Ilustrasi (Dok. Battlecreek Coffee Roasters/Unsplash)

Jangan Tertukar, Ini Lho Bedanya Cold Brew, Cold Drip & Es Kopi

18 November 2021   |   09:00 WIB

Genhype, kalau kita mengunjungi kedai kopi, pasti kita akan ditawarkan kopi dingin dengan beragam sebutan. Meski sama-sama disajikan dingin, nyatanya beberapa jenis kopi seperti cold brew, cold drip dan es kopi masing-masing berbeda. Perbedaan itu mulai dari cara seduh, rasa hingga kenikmatan yang tercipta.

Ketiga metode minuman seduh dingin tersebut sebetulnya bukan hal baru dalam dunia kopi, terutama dalam musim manual brew seperti sekarang. Bagi penggemar kopi kekinian, mungkin sudah tahu apa beda dari ketiganya. 

Namun, bagi yang sedang menjajaki dunia kopi atau bagi mereka yang sedang mengenal kopi lebih dalam, bisa jadi sering kebingungan dengan ketiganya. Nah, supaya enggak bingung lagi kalau ingin memesan, simak yuk bedanya cold brew, cold drip dan es kopi seperti dilansir dari Otten Coffee berikut ini.

Cold Brew
Cold brew dibuat dengan memakai metode perendaman selama minimal 8 jam. Untuk menyeduhnya, yang digunakan umumnya adalah air biasa dengan suhu ruang atau dengan air dingin. Ini jugalah yang membedakan cold brew dengan kopi biasa. Kopi cold brew tidak pernah terkena paparan (suhu) panas sehingga tidak ikut mengekstraksi karakter acidity dari kopi. Selain itu, hasil cold brew pun cenderung terasa lebih ringan dan istimewa.
 

Ilustrasi (Dok. Paul Hanaoka/Unsplash)

Ilustrasi (Dok. Paul Hanaoka/Unsplash)


Cold drip
Kopi cold drip dibuat dengan metode tetesan. Jika cold brew bisa diseduh dengan memakai alat-alat manual brew yang umum ditemui seperti French Press atau Eva Solo, maka cold drip ini perlu memakai alat khusus yang memang didesain eksklusif untuk metode dripping. 

Alat khusus untuk cold drip ini biasanya terdiri dari minimal 2 tabung utama, satu tabung yang berada paling atas untuk tempat ekstraksi kopi yang akan diteteskan, dan satu tabung bagian bawah untuk menampung hasil seduhannya.

Bedanya dengan cold brew, pada metode ini, kita tidak bisa mematok seberapa lama minimal waktu ekstraksi, tetapi lebih pada seberapa cepat tetesan cairan kopi akan mengalir. Dengan kata lain, ekstraksinya selesai begitu kopi pada tabung bagian atasnya habis. Karena memakai sistem dripping, kopi cold drip pun terasa lebih intens dan sedikit lebih kuat dari cold brew.

Es kopi
Membuat es kopi cukup mudah bahkan hampir sama dengan menyeduh dengan menggunakan manual brew seperti pada umumnya. Setelah seduh biasa dengan air panas, maka kopi tersebut akan didinginkan dengan menambahkan es batu ke dalamnya.

Atau, bisa juga dengan menggunakan cara ala Japanese iced coffee, yaitu menyeduh langsung ke atas server yang sudah ditambahkan es batu di dalamnya. Karena diseduh seperti manual brew pada umumnya, metode ini pun menggunakan air panas tapi dengan suhu yang tidak terlalu ekstrim. Rasa yang didapat umumnya sedikit lebih pahit dan lebih full bodied dibandingkan dengan cold brew.



Editor: Roni Yunianto

 
SEBELUMNYA

Drama Audio Teater Salihara akan Mengisahkan 'Karna'

BERIKUTNYA

Qualcomm Komitmen Rilis Prosesor PC untuk Bersaing dengan Apple

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: