Industri startup tengah menghadapi badai, banyak pelaku usaha yang menghentikan operasionalnya di Indonesia (Sumber gambar: Unsplash/Israel Andrade)

10 Daftar Startup yang Menghentikan Layanannya di Indonesia 

05 July 2022   |   14:41 WIB

Masa kejayaan perusahaan rintisan atau yang sering disebut startup tengah diuji. Maraknya fenomena dengan sentimen negatif terhadap industri ini mulai mencuat ke permukaan. Ada banyak pelaku usaha yang terdampak keras. 

Belakangan, kita cukup sering mendengar atau membaca informasi tentang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan oleh startup. Baik itu startup global maupun nasional. Bahkan, beberapa di antaranya terpaksa gulur tikar karena satu dan lain hal. 

Terkait hal itu, Hypeabis.id telah merangkum informasi tentang beberapa startup dengan operasional di Indonesia yang harus tandas di tengah jalan. Siapa saja mereka? Simak informasi berikut ini: 

Baca Juga : Ini Tip Sukses Berkarier di Perusahaan Startup 
 

1. Qlapa 

 

(Sumber gambar: Twitter/Qlapa)

(Sumber gambar: Twitter/Qlapa)

Platform dagang elektronik (e-commerce) khusus produk kerajinan tangan Indonesia, Qlapa, menghentikan seluruh layanannya pada 2019. Startup yang berdiri pada 2015 itu harus menyetop perjalanannya, setelah empat tahun bersaing dengan nama-nama besar pelaku e-commerce dalam dan luar negeri. 


2. Stoqo 

 

(Sumber gambar: IG/Stoqo)

(Sumber gambar: IG/Stoqo)

Stoqo merupakan usaha rintisan yang fokus menjual kebutuhan pokok atau sembako secara daring untuk bisnis kuliner. Setelah mendapatkan pendanaan dari sejumlah modal ventura kenamaan, startup ini tetap harus tumbang pada April 2020. 
 

3. Airy Rooms 

 

(Sumber gambar: IG/Airyrooms)

(Sumber gambar: IG/Airyrooms)

Selain usaha rintisan di sektor perdagangan, platform jasa agregator hotel Airy Rooms juga berhenti di tengah jalan. Penghentian operasi di Indonesia itu terkait erat dengan pandemi Covid-19 yang berlangsung, sehingga menyebabkan mereka tutup tepatnya pada 31 Mei 2020. 


4. Sorabel 

 

(Sumber gambar: Bisnis.com)

(Sumber gambar: Bisnis.com)

Kita beralih ke e-commerce khusus fesyen, Sorabel. Setelah malang melintang dengan target pasar yang spesifik, startup tersebut menghentikan operasionalnya pada 30 Juli 2020. Dalam sebuah surat pimpinan ke karyawan perusahaan, diketahui bahwa mereka harus menempuh jalur likuidasi. 


5. Hooq 

 

(Sumber gambar: IG/Hooq)

(Sumber gambar: IG/Hooq)

Layanan video on demand Hooq merupakan salah satu platform yang cukup populer untuk penikmat serial di Indonesia, pada masanya. Sayangnya, startup itu harus bertekuk lutut pada persaingan pasar yang ketat di dalam negeri, dan mengumumkan penghentian operasionalnya pada April 2020. 


6. Eatsy 

 

(Sumber gambar: FB/Eatsy)

(Sumber gambar: FB/Eatsy)

Startup penyedia layanan pemesanan makanan asal Singapura, Eatsy, melakukan ekspansi ke Indonesia pada akhir 2019. Tidak lama berselang, perusahaan rintisan itu mengumumkan penghentian layanannya di Tanah Air akibat pandemi Covid-19, tepatnya pada April 2020.
 

7. Brambang 

 

(Sumber gambar: IG/Brambang)

(Sumber gambar: IG/Brambang)

Platform kebutuhan pokok Brambang juga mengumumkan penutupan layanan jual-beli keperluan sehari-hari masyarakat pada Mei 2022. Alih-alih menutup total layanan, startup itu menyatakan perubahan fokusnya menjadi lokapasar produk elektronik. 
 

8. Beres.id 

 

(Sumber gambar: Tangkapan layar situs Beres.id)

(Sumber gambar: Tangkapan layar situs Beres.id)

Startup penyedia jasa rumahan Beres.id juga harus menutup layanan operasionalnya di Indonesia. Beres.id yang merupakan bagian dari usaha rintisan asal Malaysia, Kaodim, berhenti menawarkan jasanya pada Juni 2022. Layanan ini juga dihentikan di Filipina. 
 

9. Trafi 

 

(Sumber gambar: Tangkapan layar situs Trafi)

(Sumber gambar: Tangkapan layar situs Trafi)

Pelaku usaha rintisan dengan produk aplikasi transportasi Trafi resmi mengumumkan penghentian layanannya. Mulai awal Juli 2022, platform penyedia informasi angkutan di Jakarta itu tidak lagi tersedia di toko aplikasi baik Apple Store maupun Play Store.

Baca juga: Begini Cara Membangun Fundamental Bisnis Startup Biar Sukses
 

10. Blocknom 

 

(Sumber gambar: Blocknom)

(Sumber gambar: Blocknom)

Perusahaan rintisan di bidang mata uang kripto, Blocknom menjadi korban musim dingin industri startup dan industri kripto. Jebolah akselerator Y Combinator ini tidak akan bisa diakses oleh publik mulai akhir Juli 2022. Salah satu alasan yang disebutkan adalah situasi market dan peraturan pemerintah. 

Editor : Dika Irawan
SEBELUMNYA

10 Makanan Khas Indonesia saat Perayaan Iduladha

BERIKUTNYA

Blibli Gaet Grup K-pop NCT 127 Jadi Brand Ambassador 2022

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: