Ilustrasi virus corona dalam pencitraan mikroskopik (dok. Unsplash)

Duh, Munculnya Omicron di Indonesia Bikin Pelaku Usaha Cemas

19 December 2021   |   21:34 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Munculnya Covid-19 varian Omicron di Indonesia membuat para pelaku usaha perhotelan sedikit resah. Mereka khawatir kondisi ini mempengaruhi regulasi terkait libur Natal dan Tahun Baru yang telah disepakati sebelumnya. 

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran meminta pemerintah tidak melakukan pembatasan seiring dengan munculnya varian Omicron di Indonesia. Dia menyarankan hal yang perlu dilakukan saat ini adalah antisipasi dengan menggencarkan dan memperluas testing di pintu masuk Indonesia. 

“Pengetatan orang yang masuk dari luar negeri menjadi poin utamanya,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, baru-baru ini. 

Selain itu, vaksinasi menurutnya perlu ditingkatkan sementara protokol kesehatan perlu lebih diperketat, jumlah vaksin booster juga perlu direalisasikan. “Kekuatan dari vaksin pertama dan kedua harus booster di awal tahun depan. Pergerakan harus diawasi prokes dan aktivasi PeduliLindungi. Kami tidak berharap menjadi PPKM level 3 karena kasus Omicron,” kata Yusran. 

Yusran menilai apabila dilakukan pembatasan, sektor pariwisata katanya tidak memiliki kesempatan untuk bangkit. Dia menjabarkan okupansi secara nasional meningkat sejak September di atas 45 persen. Pulau Jawa hampir 50 persen. Namun jumlah tersebut belum bisa mengembalikan nilai rata-rata kamar yang turun hingga 30 persen. 

Jelang libur Nataru pun perhotelan belum bisa memprediksi berapa tingkat okupansi. Hal ini karena banyak wisatawan menempuh perjalanan darat untuk berwisata. Dengan demikian diperkirakan melakukan pemesanan hotel di hari-hari terakhir momen Nataru, kecuali di lokasi yang menjadi sasaran target wisata. 

Selain banyaknya wisatawan yang menggunakan jalur darat, tidak sedikit dari mereka yang trauma berubahnya regulasi seperti pada libur Nataru 2020. Ketika itu pemerintah memutuskan untuk meniadakan libur tersebut dan membuat banyak wisatawan membatalkan pesanan menginap mereka di hotel. “Tingkat reservasi jadi last minute,” sebut Yusran.

Editor: Dika Irawan

SEBELUMNYA

Intip 3 Inovasi Teknologi Medis Terbaru, Dari Restorasi Gigi Sampai Atasi Prostat

BERIKUTNYA

Ilmuwan Inggris Sebut Gejala Omicron Sebatas Pilek

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: