Ilustrasi ibu hamil (Dok. SHVETS production/Pexels)

Bunda, Begini Cara Memenuhi Kebutuhan Nutrisi saat Hamil

09 November 2021   |   12:24 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Masa kehamilan merupakan periode awal kehidupan yang sangat penting karena berpengaruh terhadap perkembangan organ, pertumbuhan fisik, kematangan sistem imun, serta perkembangan kognitif. Periode emas ini biasanya disebut 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) di mana fokus utamanya adalah pemberian gizi yang dapat menunjang proses tumbuh kembang janin, bayi dan anak hingga usia 2 tahun.

Optimalisasi pemenuhan kebutuhan gizi pada 1000 HPK juga turut mempengaruhi perkembangan otak anak hingga 80 persen.

“Jadi kalau misalnya 1000 hari pertama kehidupan kurang dicukupi kebutuhan nutrisi untuk pertumbuhan dan perkembangan si kecil, maka bekal dia sampai dewasa itu kecil. Seharusnya mendapatkan 80 persen jadi cuma 60 persen, dan ketinggalan itu tidak bisa dikejar,” ujar Dokter Spesialis Kandungan (Ginekolog) RS YPK Mandiri, Mayapada Kuningan & Klinik Moegni, Darrell Fernando, dalam satu diskusi virtual.

Menurut Dokter Darrell, anggapan bahwa ibu hamil makan hanya untuk kenyang, itu sudah tidak cukup lagi. Intervensi nutrisi sangat dibutuhkan untuk mencegah penyakit saat anak dewasa dan pengaturan gizi yang buruk akan berdampak hingga anak dewasa.

“Lebih ideal lagi kalau sudah dipenuhi kebutuhan nutrisinya sejak masa prakonsepsi. Artinya, sebelum hamil kebutuhan nutrisi asam folat, vitamin B12, makro dan mikronutrien yang mencakup protein, lemak, karbohidrat, vitamin serta mineral sudah terpenuhi,” katanya.

Dia juga mengatakan bahwa ada beberapa risiko yang bisa dialami anak ketika dewasa jika sejak nutrisi kehamilan ibu tidak tercukupi seperti penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi karena pengaruh fungsi ginjal yang tidak baik sejak dalam kandungan, diabetes, hingga gangguan jantung dan pembuluh darah.
 

Ilustrasi (Dok. Hui sang/Unsplash)

Ilustrasi (Dok. Hui sang/Unsplash)

Pola Nutrisi yang Baik untuk Ibu Hamil

Untuk memenuhi nutrisi kehamilan, Dokter Darrell mengatakan dibutuhkan gizi yang lengkap dan seimbang dalam makanan yang dikonsumsi ibu hamil. Menurutnya, tidak ada satu makanan khusus yang ‘paling bagus’ dibandingkan dengan lainnya, karena dibutuhkan variasi jenis makanan untuk memenuhi kebutuhan gizi.

“Kebutuhan kalori tambahan pada kehamilan adalah sebesar 330 kkal per hari atau setara 1 kali snack besar atau 2 kali snack kecil,” ucapnya.

Ibu hamil juga disarankan untuk memilih makanan yang segar, bersih, dan matang, serta hindari makanan yang melalui pemrosesan tinggi (ultra process food) dan makanan yang mentah atau setengah matang.

“Kalau dalam satu piring, sebaiknya isi ¼ bagian untuk karbohidrat, ¼ bagian untuk protein atau lauk pauk, dan sisa ½ bagian untuk sayuran dan buah. Kalau untuk snack, bisa memilih roti gandum dengan selai kacang atau buah apel, kacang-kacangan dan yoghurt,” paparnya.

Dokter Darrel juga menegaskan bahwa sumber gizi utama untuk ibu hamil adalah berasal dari makanan, bukan dari suplemen vitamin. Beberapa jenis vitamin yang dibutuhkan saat kehamilan yakni zat besi, asam folat, dan vitamin D. Selain itu, diperlukan juga konsultasi ke dokter sebelum membeli vitamin untuk mencegah kekurangan atau kelebihan vitamin.

“Untuk vitamin, sumber gizi ibu hamil dari makanannya. Jadi kalau ingin membeli banyak jenis vitamin tapi makanannya enggak bener, itu kurang tepat juga,” imbuhnya.

SEBELUMNYA

Google Drive Uji Coba Search Chips, Fitur Pencarian yang Lebih Andal 

BERIKUTNYA

Simak Beberapa Tips Persiapan Menyusui sejak Masa Kehamilan

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: