Ilustrasi fashion show (Sumber gambar: IG/jmfwofficial)

Kiat Membangun Brand Fesyen yang Efektif, Tidak Asal Bakar Uang

28 June 2022   |   14:53 WIB

Bagi kalian yang memiliki usaha atau bisnis fesyen muslim, pasti punya mimpi brand atau merek produk kalian bisa dikenal secara luas oleh konsumen. Atau bahkan bisa menjadi top of mind. Untuk menggapai mimpi tersebut pastinya butuh strategi yang matang. Tidak bisa asal-asalan. 

Apalagi brand kalian terbilang baru seumur jagung. Bujet yang dimiliki tentunya sangat terbatas, sehingga perlu masak-masak memikirkan hal tersebut. Jangan sampai kalian membakar uang tetapi hasilnya nihil. 

Rikrik Riesmawan, Chief Executive NBRS Corp mengatakan, dalam berbisnis ada dua hal yang perlu diperhatikan, yaitu orientasi penjualan dan orientasi brand. Saran Rikrik, bagi bisnis fesyen baru, ada baiknya beriorentasi pada penjualan terlebih dahulu. Sebab hal ini adalah pondasi dasar sebuah bisnis. Saat pondasi ini sudah terbangun, maka langkah selanjutnya cenderung akan lebih mudah. Termasuk membangun branding

"Orientasi penjualan apa sih? Produknya ada di mana-mana, digunakan di mana-mana," katanya dalam webinar Road to JMFW 2023 bertajuk The Role of Millenials in Accelerating Indonesia as the Center of World's Moeslim Fashion yang digelar secara hibrida, Selasa (28/6/2022). 

Baca juga: Embracing Jakarta Muslim Fashion Week Siapkan Indonesia sebagai Pusat Fesyen Muslim Dunia

Dalam hal ini, pemilik bisnis harus memikirkan bagaiman caranya agar produk mereka bisa terdistribusi di berbagai kota. Cara ini bisa dengan membuka outlet sendiri, atau menaruhnya di toko-toko busana. Dengan begini, perlahan-lahan produk fesyen tersebut akan mudah dikenal.

Bila orientasi penjualan sudah berjalan, Rikrik mengatakan secara otomatis konsumen akan mengenal produk fesyen itu. Setelah itu, pemilik tinggal membangun brand karena pondasi penjualannya sudah kuat.  "Jangan loncat ke brand, sebelum oriented sell," katanya.

Adapun, untuk menaikkan brand, pemilik usaha dapat menggunakan berbagai metode yang ada. Sebab mereka memiliki bujet yang kuat dari hasil penjualan untuk melakukan promosi atau branding. "Prioritaskan terhadap penjualan," katanya.
 

Konsep Produk

Pada kesempatan yang sama, Instruktur Islamic Fashion Institut Irmasari Joedawinata mengatakan, pemilik bisnis fashion tidak boleh sembarangan melakukan branding. Mereka perlu meriset terlebih dahulu mengenai pangsa pasar, pembeli, dan lokasi penjualan. 

"Setelah itu baru ke tahap strategi-strategi marketing," ujarnya. 

Founder brand fesyen Maima itu mengatakan ketika pemilik bisnis dapat menjabarkan secara detail tentang konsep produk mereka, maka akan memudahkan branding-nya. Dengan begitu, akan tergambar secara jelas arah promosi yang akan dijalankan. 

Sementara jika konsep produk yang disajikan belum jelas, maka akan sulit untuk melakukan branding. Sebab tidak dapat diarahkan ke mana produk ini akan dipasarkan atau dipromosikan. "Harus jelas kita bakar uang untuk promosi. Jangan sampai buang-buang uang," katanya.
 

Memilih Influencer

Sementara itu, pemilik bisnis fesyen juga perlu mempertimbangkan untuk menggaet influencer guna meningkatkan penjualan. Namun, kembali cara ini tidak bisa dilakukan secara serampangan.

Irma mengatakan, berdasarkan pengalamannya, influencer dapat membantu penjualan produk-produknya. Namun tidak mudah untuk mendapatkan influencer seperti itu, terlebih saat ini banyak influencer bermunculan.

Artinya, sebagai pemilik brand, kalian perlu mencari influencer yang sesuai dengan konsep produk kalian. Jika influencer itu sesuai dengan konsep produk yang kalian usung, maka berpeluang besar meningkatkan konversi penjualan.

"Influencer harus sesuai dengan gaya hidup produk kita," ujarnya.
Baca jugaGenerasi Z Jadi Kunci Sukses dalam Branding

Dia menambahkan dari pengalamanya hanya sekadar ikut-ikutan memilih influencer, ternyata hasilnya tidak sesuai dengan harapan. Hal ini karena influencer tersebut tidak sesuai dengan gaya hidup produknya.


Editor: Gita Carla
SEBELUMNYA

J-Hope BTS Tampil Misterius dalam Foto Teaser Pertama Album Jack In The Box

BERIKUTNYA

5 Cara Meningkatkan Kemampuan Sosialisasi & Mengurangi Jenuh pada Anak

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: