Kalap makan saat Lebaran bisa bikin berat badan meningkat (Sumber gambar: iyunmai/Unsplash)

Awas Kalap Makan saat Lebaran, Simak Kiat Jaga Berat Badan Tetap Ideal

03 May 2022   |   20:41 WIB

Setelah berpuasa sebulan penuh, momentum Idulfitri seringkali dirayakan dengan hidangan lezat. Tentu menyenangkan bisa menikmati hidangan yang enak dan menarik. Tetapi, perlu diingat bahwa makan berlebihan tanpa disertai dengan kegiatan fisik yang cukup dapat menyebabkan berat badan bertambah dan berisiko terserang penyakit.

Health Claim Senior Manager Sequis, dr. Yosef Fransiscus  mengatakan bahwa meningkatnya berat badan utamanya disebabkan karena terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak dan berkalori tinggi. Saat berlebaran biasanya banyak orang akan menyantap berbagai hidangan seperti opor ayam, gulai rendang, dan ketupat.

Begitupun waktu bulan puasa, banyak juga yang berbuka dengan menyantap makanan berminyak, banyak mengandung tepung, dan minuman manis. Dengan kebiasaan itu, dr. Yosef mengatakan bahwa mengonsumsi kalori lebih tinggi dari yang tubuh butuhkan berpotensi membuat berat badan naik drastis.

"Misalnya saja, tubuh membutuhkan sekitar 2.000 kalori, jumlah tersebut bisa sekaligus ada dalam satu porsi hidangan Lebaran," katanya dalam keterangan resminya yang diterima Hypeabis.id, Selasa (3/5/2022).

(Baca juga: Kiat Jitu Kendalikan Kolesterol saat Momen Lebaran)

Lebih lanjut, dr. Yosef menjelaskan saat euforia berlebaran dan liburan telah usai barulah berat badan akan naik drastis dan tidak mudah turun dalam waktu cepat. Tidak hanya kalori, paparnya, makanan yang mengandung gula dalam santapan Lebaran, seperti kue kering dan minuman manis jika dikonsumsi sering dalam porsi banyak juga bisa menjadi penyebab naiknya berat badan hingga obesitas, serta mudah terserang penyakit diabetes.

Selain itu, dr. Yosef juga menerangkan selain makanan tinggi kalori dan gula, penyebab berat badan naik dengan cepat juga bisa jadi karena kurang tidur dan kurang aktivitas fisik. Saat mudik, jelasnya, sebagian besar orang  kurang beristirahat dan lebih banyak menghabiskan waktu untuk bersantai.

"Saat tubuh kurang tidur, hormon insulin, leptin dan ghrelin menjadi tidak seimbang yang dapat memicu nafsu makan lebih tinggi sehingga  durasi dan porsi makan bisa lebih banyak dari biasanya," ujarnya.

Ditambah lagi dengan kurangnya aktivitas fisik seperti olahraga maka tubuh akan mengalami surplus kalori atau jumlah kalori yang masuk akan lebih banyak daripada yang dibakar. Kelebihan kalori dalam tubuh, terang dr. Yosef,  jika tidak habis terbakar akan menjadi timbunan lemak dan berat badan akan melonjak naik.
 

Ilustrasi makanan (Sumber gambar: Chuttersnap/Unsplash)

Ilustrasi makanan (Sumber gambar: Chuttersnap/Unsplash)

dr. Yosef pun mengatakan sesekali tidak mengapa memberikan tubuh makanan enak, tetapi saat menyantapnya tidak terlalu cepat agar bisa menikmati makanan tersebut dan tubuh tidak tergesa-gesa memproses makanan. “Sesekali kita boleh makan enak untuk kesenangan dan bersilaturahim asal porsi tidak berlebihan. Waktu berlebaran atau berlibur, kita tetap perlu mengendalikan diri dalam urusan makanan karena sejatinya tubuh lebih membutuhkan makanan bernutrisi dan cukup istirahat,” katanya.

Lebih lanjut, dr. Yosef menjelaskan bahwa makan berlebihan dan tergesa-gesa dapat membuat tubuh lebih cepat kenyang dan menyebabkan masalah pencernaan. dr. Yosef pun menyarankan saat bersantap bersama keluarga atau kerabat, ambil makanan dalam porsi 20% lebih sedikit karena akan ada banyak kue Lebaran, serta jangan memesan makanan dan camilan dalam jumlah banyak agar tidak perlu membawa pulang makanan ke rumah.

Selain itu, dr. Yosef juga menyarankan agar masyarakat tetap aktif berolahraga sebagaimana dulu sering dilakukan pada masa awal pandemi agar tubuh tetap kuat dan imunitas terjaga. Dia juga menyarankan agar masyarakat tidak mengabaikan olahraga rutin karena olahraga adalah cara sederhana dan murah untuk meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh, membantu mengendalikan kenaikan berat badan serta memelihara fungsi organ tubuh.

“Saat libur, nikmati waktu bersama keluarga dengan sering beraktivitas fisik agar tubuh kembali bugar dan  kalori pun terbakar.  Saat lebaran usai dan kembali beraktivitas maka aktivitas olahraga juga perlu diteruskan," ujar dr. Yosef.

Dia pun menyarankan untuk berolahraga minimal 3 kali seminggu dengan durasi 15-45 menit. Durasi dan interval dapat ditambah seiring dengan kemampuan tubuh. Jenis olahraga yang dapat dilakukan antara lain jalan pagi, renang, dan jogging serta yoga. Adapun, bagi yang sehat, tidak ada masalah dengan jantung atau persendian kaki serta berat badan tidak berlebih dapat berolahraga lari atau bersepeda.

Editor: Nirmala Aninda
SEBELUMNYA

Hati-Hati Kadaluarsa, Ini 6 Tanda Skincare sudah Tak Layak Pakai

BERIKUTNYA

5 Destinasi Seru Buat Kalian yang Libur Lebaran di Jakarta

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: