Ilustrasi (Dok. Pexels)

Hilang Motivasi Saat Bekerja? Begini Cara Atasi Kejenuhan

09 January 2022   |   17:22 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Kejenuhan menjadi hal yang lumrah dialami banyak orang pada masa pandemi Covid-19 ini. Hilangnya motivasi, kelelahan fisik maupun emosional biasanya menjadi faktor utama, namun di kondisi seperti ini banyak orang yang jenuh karena selalu berusaha kuat melakukan sesuatu namun tidak sesuai harapan.

Psikolog Lusiana Bintang Siregar, mengungkapkan kejenuhan yang berlangsung lama dapat berdampak pada kehilangan motivasi saat bekerja, penurunan prestasi, stres, menarik diri dari lingkungan, kehilangan harapan, cemas, sedih yang mendalam, merasa terjebak, merasa malu, membentuk perasaan lelah dan tidak nyaman, bahkan bisa depresi apabila tidak ditanggulangi.

Oleh karena itu, penting untuk mengelola kejenuhan tersebut. Lusiana menyarankan agar mereka yang jenuh di situasi pandemi ini tetap keep in touch atau tetap terhubung dengan orang-orang yang bisa mendengarkan dan orang-orang yang masih memiliki energi lebih.

[Baca juga: 6 Cara Membuat Suasana Kerja Jadi Kondusif dan Menyenangkan]

“Jangan ragu atau malu juga untuk mengungkapkan apa yang dipikirkan dan rasakan. Cari ide dan kegiatan yang baru dan jarang dilakukan,” saran Lusiana kepada Hypeabis.id baru-baru ini.

Selain itu, menurut Lusiana sebaiknya mengambil jarak dengan situasi yang kurang disenangi untuk mengatasi kejenuhan. Misal, mengambil jeda atau cuti dari pekerjaan atau selalu sisipkan waktu tenang dalam satu hari, sehingga kalian bisa merasakan menjadi diri yang utuh kembali.

Psikolog Klinis dari Asa Berdaya Adriana Amalia, menuturkan sejatinya untuk mengatasi atau mengontrol kejenuhan ini kembali lagi kepada pola pikir individu masing-masing. 

Jika sudut pandang orang tersebut adalah bertahan di tengah pandemi ini, mereka bisa mengatasi kejenuhan dengan mengulik hal-hal kecil atau melakukan kegiatan yang sebelumnya jarang dilakukan. Misal mengorganisir barang-barang di rumah sesuai dengan fungsinya.

"Buktikan kepada diri masih tetap ada yang bisa saya lakukan walaupun hal kecil," tegasnya.

Paling penting yang perlu diterapkan adalah penerimaan. Kita harus terima situasi sulit yang tidak sepenuhnya menyenangkan ini. Tetapkan skala prioritas, apakah ingin bersenang-senang untuk menghilangkan kejenuhan atau mementingkan kesehatan. "Di situasi ini, bukan diri kita saja yang dipikirkan, namun juga orang lain, terutama keluarga," pungkasnya.

Editor: Gita

SEBELUMNYA

Waspada Long Covid-19, Epidemiolog Ingatkan Batasi Bepergian ke Luar Negeri

BERIKUTNYA

Μau Napas Usaha Panjang? Begini 5 Tips Kelola Keuangan untuk UMKM

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: