Ilustrasi (Sumber gambar: Clem Onojeghuo/Unsplash)

Kenali Ciri-Ciri Lowongan Kerja Fiktif

26 February 2022   |   07:30 WIB

Kita tidak dapat mempercayai semua hal yang ada di internet. Aturan ini berlaku untuk unggahan di media sosial, email hadiah, dan sayangnya ini juga berlaku untuk lowongan pekerjaan yang sering kali menjebak pencari kerja untuk melamar lowongan kerja fiktif.

Iklan lowongan kerja fiktif nyata dan tidak selalu mudah dikenali. Kita mungkin pernah berinteraksi dengan lowongan kerja fiktif sebelumnya tanpa meragukan keasliannya. Namun, seperti namanya menawarkan hal fiktif atau bahkan berujung pada tindak kriminal. Iklan ini biasanya menawarkan posisi pekerjaan dengan gaji dan manfaat yang menggiurkan.

Dalam banyak kasus, lowongan kerja fiktif relatif tidak berbahaya. Jika itu hanya cara bagi perusahaan untuk mengumpulkan CV atau memfasilitasi nepotisme, maka paling-paling,hal ini akan sedikit membuat frustrasi kandidat.

Masalah sebenarnya muncul ketika lowongan fiktif ini digunakan untuk mengumpulkan data pribadi atau bahkan uang.
Baca jugaSimak Yuk, Kiat Bagi Fresh Graduate Agar Cepat Dapat Kerja

Jadi bagaimana kita dapat membedakan lowongan kerja asli dan fiktif? Berikut adalah beberapa ciri-ciri lowongan kerja fiktif yang harus diperhatikan.
 

1. Too Good to be True

Kalau Genhype menemukan lowongan kerja yang terlihat mecurigakan dan terlalu sempurna untuk jadi kenyataan, kalian patut ragu dan melakukan pengecekan menyeluruh. Syarat yang terlalu mudah seperti penerimaan tanpa tes, menerima semua jenjang pendidikan, bahkan dijanjikan langsung bekerja adalah salah satu ciri lowongan kerja yang diragukan.

Perusahaan asli biasanya membutuhkan waktu satu hingga dua pekan untuk melakukan proses rekrutmen hingga memanggil kandidat untuk wawancara. Lowongan kerja asli juga spesifik menjelaskan kebutuhan perusahaan dari segi keterampilan dan latar belakang pendidikan.
 

2. Tidak Memiliki Alamat Kantor atau Akun Sosial Media yang Terverifikasi.

Kalau kalian ragu dengan eksistensi sosial perusahaan, salah satu cara masa kini untuk mengecek keaslian lowongan kerja adalah dengan mencari nama perusahaan + "penipu" di mesin pencari. Dari sini Genhype dapat menemukan berbagai ulasan terkait perusahaan tersebut.
 

3. Memungut Biaya

Meminta informasi pribadi dan pembayaran sering kali menunjukkan tanda ciri-ciri lowongan kerja yang dicurigai fiktif. Biasanya mereka beralasan biaya akan digunakan untuk proses administrasi, training, atau akomodasi bagi calon pelamar kerja dari luar kota. Perusahaan asli tidak pernah meminta biaya apapun dalam proses penerimaan pekerja.
 

4. Banyak Typo

Ciri satu ini adalah yang paling mudah untuk kita kenali dalam lowongan kerja fiktif. Iklan lowongan secara gamblang terlihat tidak profesional dengan penggunaan kata berbelit, tidak sesuai EYD, atau logo perusahaan terlihat seperti diedit sembarangan. Perusahaan asli memiliki staf profesional untuk menyusun lowongan kerja dalam susunan yang lebih formal.
 

5. Email Perusahaan Menggunakan Domain Meragukan

Kalau Genhype perhatikan, perusahaan mapan memiliki domain bisnis untuk merepresentasikan profil perusahaan kepada pelamar kerja. Jika kalian pernah menemukan alamat email dengan domain meragukan, hindari mengirim data pribadi sebelum melakukan crosscheck. Hal ini mungkin tidak berlaku untuk pelaku usaha mikro, kecil dan menengah. Namun, kalian selalu bisa mengkonfirmasi kebenaran alamat email melalui kontak resmi perusahaan.

Nah, jika sudah paham dengan ciri-ciri lowongan kerja fiktif, sekarang bagaimana caranya menghindari risikonya?

Genhype bisa memilih opsi untuk mengirim lamaran melalui situs karir resmi perusahaan. Jika kalian memiliki informasi nama rekruter, cek profilnya di LinkedIn untuk memastikan apakah yang bersangkutan benar bekerja di perusahaan tersebut.

Baca jugaBuat Kalian para Mahasiswa, Coba Lakukan Cara Ini Agar Saat Lulus Dilirik Perusahaan

Terakhir, jaga baik-baik data pribadi kalian dan jangan pernah mengirimkan uang sepeser pun selama proses melamar kerja.

Semoga beruntung!


Editor: Gita
SEBELUMNYA

10 Makanan Khas Belanda Selain Keju Gouda dan Ikan Herring

BERIKUTNYA

Luke & Erin Saliba Bagikan Cerita tentang Produksi Film Paper Champions

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: