Ilustrasi (dok. Pexels)

Bisa Jadi Ancaman Baru karena Kebal Vaksin, Apa Itu NeoCov?

03 February 2022   |   11:04 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Ilmuwan dari Akademi Ilmu Pengetahuan China dan Universitas Wuhan sejak sepekan lalu menemukan NeoCov, jenis virus yang menyebar di antara kelelawar di Afrika Selatan. Virus ini jika bermutasi lebih lanjut bisa menjadi ancaman baru bagi manusia. Hingga saat ini, penyebaran hanya terjadi di antara hewan tersebut.

Dalam studi yang diterbitkan di BioRxiv, para ilmuwan menyampaikan bahwa NeoCov terkait erat dengan sindrom pernapasan Timur Tengah (MERS), penyakit virus yang pertama kali diidentifikasi di Arab Saudi pada 2012.

"Dalam penelitian ini, kami secara tak terduga menemukan bahwa NeoCoV dan kerabat dekatnya, PDF-2180-CoV, secara efisien dapat menggunakan beberapa jenis enzim pengubah Angiotensin 2 (ACE2) kelelawar dan ACE2 manusia untuk masuk," catat para peneliti. 

(Baca juga: IHU, Varian Baru Covid-19 yang Bisa Hindari Vaksin)

ACE2 adalah protein reseptor pada sel yang menyediakan titik masuk untuk virus corona untuk terhubung dan menginfeksi berbagai sel. Para peneliti lebih lanjut mencatat bahwa infeksi NeoCov tidak dapat dinetralisir silang oleh antibodi yang menargetkan SARS-CoV-2 atau MERS-CoV.

“Studi kami menunjukkan bahwa vaksinasi Covid-19 saat ini tidak memadai untuk melindungi manusia dari kemungkinan infeksi yang disebabkan oleh virus ini,” ungkap para peneliti.

Di sisi lain, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan perlu penelitian ekstensif untuk memeriksa apakah NeoCoV menjadi ancaman bagi manusia. Namun yang pasti, mereka menilai NeoCoV bukan virus baru karena terkait dengan virus MERS-CoV . 

Saat ini WHO bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE), Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), dan Program Lingkungan PBB (UNEP) dengan tujuan untuk menghentikan kemungkinan penyebaran virus. WHO mencatat bahwa hewan liar adalah sumber lebih dari 75 persen dari semua penyakit menular yang muncul pada manusia. Menurut WHO, sebagian besar virus masuk ke tubuh manusia melalui hidung dan mulut. 

“Virus corona biasanya ditemukan pada hewan, termasuk pada kelelawar yang telah diidentifikasi sebagai reservoir alami virus," ucap pejabat WHO.


Editor: Avicenna

SEBELUMNYA

Yacht Club Games Umumkan Proyek Kickstarter Anyar, Petualangan Tikus Tituler 

BERIKUTNYA

Ini Dia Vendor Tablet Paling Laris Sepanjang 2021 

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: