Prosesor yang digunakan seringkali menjadi salah satu alasan pengguna membeli sebuah smartphone (Sumber gambar: Freepik)

Perbedaan Prosesor Smartphone Qualcomm & MediaTek, Mana yang Lebih Baik? 

01 June 2022   |   19:22 WIB

Berbicara soal cip atau prosesor ponsel pintar (system on chip/SoC) - khususnya untuk platform Android - maka kita tidak akan bisa lepas dari dua nama yang paling mendominasi dunia saat ini. Mereka adalah Qualcomm Inc dan MediaTek

Peranti yang berperan sebagai otak dari ponsel ini tentunya tidak terbatas pada dua nama itu saja. Beberapa di antaranya yang juga banyak digunakan adalah Bionic dari Apple, Exynos dari Samsung, hingga Kirin dari Huawei. Akan tetapi, dua nama pertama dilaporkan memenang lebih dari 50 persen pasar gabungan prosesor smartphone

Di pasar saat ini, para penggemar teknologi pasti sudah mengetahui nama produk cip dari kedua raksasa produsennya. Qualcomm dengan jajaran Snapdragon serta MediaTek yang punya lini Helio dan Dimensity. 

(Baca juga: Kenapa Smartphone dengan Prosesor Sama Punya Hasil Benchmark yang Berbeda? Ini Penjelasannya)

Keduanya memiliki karakteristiknya sendiri yang faktor pilihan pengguna. Hypeabis.id kali ini akan merangkum informasi mengenai kedua penyedia prosesor tersebut dan perbedaan di antaranya:
 

Karakteristik 

Prosesor seluler Snapdragon dirancang oleh Qualcomm Technologies Inc. Cip mereka memiliki beberapa varian produk dari kelas yang berbeda mulai dari seri 200, 400, 600, 700, 800 dan yang terbaru perusahaan mengubah penamaannya menjadi lebih mudah. 

Mengutip Gadgets Beat, karakteristik dari cip ini adalah menggunakan sedikit baterai, menghasilkan lebih sedikit panas, kartu grafis yang diproduksi selalu menjadi bagian dari cip, dan tes benchmark umumnya menunjukkan hasil yang lebih tinggi ketimbang cip lain. 

Sementara itu, MediaTek memiliki beberapa varian cip selulernya seperti Helio G yang berfokus pada optimalisasi kinerja untuk bermain gim. Ada juga Dimensity yang lebih baru untuk mengakomodasi fitur 5G sembari tetap mempertahankan kinerja yang optimal. 

Karakteristik cip dari produsen ini adalah konsumsi baterai yang lebih banyak, memiliki tingkat panas yang juga lebih tinggi karena jumlah inti prosesor, chip grafis yang tidak diproduksi oleh perusahaan sendiri, dan secara umum menawarkan lebih banyak inti core per prosesor. 


Perbedaan 

Asal Usul 

Prosesor Snapdragon diproduksi oleh Qualcomm yang merupakan perusahaan semikonduktor internasional dan produsen peralatan teknologi. Perusahaan ini berkantor pusat di San Diego, California, Amerika Serikat dan didirikan sejak 1985. 

Sementara itu, cip Helio dan Dimensity dibuat oleh MediaTek yang merupakan perusahaan semikonduktor internasional, berkantor pusat di Hsinchu Taiwan dan mulai beroperasi pada 1997. MediaTek juga dikenal sebagai pembuat cip untuk berbagai perangkat rumah dan otomotif. 
 

Inti Prosesor 

Secara umum, prosesor atau system on chip yang tersemat dalam ponsel pintar modern menggunakan format octa-core atau delapan inti penggabungan dari core yang fokus pada optimalisasi performa dan core untuk efisiensi daya. 

Baik Snapdragon maupun Helio dan Dimensity adalah prosesor multicore (1-2-4-6-8-10). MediaTek saat ini tengah melakukan uji coba pengembangan cip dengan 12 inti, yang harapannya punya lebih banyak kemampuan untuk menunjang kinerja perangkat. 
 

Kinerja Cip 

Umumnya, cip Snapdragon memiliki kinerja yang lebih mumpuni dari para penantangnya, tidak hanya Helio atau Dimensity tapi juga semua cip yang ada di industri. Ini terlihat dari hasil benchmark beberapa aplikasi yang menempatkan ponsel dengan cip Snapdragon di jajaran paling atas. 

Hal ini tidak berarti bahwa cip MediaTek memiliki kinerja yang lambat, mereka juga punya prosesor yang berkinerja sangat cepat. Akan tetapi, dalam hal ini Qualcomm masih merupakan produsen dengan hasil yang paling memuaskan. 
 

Suhu 

Dalam hal peningkatan suhu perangkat yang dihasilkan, jelas bahwa cip yang punya kinerja cepat membutuhkan daya besar sehingga lebih mungkin terjadi pemanasan. Akan tetapi, hal ini biasanya terjadi dalam kasus tertentu saja. 

Secara umum, keduanya cukup berhasil mempertahankan suhu dalam derajat yang normal meski tak bisa dipungkiri bahwa ada beberapa kasus terkait dengan peningkatan suhu berlebih. Tidak hanya Qualcomm tapi juga MediaTek, dalam jumlah yang tidak lebih banyak dari kondisi normal. 


Mana yang Lebih Baik?

Akhirnya kita sampai pada pertanyaan pamungkas, “prosesor ponsel mana yang lebih baik, Qualcomm atau MediaTek?”. Seperti dijelaskan sebelumnya, tiap cip memiliki karakteristik dan perbedaannya masing-masing. 

Sehingga jawaban dari pertanyaan tersebut akan tergantung pada kebutuhan penggunanya. Jika kalian adalah pengguna yang butuh kinerja paling optimal, maka jawabannya lebih condong ke Snapdragon dari Qualcomm. 

Akan tetapi, bila kalian menginginkan perangkat ponsel yang kinerjanya memadai dengan harga yang lebih murah, MediaTek yang bisa memenuhi kebutuhan tersebut. Tapi kalian tetap perlu cermat memilih karena keduanya punya varian yang berbeda-beda. 

Selain itu, perlu diketahui bahwa kinerja ponsel tidak sepenuhnya bergantung pada cip yang digunakan, kombinasi antara perangkat keras dan perangkat lunak yang ada di dalam perangkat juga ikut menentukan performa keseluruhan. 

Editor : Nirmala Aninda
SEBELUMNYA

Girl Group aespa Siap Comeback dengan Album Girls, Kapan Rilisnya?

BERIKUTNYA

Cara Menyiapkan Dana Pendidikan Lewat Asuransi

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: