Jangan Abaikan Pendidikan Seks, Begini Pendekatan yang Bisa Dilakukan kepada Anak
15 June 2022 |
19:53 WIB
Peran orang tua
Dari sudut pandang psikologis, Psikolog Klinik Terpadu Universitas Indonesia Depok Ratih Zulhaqqi menjelaskan, anak-anak yang mulai beranjak remaja atau ABG (anak baru gede) biasanya mulai memiliki ketertarikan pada hal-hal yang berhubungan dengan seksualitas.Untuk itu, orangtua harus mulai bersikap terbuka sekaligus melakukan ‘pembatasan’ pada lingkungan sekitar anak maupun dengan siapa mereka bergaul, baik di dunia nyata maupun dunia maya melalui komputer atau ponselnya.
Menurutnya, orangtua harus membatasi akses anaknya pada dunia maya agar tidak ‘mencari tahu’ isu seksualitas ke ruang yang salah.
“Dia bisa terpapar pornografi, dan dari situlah biasanya hasrat seksualnya terdorong untuk mengenal pacaran,” jelasnya.
Namun, pada saat bersamaan, orang tua harus mulai memberikan tanggung jawab pada buah hatinya untuk menerima edukasi seks yang tepat. Jangan bersikap restriktif atau memarahi anak saat mereka bertanya tentang seks atau bercerita tentang lawan jenis.
“Biarkan mereka merasa diterima. Kalau anak mulai curhat tentang naksir lawan jenis, jangan langsung dimarahi. Pada intinya, berikan ruang pada anak dan remaja untuk merasakan dukungan dalam melalui masa remajanya, termasuk rasa ingin tahunya tentang seks.”
Catatan redaksi: Artikel ini diambil dari Bisnis Indonesia Weekend edisi 7 Agustus 2016.
Editor: Dika Irawan
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.