Ilustrasi (Sumber gambar: Gustavo Fring/Pexels)

Survei Ini Ungkap Tren Belanja Online Jelang Ramadhan akan Meningkat

19 February 2022   |   15:05 WIB

Ramadhan dan menjelang hari raya Lebaran tahun ini akan menjadi momen banyak orang untuk berbelanja memenuhi kebutuhan secara online. Hal itu disampaikan berdasarkan hasil riset yang dilakukan The Trade Desk dan YouGov. Menurut riset itu, dua dari tiga orang atau sebanyak 68 persen responden berencana untuk berbelanja online saat bulan Ramadhan nanti.

Menurut hasil survei, momen belanja bulan Ramadhan akan dimulai pada akhir Februari tahun ini, dan akan semakin meningkat di sepanjang bulan Maret, sebelum sampai di puncaknya pada pertengahan bulan April. 

Florencia Eka selaku Country Manager The Trade Desk Indonesia, menuturkan meskipun konsumen Indonesia sudah berencana untuk berbelanja secara intens dua sampai tiga minggu sebelum Hari Raya Idul Fitri, mereka juga berencana untuk berbelanja jauh sebelum bulan Ramadhan. 

"Survei ini menemukan bahwa sebanyak 91 persen konsumen adalah termasuk kategori orang-orang yang  terencana saat mereka membelanjakan THR-nya," ujar Florencia dalam siaran resmi, Sabtu (19/2/2022).

Menurut Florencia, pandemi telah mempercepat adopsi programmatic advertising sebagaimana para pengiklan menyadari pentingnya menjadi lebih fleksibel disaat situasi dapat berubah dalam waktu singkat. Ditengah-tengah  segala ketidakpastian, lanjutnya, survei ini memberikan angin segar kepada para pengiklan sebab jumlah konsumen  yang akan berbelanja di Ramadhan tahun ini akan meningkat dibandingkan tahun lalu.

"Pengiklan yang memanfaatkan kesempatan ini dalam menyusun strategi mereka akan menikmati keberhasilan aktivasi  brand dan mampu menjadi pilihan utama bagi konsumen selama Ramadhan dan bahkan setelahnya," imbuhnya.
 

Ilustrasi (Dok. Arina Kraskova/Pexels)

Ilustrasi (Dok. Arina Kraskova/Pexels)

Peran iklan pada platform OTT

Para responden juga mengungkapkan bahwa ketika Ramadhan, mereka banyak menghabiskan waktu dengan menikmati konten-konten secara online mulai dari musik, membaca konten online hingga menonton film.

Temuan ini menunjukkan bahwa banyak orang akan menghabiskan lebih dari setengah waktu digital mereka pada platform open internet, artinya kanal-kanal yang kian berkembang ini membuka peluang yang berharga bagi pengiklan modern.

Survei ini juga menekankan bahwa bulan Ramadhan adalah momen yang ideal bagi pengiklan untuk menarik calon konsumen baru untuk brand mereka. Sebab, sebanyak 56 persen responden tertarik untuk mencoba atau mempelajari tentang brand baru saat berbelanja kebutuhan Ramadhan.

(Baca juga: Investor Mulai Melirik Startup Hijau, Begini Strategi Meraup Dana Segar)

Selain itu, satu dari tiga konsumen juga mengatakan mengenal tentang brand baru dari iklan yang ditonton melalui platform OTT, dan satu dari lima konsumen mengenalnya dari layanan streaming musik. Informasi ini memperkuat peluang yang dihadirkan oleh suatu platform dalam membantu brand untuk memperluas jangkauan audiens mereka, serta dalam mempengaruhi konsumen di setiap perjalanan belanja mereka.

Meski demikian, Florencia juga menerangkan meskipun orang Indonesia berencana untuk meningkatkan belanja online mereka pada Ramadhan tahun ini, mereka juha masih sangat ingin untuk keluar rumah untuk berbelanja dan makan di restoran favoritnya. 

Tujuh dari sepuluh orang berencana untuk berbelanja secara offline, terutama untuk lima kategori barang yaitu keperluan bahan makanan, perabot rumah, kendaraan, peralatan rumah tangga, dan kebutuhan anak. Selain itu, 60 persen responden juga berencana untuk makan di luar rumah sebagai bagian dari perayaan Ramadhan.

"Dengan pergerakan konsumen yang berpindah antara online dan offline, pengiklan sangat disarankan untuk mengkaji kembali pendekatan branding mereka dan memanfaatkan kekuatan strategi omni-channel (multi kanal) untuk mendekatkan diri dengan konsumen di setiap  perjalanannya," jelas Florencia.


Editor: Gita
SEBELUMNYA

Karyawan Resign Silih Berganti? Perusahaan Wajib Simak Tips Ini

BERIKUTNYA

Hipertensi Punya Risiko Besar pada Perempuan, Simak Penjelasannya!

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: