Ilustrasi mendengarkan musik dengan hadset (Sumber gambar - Unsplash - Alireza Attari)

Efek Samping Sering Menggunakan Headset, Salah Satunya Bisa Picu Kerusakan Otak

06 July 2022   |   13:39 WIB

Mendengarkan musik lewat headshet memang mengyasikkan, karena kita dapat menikmati musik favorit tanpa mengganggu orang-orang di sekitar. Terlebih, sekarang juga tengah tren perangkat audio serupa yang dirancang tanpa kabel, yaitu true wireless stereo (TWS). Semakin asyik dan nyaman saja deh

Eh tapi, di balik kenyamanan dan kemewahan teknologi tersebut, ada ancaman yang mengancam kita. Dari pandangan medis, mendengarkan musik dengan alat tersebut diyakini dapat memunculkan beragam efek samping.  Dikutip dari Bisnis Indonesia Weekend edisi 16 Oktober 216, berikut beberapa efek buruk menggunakan headset dan earphone, seperti dihimpun dari Trendsnhealth.
 

Gangguan Pendengaran

Bila Anda menggunakan headset atau earphone, audio langsung masuk ke telinga. Volume yang melebihi 90 desibel (satuan untuk mengukur intensitas suara) dapat menyebabkan gangguan dan komplikasi pendengaran. Semua orang yang memakai earphone dan headset berada pada risiko yang lebih tinggi dari gangguan pendengaran, bahkan menyebabkan komplikasi. 

Baca juga: Daun Telinga Bengkak? Ini Penyebabnya

Bila ada yang mendengarkan lebih dari 100 desibel selama 15 menit, berisiko mengalami gangguan pendengaran. Jadi, bila Anda harus menggunakan headset atau earphone, pastikan untuk memberikan waktu bagi telinga Anda untuk beristirahat dan tidak mendengarkan musik dalam volume tinggi. 
 

Infeksi Telinga

Apakah earphone atau headset Anda merupakan milik sendiri? Atau Anda berbagi dengan orang lain? Kita mungkin sesekali pernah berbagi earphone dan headset dengan teman-teman dan keluarga. Berbagi ini dapat dengan mudah menyebabkan infeksi telinga. 

Bakteri dari telinga orang yang berbeda dapat dengan mudah melakukan perjalanan melalui headset Anda. Jadi, bila Anda berbagi earphone atau headset pastikan Anda membersihkannya atau boleh sedikit pelit dengan tidak berbagi dengan yang lain demi kesehatan telinga Anda. 
 

Tidak Punya Saluran Udara

Belakangan ini, perusahaan earphone dan headset memastikan Anda akan mendapatkan beberapa pengalaman audio yang sangat baik. Namun, dengan pengalaman audio yang baik memiliki risiko kesehatan. Untuk mendapatkan pengalaman audio terbaik itu, kita perlu memasukkan earphone ke lubang telinga yang mengakibatkan tidak ada saluran udara. 

Musik yang terdengar mungkin akan lebih bagus, tetapi tanpa saluran udara, Anda berada pada risiko yang lebih tinggi dari infeksi telinga. Dalam kebanyakan kasus, orang yang menggunakan earphone biasa dan headset memiliki lebih banyak kotoran telinga yang menghasilkan tinnitus (telingan berdengung), infeksi telinga, dan masalah pendengaran. 
 

Kerusakan Permanen

Untuk yang lebih serius, penggunaan headset yang terlalu sering dan lama bisa menyebabkan kerusakan permanen pada telinga. Hal ini terjadi karena telinga sudah tidak kuat lagi menerima beban suara keras dari headset. Apalagi, para remaja sangat senang mendengarkan musik dengan suara yang keras, walaupun menggunakan headset. 

Baca juga: 6 Manfaat Cuka Putih, Antioksidan hingga Jaga Kesehatan Telinga
 

Kerusakan Otak

Kendati belum diketahui seberapa besar efeknya, tetapi gelombang elektromagnetik akibat headset juga bisa berpengaruh terhadap listrik yang ada di otak, yang pada akhirnya bisa menyebabkan kerusakan di otak. Untuk itu, tidak ada salahnya bila Anda lebih bijak menggunakan headset. 
 
SEBELUMNYA

Cicip 5 Lauk untuk Megibung, Tradisi Makan Bersama dari Karangasem Bali

BERIKUTNYA

9 Istilah Bahasa Gaul di Twitter, dari Bub hingga Rent Free

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: