Poster All of Us Are Dead. (Dok. Netflix)

7 Fakta Menarik tentang Serial All of Us Are Dead

29 January 2022   |   13:07 WIB

Jumat (28/01/2022), serial horor All of Us Are Dead yang mengambil tema zombie dengan latar sekolah SMA akhirnya resmi tayang perdana. Serial 8 episode garapan sutradara Lee Jae-gyoo atau dikenal dengan nama Lee JQ ini melihat kisah perjuangan para siswa SMA di pusat penyebaran wabah zombie.

Mulai dari keterkaitan serial dengan webtoon asli hingga trivia menarik di dalam produksi, yuk intip 7 fakta tentang All of Us Are Dead.
 

1. Para pemain suka dengan webtoon aslinya

Selain disukai oleh para penggemar webtoon, komik All of Us Are Dead atau School Attack karangan Joo Dong-geun juga disukai oleh para pemain serial All of Us Are Dead. Disebut sebagai novel grafis zombie bergaya Korea, webtoon karangan Joo memiliki ciri khas pada  imajinasi yang liar, kisah yang mencekam, dan detail yang cermat.

Beberapa aktor seperti Yoon Chan-young dan Lee You-mi merupakan penggemar dari webtoon tersebut. Dalam konferensi pers pada Rabu (26/01/2022), Yoon mengaku bahwa kesukaannya dan rasa familiar terhadap webtoon membuatnya antusias untuk ikut audisi, sedangkan Lee telah membaca webtoon dan merasa penasaran dengan karakter yang dimainkannya.

Karena antuasiasme ini, sutradara Lee mengaku bahwa ada tekanan dan tanggung jawab besar dalam menggarap adaptasi komik tersebut ke dalam bentuk serial dengan melakukan diskusi dengan kreator webtoonnya.

"Kami ingin mengangkat tentang harapan seperti apa yang harus dibawa ketika menjalani hidup, dan apa artinya menjadi manusia. Tidak hanya menghibur, kami juga ingin membuat sebuah drama yang dapat membuat orang berpikir," jelas Lee JQ.
 

2. Melihat pilihan remaja


Berbeda dengan tayangan film Korea bertemakan zombie yang sudah tayang lebih dulu, All of Us Are Dead memiliki perbedaan pada latar dan fokus cerita, di mana Lee JQ menjelaskan bahwa fokus sekolah dengan para siswa sebagai pusat cerita dalam membuat keputusan dan pilihan menjadi sorotan utama di serial ini.

Lim Jae-hyeok menambahkan bahwa latar sekolah menjadi gambaran bahwa para murid tidak bisa mengakses persenjataan layaknya kisah zombie lainnya.

"Kami hanya menggunakan apa yang ada di sekitar, seperti peralatan sekolah, meja, dan kursi. Menurut saya, ini faktor yang sangat membedakan," tambah Lim.
 

3. Pelatihan laga yang keras

All of Us Are Dead menghadirkan adegan laga atau aksi dengan pelatihan selama 3 bulan dengan intensitas tinggi. Yoon Chan-young berbagi bahwa latihan bela diri ini dilakukan dengan tiga kali sepekan dengan durasi pelatihan selama 1 jam setiap sesinya, sedangkan Solomon Park atau Lomon menambahkan bahwa latihan intens ini membuat dirinya hanya terbaring di kasur selama 3 hari dan membutuhkan akupuntur.

Meski banyaknya dampak kesehatan yang mereka alami, Lee JQ memuji kemampuan para aktor untuk bisa membangun energi lebih cepat dan kondisi mereka yang bisa lebih cepat pulih, sehingga penggunaan stunt double tidak diperlukan.

(Baca juga: Intip 5 Karakter Utama dalam Serial All of Us Are Dead)
 
SEBELUMNYA

Nirasha Darusman Ceritakan Kematian & Duka dalam Buku Lost and Found

BERIKUTNYA

Pemain & Sutradara Serial All of Us Are Dead Bagikan Cerita Berkesan selama Syuting

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: