Ilutrasi (dok. Unsplash)

Misteri Asal-usul Covid-19 Terlacak

10 October 2021   |   14:15 WIB
Image
Desyinta Nuraini Jurnalis Hypeabis.id

Asal usul virus Covid-19 masih menjadi teka teki. Selama lebih dari setahun, beragam spekulasi muncul mulai dari virus tersebut direkayasa hingga bocor dari laboratorium Wuhan. Terbaru, sebuah studi yang dilakukan para ilmuwan di Amerika Serikat (AS) menyebut bahwa Covid-19 sudah ada hampir satu dekade.

Dr Jonathan Latham, direktur eksekutif proyek sumber daya Biosains AS, mengatakan bahwa Covid-19 kemungkinan telah berevolusi dalam tubuh pekerja tambang China yang terinfeksi selama 9 tahun sebelum pandemi virus ini dimulai.

“Sampel penyakit penambang yang membingungkan ini dikirim ke peneliti virus di Wuhan untuk dipelajari, mereka (virus) mungkin telah kabur ke populasi,” katanya dikutip dari Telegraph, Minggu (10/10/2021).

Latham mengatakan munculnya Covid-19 varian Alpha di Kent, musim gugur lalu membuktikan bahwa virus dapat berevolusi dan dengan cepat mengembangkan sejumlah besar mutasi ketika berada di dalam individu untuk waktu yang lama.

Awal tahun ini, Universitas Cambridge menyimpulkan bahwa varian Alpha yang super-infeksius mungkin berkembang pada satu pasien immunocompromised yang menderita penyakit selama berbulan-bulan.

Oleh karena itu, Latham menyebut kemungkinan terjadi ratusan mutasi dalam tubuh satu penambang untuk berubah menjadi Sars-Cov-2. “Tetapi kami telah mendengar tentang fenomena mengejutkan dari kasus terisolasi dari evolusi yang sangat cepat pada virus di Inggris. Evolusi yang terjadi pada satu individu di Inggris sebanyak yang terjadi pada jutaan infeksi lainnya,” tuturnya. 

Latham dan timnya pun menyimpulkan bahwa evolusi serupa terjadi di dalam paru-paru para penambang setelah penyakit misterius pada 2012 dan berpendapat bahwa virus itu bocor dari sampel medis yang diperoleh dari para penambang yang terinfeksi oleh wabah tersebut.

Adapun pada 2012, enam penambang yang menyekop gua kelelawar di poros tambang Tongguan di Mojiang, Yunnan, sakit parah dengan gejala seperti pneumonia yang memiliki kemiripan yang mencolok dengan Covid-19. Tiga dari mereka meninggal dan yang lainnya dirawat di rumah sakit hingga enam bulan.

Seorang peneliti Tiongkok yang menyelidiki kematian untuk tesis masternya menyimpulkan bahwa mereka mungkin terinfeksi oleh virus corona mirip Sars yang berasal dari kelelawar tapal kuda.

Setahun setelah kematian, para ilmuwan Wuhan menemukan virus bernama RaTG13 di gua yang sama, yang kemudian ditemukan 96 persen cocok dengan Covid-19, tetapi berbeda jenis dari 40 tahun sebelumnya.

Namun, teori baru menunjukkan bahwa evolusi dari virus seperti RaTG13 bisa terjadi jauh lebih cepat di dalam tubuh penambang. “Kami tahu bahwa virus corona beragam dan berlimpah di dekat tambang, dan kami tahu bahwa beberapa penambang menjalani rawat inap yang lama,” tambah Latham.

Para penambang itu diketahui dirawat selama enam bulan. Latham menduga bahwa dalam jangka waktu tersebut, kemungkinan novel coronavirus berevolusi. 

“Kami tahu banyak sampel medis dikirim ke Institut Virologi Wuhan, jadi pertanyaannya adalah apa yang ada di sampel itu, dan apa yang dilakukan dengan virus yang ditemukan?” ucap Latham dengan kecurigaan.  

Para ilmuwan yang menyelidiki asal mula pandemi telah berulang kali meminta perincian urutan virus yang ditempatkan dan dipelajari di Institut Virologi Wuhan. Tetapi database yang berisi rincian sampel diambil secara offline sesaat sebelum pandemi dimulai.

Di sisi lain, Ketua Hurley dalam Pelaporan Urusan Publik di Sekolah Jurnalisme Missouri Alison Young, mengatakan kepada bahwa kebocoran virus berbahaya dari laboratorium biasa terjadi di seluruh dunia, dan sebelumnya telah menyebabkan wabah.

“Di AS pada tahun 2020 dilaporkan ada 134 insiden paparan virus, bakteri, dan racun laboratorium yang diatur oleh pemerintah AS. Kecelakaan dan paparan laboratorium sering terjadi,” tegasnya.

Alison merujuk pada wabah penyakit mulut dan kuku pada 2007 di Inggris yang terjadi setelah limbah bocor dari laboratorium Institut Kesehatan Hewan (IAH) di Pirbright di Surrey serta kebocoran virus Sars asli di Cina. Tapi dia mengatakan banyak kebocoran laboratorium tidak dilaporkan. “Laboratorium tidak suka membocorkan kebocorannya ke publik,” tambahnya.

Editor Fajar Sidik

SEBELUMNYA

Bruno Mars & Anderson .Paak Bakal Rilis Album Debut Silk Sonic 12 November

BERIKUTNYA

Yuk Cek Kepribadian Kamu dari Posisi Tidur Ini

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: