Komunitas punya peranan besar dalam perkembangan esports di Indonesia (Sumber gambar: Unsplash/Danny Howe)

Peran Vital Komunitas dalam Perkembangan Esports Indonesia

29 June 2022   |   16:04 WIB

Perkembangan olahragara elektronik (esports) yang masif tidak bisa dilepaskan dari peran komunitas di dalamnya. Mereka menjadi salah satu pilar penting dan landasan utama popularitas sebuah gim di tengah industri yang semakin marak. 

Community Manager PUBG, Fransiskus, mengatakan komunitas esports sejatinya telah terbentuk sejak lama. Ini dimulai dari periode warnet (warung internet) masih eksis dan berjaya sekitar 2000an. Ketika itu, komunitas terbentuk dalam lingkup yang kecil dan terbatas. 

Di warnet, orang-orang yang ada di dalamnya melakukan aktivitas bermain bersama hingga mengadakan kompetisi kecil-kecilan. “Ekosistem esports itu sudah terbentuk dari dulu. Dari warnet itu, ada penyelenggara biasanya pemilik warnet, peserta dan penonton, analis juga yang sering komentar, sampai sudah fanbase,” katanya. 

Baca Juga: Tim Esports Indonesia Bawa Pulang 6 Medali SEA Games 2021 

Hanya saja, katanya, perkembangan teknologi ketika itu belum semasif sekarang sehingga aktivitas komunitas masih sangat lokal. Kondisi ini berbeda dengan situasi sekarang, di mana media sosial bisa menjadi alat promosi dan menyebarkan informasi lebih luas. 

Selain itu situasi penting yang juga tidak dimiliki era lalu dibandingkan dengan saat ini adalah dukungan penuh dari pengembang dan penerbit gim. Frans menyebut kini perusahaan makin menaruh perhatian kepada komunitas masing-masing. 

Dukungan ini penting bagi pertumbuhan basis penggemar yang loyal dan berkelanjutan. Dia banyak menyaksikan gim yang awalnya punya posisi dan penggemar dalam jumlah besar, tapi harus kehilangan popularitasnya karena tidak memberikan perhatian kepada komunitas yang ada. 

“Ada gim yang dulu banyak peminatnya termasuk saya, itu bertahan cukup lama 5 tahunan tapi bergeser. Soalnya mereka tidak terlalu me-maintenance komunitasnya, lebih ke soal update di dalam gim,” ujarnya.

Baca Juga:  Daftar Game Esports Paling Populer di Indonesia 

CEO RevivalTV dan pegiat komunitas esports, Ahmad ‘Senz’ Syahndy sepakat bahwa komunitas memainkan peranan yang sangat penting dalam popularitas dan keberlangsungan sebuah gim esports. Para penggemar ini, lanjutnya, perlu menjadi fokus dari para pengembang dan penerbit gim. 

Pasalnya, mereka tidak hanya berkumpul dan bermain saja. Banyak di antaranya yang serius untuk mengembangkan diri dengan harapan bisa menjadi pemain profesional. 

Masalahnya saat ini masih belum ada jalur yang jelas untuk mencapai tujuan tersebut. Di sinilah komunitas berperan sebagai wadah bagi para penggemar bisa belajar bersama hingga menjadi atlet esports

Tidak hanya itu, basis penggemar ini juga yang akan terus mendukung gim dengan menjadi pemain setia. Bukan tidak mungkin mereka akan datang dengan inisiatif sendiri untuk menggelar kompetisi, turnamen, atau aktivitas lainnya. 

“Di Revival sendiri sekitar 50 persen pro player esports itu pernah main di pertandingan komunitas. Dulu mereka adalah amatir dari komunitas, tapi sekarang sudah bisa bawa medali emas,” katanya. 

Baca Juga: Besarnya Peluang dan Potensi Esports untuk Brand

Senz menyebut mengembangkan ekosistem komunitas esports bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ini termasuk memberikan dukungan kepada basis penggemar di berbagai wilayah. Bentuknya bisa fasilitasi atau wadah untuk mereka bertemu langsung dengan pengembang gim. 

Tidak hanya itu, upaya memperkuat komunitas juga bisa diimplementasikan dengan menggelar coaching clinic, meet and greet bersama para pemain profesional, hingga kumpul fanbase untuk kegiatan dan aktivitas yang menyenangkan. 

Satu hal penting, menurutnya, yang juga perlu dilakukan adalah menggelar turnamen atau kompetisi rutin. Bagaimana pun, anggota komunitas umumnya memiliki keinginan menjadi pro player sehingga wadah kompetitif itu perlu terus disuguhkan. 

“Tanpa komunitas, esports industry tidak akan berkembang. Mereka adalah penggerak utama dan poin kritikal dari games atau esports scene-nya sendiri,” tegasnya.

Baca Juga: Pertama Kalinya, Jepang Buka Sekolah Menengah Esports 


Editor: Gita Carla
SEBELUMNYA

8 Cara Jitu Atasi Nyeri Tulang Belakang Tanpa Operasi

BERIKUTNYA

Riset: Influencer Bisa Bantu Brand Bangun Koneksi dengan Konsumen

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: