur seringkali hanya dianggap sebagai tempat melepas lelah. Namun jangan salah, ruang tersebut juga bisa menjadi media belajar untuk si kecil. Otak anak memerlukan stimulasi yang cukup untuk perkembangannya. Awal-awal tahun pertama kehidupan anak adalah masa-masa emas mereka di mana otak berkembang dengan sangat cepat. Untuk itulah stimulasi pada alat indra harus sering dilakukan.

Contohnya stimulasi pada indra penglihatan. Cobalah untuk membuat anak mengenali keadaan sekitarnya dengan bantuan warna untuk tumbuh kembangnya. Tidak heran bila banyak orang tua yang merasa perlunya memberikan rangsangan warna dan mengenalkan berbagai macam bentuk kepada anaknya sejak dini.

Beberapa penelitian bahkan menegaskan bahwa warna adalah alat komunikasi yang sangat efektif. Warna memiliki gelombang yang spesifik dan karater yang berbeda-beda. Oleh karena itu, anak akan lebih mudah menangkap pesan melalui visual atau gambar dibanding melalui verbal atau kata.

Baca Juga Trik Sederhana Mendesain Kamar Anak yang Nyaman & Aman
 

Permainan Warna untuk Kamar Tidur Anak

 

Terapi warna untuk anak (Unsplash/Jelleke Vanooteghem)

Terapi warna untuk anak (Unsplash/Jelleke Vanooteghem)


Terapi warna maupun musik memang kerap dilakukan sebagai terapi emosi. Banyak penelitian yang sudah dilakukan mengambil kesimpulan utama bahwa warna memberikan pengaruh psikologis pada anak bahkan orang dewasa.

Namun, pemilihan warna kamar untuk anak berbeda dengan kamar orang dewasa. Ada dua sifat warna, yaitu warna hangat dan warna dingin. Warna dingin adalah warna hijau, biru, dan ungu. Warna hangat adalah merah, oranye dan kuning. Warna hangat ini sering disebut warna primer.

Warna primer cocok untuk kamar anak batita (di bawah tiga tahun). Untuk merangsang gerak motorik serta perkembangan otak anak, khususnya ketika masih bayi pakailah warna-warna primer seperti merah, kuning, dan biru. Ini akan membantu anak mengenal warna-warna dasar.

Baca Juga7 Cara Memilih Karpet yang Aman untuk Anak, Kalian Para Ortu Wajib Tahu Nih

Namun, jika mereka sudah beranjak besar, misalnya usia 4-11 tahun, kamar sebaiknya menggunakan warna sekunder dan warna muda. Alasannya adalah agar anak terdorong terangsang untuk lebih tenang saat berada di dalam kamar. 

Warna yang disarankan untuk kamar anak berusia 4 tahun hingga remaja adalah warna-warna netral ataupun warna lembut yang dapat memberikan kesan dingin atau tenang seperti merah muda ataupun ungu muda, biru muda ataupun putih. Sebaiknya hindari warna yang memberikan kesan energik dan produktif seperti merah atau oranye.

Sedangkan untuk anak yang 12 tahun keatas, Anda dapat mengaplikasikan warna-warna lebih banyak lagi. Namun yang terpenting, biarkan anak berkreasi menentukan warna kamarnya. Berikan patokan warna-warna yang baik untuk difantasikan sendiri.

Memberikan nuansa warna pada kamar memiliki kiat sendiri. Unsur utama adalah elemen ruang itu sendiri, yakni plafon, dinding, dan lantai. Contoh pewarnaan misalnya dinding, diwarnai warna primer seperti biru. Kemudian gunakan kombinasi warna yang netral, seperti off white (tusk) untuk plafon. Sedang lantai berwarna kayu. Perlu diingat kombinasi warna ini sebaiknya tak lebih dari 3 warna, karena warna yang terlalu ”ramai” akan mengganggu.

Baca Juga : 4 Tips Desain Kamar Anak yang Dinamis dan Fleksibel 
 

Interior Kamar 

Untuk desain interior kamar anak biasanya dirancang agar menyesuaikan dengan usia anak. Khususnya untuk bayi dan balita, keperluan space yang luas lebih banyak dibandingkan dengan kamar anak yang sudah beranjak dewasa. Pada usia dini, anak akan belajar mengeksplorasi dirinya dan belajar berdiri, berjalan, berlari, dan bermain di lingkungannya yang paling kecil.

Selain elemen ruang, pengadaan furnitur, seperti aksesori, atau mainan anak juga dapat membentuk warna kamar. Furnitur sebaiknya memiliki warna yang senada dengan warna ruang. Furnitur yang digunakan haruslah empuk dan tidak akan menyakiti anak jika anak tidak sengaja terjatuh atau terantuk furnitur. Penambahan bench untuk tempat duduk orangtua yang mengawasi anak beristirahat dan bermain juga boleh saja.

Untuk memberi kesan atraktif, tambahkan jam atau frame photo pada furnitur. Warna aksesori dan mainan boleh berwarna primer yang kontras sehingga bisa memberi aksen pada ruang. Tempatkan pada sudut-sudut tertentu, misalnya di atas rak baju agar tampil appeal.
 

Tips Untuk Orangtua

1. Pertama, kreasikan kamar nyaman. Menciptakan kamar yang nyaman memang susah-susah gampang. Namun yang terpenting adalah kondisi kamar yang bersih dan sehat untuk anak. Menyimpan barang atau mainan terlalu banyak di area kamar dapat membuat suasana menjadi berantakan. Begitu juga furnitur yang berlebihan atau berukuran besar.

2. Pilihlah warna-warna yang lembut untuk cat tembok atau wallpaper yang membantu emosi anak lebih tenang.

3. Pilah-pilih cat tembok. Untuk kamar anak, maka pilihlah cat tembok yang mudah dibersihkan, low VOC, dan tidak berbau. Perhatikan juga keterangan dalam cat tembok apakah ramah lingkungan atau tidak. Biasanya cat yang ramah lingkungan berlabel free lead and mercury, low volatile organic compound atau green label.

4. Pencahayaan yang baik. Apabila kamar anak dengan tempat belajar menjadi satu ruangan, cobalah pilih cahaya lampu yang dapat diatur pencahayaannya sehingga tidak mengganggu ketika hendak beristirahat atau belajar.

5. Pemilihan karpet. Bayi, balita dan anak kecil sangat rentan terhadap banyak senyawa polutan berbahaya. Tak hanya di luar rumah, mereka bisa saja terpapar polutan di lantai saat mereka bermain atau belajar merangkak. Hindari warna krem atau super gelap, dan pilih warna krem yang netral dan cokelat. Warna-warna ini memberi keseimbangan yang tepat untuk memberi kesan luas dan bisa menyembunyikan kotoran dan debu.

6. Kamar juga harus memiliki sirkulasi udara yang sehat supaya udara di dalamnya dapat berganti.

7. Sebaiknya hindari peletakan teve dan komputer pada kamar tidur. Jadikan kamar tidur anak hanya berfungsi sebagai tempat beristirahat. Anda tidak dapat menjamin si kecil berhenti menonton meski tengah malam.

Editor: Syaiful Millah 
SEBELUMNYA

SEVENTEEN Sambut Dunia Baru dalam Teaser Video Klip _WORLD

BERIKUTNYA

Cek Pakaian & Riasan Pernikahan Via Vallen yang Bernuansa Tradisional

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: