Ilustrasi belanja online. (Sumber gambar: Cottonbro Studio/Pexels)

Riset Populix: Masyarakat Indonesia Doyan Belanja Online saat Kampanye Promosi

13 April 2023   |   13:11 WIB

Like
Sejumlah kampanye promo yang kerap dibuat oleh sejumlah platform ecommerce rupanya menarik minat belanja yang besar di kalangan masyarakat. Menurut survei yang dilakukan Populix, mayoritas masyarakat atau 91 persen responden pernah berbelanja saat kampanye promosi berlangsung di platform belanja online.

Bahkan, laporan itu juga menyebutkan sebanyak 67 persen responden survei mengatakan sangat antusias dalam menyambut kampanye promosi karena bisa mendapatkan tambahan gratis ongkos kirim sebagaimana dipilih oleh 65 persen responden, flash sale (69 persen), dan diskon ganda (60 persen). 

Baca juga: Generasi Muda Makin Doyan Belanja Online, COD jadi Pilihan Pembayaran

Sebanyak 5 dari 10 masyarakat mengatakan pasti akan berbelanja pada kampanye promosi pada tahun 2023 dengan kategori produk yang paling diincar meliputi fesyen dan pakaian olahraga sebagaimana dipilih oleh 67 persen responden, kebutuhan sehari-hari (45 persen), perawatan tubuh (41 persen), kosmetik (40 persen), makanan dan minuman (29 persen), teknologi dan gadget (27 persen), serta barang elektronik (23 persen). 

Adapun, tiga alasan utama masyarakat membeli produk tersebut pada momen kampanye promosi adalah ingin mendapatkan harga terendah (77 persen), mendapatkan gratis ongkos kirim (62 persen), dan bukan kebutuhan darurat (22 persen). 

Pada saat momen kampanye belanja, sebagian responden mengaku sudah mempersiapkan anggaran hingga Rp500.000, dengan metode pembayaran yang paling banyak dipilih adalah melalui e-wallet (48 persen) dan cash-on-delivery (20 persen) untuk berbelanja di momen kampanye promosi tahun ini. 

Adapun, platform belanja online yang dinantikan masyarakat untuk berburu kampanye belanja yakni masih didominasi oleh ecommerce sebagaimana dipilih 99 persen responden. Beberapa platform ecommerce yang paling diminati adalah Shopee (85 persen), Tokopedia (51 persen), dan Lazada (25 persen).

Sementara itu, social commerce juga dipilih sebagai platform untuk berbelanja sebagaimana dipilih oleh 84 persen responden. Adapun, beberapa platform yang menjadi pilihan adalah TikTok Shop (57 persen), Instagram Shopping (26 persen), dan WhatsApp (22 persen). Sisanya, melalui aplikasi perjalanan (75 persen), seperti Traveloka (59 persen) dan Tiket.com (31 persen). 

Sebelum kampanye promosi berlangsung, masyarakat juga sudah menyusun strategi untuk mempermudah mereka dalam mendapatkan produk incarannya, seperti memasukan produk ke dalam keranjang sebelum kampanye promosi dimulai (67 persen), membandingkan harga di berbagai platform online (47 persen), membuat daftar belanja (40 persen), mencatat harga normal produk yang akan dibeli (31 persen), hingga memasang alarm pengingat (25 persen). 

Di sisi lain, ada juga beberapa hal yang membuat masyarakat tidak tertarik mengikuti kampanye promosi, yakni khawatir akan membeli barang yang tidak dibutuhkan (50 persen), tidak memiliki anggaran (36 persen), dan perbedaan harga yang tidak terlalu jauh dari harga normal (31 persen). 
 

Ilustrasi belanja online (Sumber gambar: Nataliya Vaitkevich/Pexels)

Ilustrasi belanja online (Sumber gambar: Nataliya Vaitkevich/Pexels)


Tren Belanja pada Masyarakat Saat Ini

Meskipun masyarakat Indonesia saat ini sudah terbiasa dengan berbelanja secara online maupun offline, tetapi laporan Populix menyebutkan sebanyak 63 persen responden mengatakan lebih menyukai berbelanja secara online.

Beberapa alasan masyarakat lebih menyukai berbelanja secara online adalah hemat waktu dan tenaga (75 persen), dapat membandingkan harga produk dengan toko lainnya (63 persen), bisa mendapatkan cashback (60 persen), gratis ongkos kirim (53 persen), lebih banyak opsi metode pembayaran (48 persen), memiliki lebih banyak variasi produk (47 persen), dan dapat membaca reviu terkait penjual (47 persen). 

Sementara itu, 37 persen responden yang lebih memilih berbelanja langsung di toko menyatakan lebih menyukainya karena dapat melihat produk secara langsung (78 persen), dapat langsung membawa pulang barang yang dibeli (68 persen), dan meminimalisasi risiko barang rusak atau hilang (61 persen).

Selain itu, alasan lainnya adalah dapat mencoba barang sebelum membelinya (57 persen), kegiatan berbelanja tersebut menjadi bentuk refreshing untuk diri sendiri/keluarga (42 persen), bisa mendapatkan penjelasan lengkap dari penjual (38 persen), dan mendapatkan inspirasi untuk membeli produk lain yang ada di toko (26 persen). 
 

Produk yang Paling Dicari

Adapun, kategori produk yang sering dibeli oleh masyarakat adalah produk kebutuhan utama seperti makanan dan minuman (69 persen), kebutuhan sehari-hari (68 persen), fesyen & pakaian olahraga (59 persen) serta bahan makanan segar (41 persen). Selain itu, produk lain yang juga banyak dibeli oleh masyarakat adalah produk-produk perawatan diri seperti produk perawatan tubuh (48 persen) dan kosmetik (39 persen).

Menariknya, selain berbelanja produk kebutuhan utama dan perawatan diri, hasil survei juga memperlihatkan bahwa 52 persen responden juga menyatakan pernah membeli voucher promo dari platform online dengan alasan untuk mendapatkan diskon (79 persen), ingin mencoba (38 persen), dan memang sudah terbiasa membeli voucher promo (22 persen). Adapun mayoritas voucher yang dibeli tersebut biasanya ditukarkan di restoran (34 persen), hotel (29 persen), dan bioskop (21 persen). 

Dalam survei yang sama, ditemukan juga bahwa lebih dari setengah masyarakat Indonesia memiliki tendensi perilaku berbelanja secara impulsif. Faktor-faktor yang menjadi alasan pendorong masyarakat berbelanja di luar perencanaan adalah sudah ada keinginan membeli tetapi baru dapat membelinya saat ini (40 persen) dan bentuk apresiasi untuk diri sendiri atau self reward (39 persen).

Selain itu, alasan lainnya adalah karena tergiur dengan promo menarik dari penjual (35 persen), tergiur dengan diskon dari platform saat momentum festival belanja, seperti diskon tanggal kembar (34 persen), gratis ongkos kirim (31 persen), mendapatkan cashback (31 persen), serta mendapatkan voucher belanja (25 persen).

Baca juga: Belanja Online Interaktif Makin Diminati, Ada Peluang Besar untuk Para Kreator Loh!

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)

Editor: Gita Carla
SEBELUMNYA

Baladewa Siap-siap, Cek Cara Beli Tiket Konser A Night At The Orchestra Dewa 19 di Surabaya dan Solo

BERIKUTNYA

FamilyMart jadi Gerai Makanan dan Minuman Pertama di Indonesia yang Kantongi Sertifikat Halal

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: