Ilustrasi (dok. Unsplash/Mario Gogh)

Startup di Dalam Negeri Punya Potensi Cerah, Ini Salah Satu Faktornya

23 January 2022   |   17:43 WIB
Image
Syaiful Millah Asisten Manajer Konten Hypeabis.id

Managing Partner Inventure Yuswohady optimistis 2022 akan menjadi tahun recovery dan rebound bagi perekonomian dalam negeri. Kondisi aktivitas dan bisnis yang berubah akibat pandemi juga memunculkan potensi besar bagi para pelaku usaha rintisan atau startup

Hal ini, ujarnya, disebabkan oleh masifnya adopsi digital masyarakat selama pandemi berlangsung. Sementara, startup merupakan perusahaan yang umumnya berbasis teknologi. Oleh karenanya, akan ada titik temu yang pas. 

“Jadi setelah ekonomi menunjukkan pemulihan, akan muncul apa yang saya sebut sebagai golden era of business reinvention dalam tahun-tahun mendatang. Migrasi besar ke digital ini akan membentuk entrepreneur baru, inovasi yang berbasis digital dan model bisnis baru pascapandemi,” katanya kepada Hypeabis.id

Adapun, momentum para pelaku startup dalam negeri untuk scaling up juga terbuka lebar, mengingat ekosistem usaha rintisan dalam negeri makin hari makin matang. Salah satu kunci penting, kata Yuswohady, adalah semakin maraknya venture capital (VC). 

Dia melanjutkan, saat ini pelaku usaha besar dari berbagai swasta seperti Djarum dan Astra hingga BUMN seperti Pertamina dan perbankan telah membentuk perusahaan modal ventura sendiri, yang pada gilirannya akan menjaring talenta muda dengan inovasi sesuai dengan nilai dan tujuan perusahaan masing-masing.

Dengan kapital yang tak sedikit, VC dari perusahaan-perusahaan besar itu akan membantu pelaku startup untuk dapat meningkatkan skala usahanya ke level yang lebih tinggi. Hal ini tak hanya berupa suntikan dana segar, tapi juga pelatihan, hingga akses jaringan yang dimiliki perusahaan induk. 

“Ekosistem startup sekarang itu sudah matang. Satu yang penting adalah VC yang mulai banyak, ini di-drive oleh perusahaan besar untuk mereka juga tetap relevan dengan kondisi sekarang. Saya kira sektor yang bersentuhan langsung dengan digital seperti e-commerce, content, telemedicine itu akan sangat dilirik dan berkembang ke depan,” katanya. 

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM Siti Azizah juga mengatakan bahwa dalam rangka mewujudkan target rasio kewirausahaan Indonesia pada 2024 mendatang. Kementerian berencana mencetak 500 perusahaan rintisan dari berbagai kalangan. 

Upaya yang tengah dilakukan saat ini, lanjutnya, adalah menyiapkan sejumlah kebijakan yang memberikan dorongan. Misalnya program inkubasi dengan stakeholder terkait termasuk badan usaha, lembaga inkubator, hingga perguruan tinggi. 

"Selain itu, kementerian juga tengah menyiapkan beberapa program pengembangan kewirausahaan digital baru," ujarnya. 

Editor : Dika Irawan

SEBELUMNYA

Pengalaman Jusuf Wanandi Bertemu Seniman S.Sudjojono

BERIKUTNYA

Awas, Ada Eksploitasi Berbahaya Dalam Game Dark Souls 3

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: