Ilustrasi sepeda motor bebek (dok: Unsplash/Hakan Nural)

9 Cara Merawat Motor Bebek agar Performanya Terjamin

08 October 2021   |   12:36 WIB
Image
Rezha Hadyan Hypeabis.id

Sepeda motor bebek pada dasarnya merupakan sepeda motor yang paling mudah dirawat. Hal tersebut tentu saja tak terlepas dari lomponen mesin dan transmisinya yang lebih sederhana dibandingkan dengan sepeda motor matik atau skuter matik (skutik).

Namun, masih sering ditemukan sepeda motor bebek yang kondisinya jauh dari kata terawat. Knalpotnya mengeluarkan asap berwarna putih yang mengindikasikan kebocoran oli, suara mesinnya kasar, hingga mogok atau mengalami mati mesin di tengah perjalanan. Sebelum menyesal sepeda motor bebek kesayangan mengalami kerusakan, sebaiknya mulailah untuk melakukan perawatan. 

Beberapa perawatan hanya membutuhkan rutinitas dan bukan biaya yang terlalu besar. Daripada kalian harus mengganti suku cadang dalam jumlah besar sebaiknya ikuti beberapa cara merawat sepeda motor bebek dari Suzuki Indonesia ini agar performanya tetap prima. 
 

1. Memanaskan mesin dengan rutin 

Apakah kalian rutin memanaskan motor sebelum berkendara? Jika masih belum, segera agendakan mulai dari sekarang. Meskipun kalian sudah menggunakan motor bebek dengan teknologi fuel injection, memanaskan motor sangatlah penting. 

Hanya saja waktu memanaskannya sedikit berbeda dengan motor bebek yang masih menggunakan sistem karburator. Pada motor injeksi kalian hanya perlu memanaskannya selama satu hingga dua menit sebelum digunakan. 

Sedangkan motor dengan sistem karburator akan lebih baik untuk dipanaskan kurang lebih 5 sampai 10 menit. Tujuannya agar oli mesin dapat naik dan melumasi semua bagian mesin sebelum semua komponen saling bergesekan dengan kasar. 

Cara memanaskan yang benar juga tidak boleh menarik gas terlalu dalam. Cukup gas tipis saja supaya motor menyala dan oli mesin cepat naik. 
 

2. Rutin mengecek kondisi aki 

Kalian yang memiliki motor bebek dengan aki kering pasti jarang untuk mengecek kondisi aki, hal ini karena aki kering lebih awet. Berbeda dengan motor bebek yang masih menggunakan jenis aki basah. 

Rutinitas mengisi ulang air aki sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlangsungan sistem kelistrikan pada motor. Cara merawat motor bebek yang selanjutnya ini sebenarnya tidak mempermasalahkan aki kering dan aki basah.

Kedua jenis aki tersebut yang digunakan pada motor kalian perlu pengecekan secara berkala. kalian harus membersihkan area luar aki dari kerak dan perlu penggantian. Aki biasanya memiliki usia kurang lebih dua tahun, jadi siapkan dana  agar bisa menggantinya. 
 

3. Mengganti oli secara rutin

Ada yang perlu diganti dengan lebih rutin lagi yaitu oli pada motor bebek. Oli menjadi perawatan mesin yang paling utama karena akan melindungi mesin dari gesekan yang terjadi. Penggantian oli biasanya disesuaikan dengan jarak tempuh. 

Semakin sering kalian menggunakan motor, maka penggantian oli bisa kurang dari tiga bulan. Ketika kondisi oli sudah encer, maka harus segera diganti dan pastikan Anda menggunakan oli berkualitas. 

Hindari menggunakan oli bekas atau palsu, jadi untuk menjaga kualitas oli sebaiknya Anda menggantinya di bengkel resmi terdekat. Oli yang kualitasnya menurun dan tidak segera diganti bisa menimbulkan masalah seperti muncul asap hitam dan bau terbakar. 
 

4. Mengecek kualitas busi 

Cara merawat motor bebek yang biasanya paling sering diabaikan adalah mengecek kondisi dari busi motor. Padahal busi berperan penting untuk memantik api sehingga terjadi proses pembakaran di ruang bakar. 

Tanpa busi yang kondisinya masih bagus, Anda akan kesulitan menyalakan kendaraan. Kondisi motor seperti brebet bahkan mati saat perjalanan bisa terjadi kapan saja. 

Sama seperti aki, busi memiliki usia pakai dua tahun ke atas, jika sudah melampaui usia tersebut biasanya akan sering muncul masalah. Ciri busi yang sudah tidak bisa digunakan lagi biasanya adalah warna berubah menghitam yang membuat bensin lebih boros. 

Busi yang kualitasnya masih bagus biasanya berwarna kecoklatan atau merah bata pada bagian elektrodanya. Oleh karena itu ketika terjadi kemacetan pada motor biasanya yang dicek adalah bagian busi terlebih dahulu. 
 

5. Perawatan saringan karburator 

Bagi motor bebek yang masih menggunakan sistem karburator, kalian perlu menambahkan perawatan dari saringan karburatornya. Saringan ini berfungsi untuk sistem pengabutan ketika bahan bakar masuk ke dalam silinder di mesin motor. 

Saringan harus terjaga kebersihannya agar dapat menyaring kotoran yang terbawa oleh bahan bakar. Jika saringan udara ini tidak berfungsi maka ada dua hal yang bisa terjadi. Pertama penggunaan bensin justru menjadi lebih boros. 

Kedua suplai bensin pada silinder mesin justru berkurang atau terhambat. Cara merawat motor bebek pada bagian saringan karburator ini cukup mudah. Yaitu menggunakan semprotan angin saja sehingga kotoran yang menempel dapat menghilang. 
 

6. Mengganti filter oli 

Hampir sama dengan filter karburator, kalian juga wajib merawat filter oli. Biasanya dilakukan pada saat servis rutin. Filter oli berfungsi untuk menyaring oli agar dapat bekerja melumasi seluruh bagian motor secara sempurna. 

Pada saat mesin bergesekan biasanya akan muncul gram hasil dari gesekan antar logam. Ditambah lagi ada juga kotoran dari luar yang mungkin saja masuk karena motor sering melalui area genangan air. 

Jika filter oli sudah kotor maka penyaringan kotoran akan semakin menurun. Kualitas oli yang digunakan pun tidak akan terjamin. Oli bisa saja menjadi lebih encer dan kotoran yang masuk dapat merusak mesin. 

Pastikan kalian menyesuaikan jadwal penggantian filter oli dengan tepat dan jangan sampai terlambat. 
 

7. Membersihkan dan melumasi rantai

Cara merawat motor bebek selanjutnya adalah dengan memperhatikan komponen rantak yang berfungsi untuk menggerakan roda. Tanpa kondisi rantai yang prima maka putaran roda belakang dan depan akan terpengaruh. 

Rantai berbeda dengan CVT belt pada motor matik karena perlu perawatan rutin dengan membersihkan dan memberikan pelumas. Kondisi rantai juga bisa saja kendur sehingga perlu disetel ulang. 

Jangan sampai menunggu rantai mengalami kerusakan, karena jika sudah rusak apalagi putus maka kalian harus menggantinya dengan yang baru. Rantai motor juga memiliki masa pakai, biasanya perlu diganti 5 tahun sekali ketika motor sering digunakan. 
 

8. Mengecek kondisi rem cakram

Komponen pengereman pada motor adalah keamanan yang juga wajib diperhatikan dan dirawat. Rem cakram pada bagian depan lebih sering digunakan dibandingkan rem tromol pada ban belakang. 

Oleh karena itulah kampas rem harus sering dicek apakah masih bisa digunakan atau tidak. Kampas rem cakram akan lebih cepat habis dan harus diganti jika sudah tidak berfungsi lagi. Karena dampaknya adalah pada keselamatan kalian. 
 

9. Mengisi angin ban sepeda motor 

Kondisi ban motor tidak jauh berbeda dari rantai, angin pada ban dapat berkurang dengan cepat, khususnya pada kondisi cuaca dingin. Terutama jika kalian jarang menggunakan motor, angin pada ban harus terus di cek dan diisi. 

Pastikan bahwa tekanan angin pada ban ada di ukuran yang tepat yaitu 26 psi. Ban yang terisi dengan angin yang pas membuat kalian lebih nyaman berkendara dan tidak mudah bocor. 

Selain mengisi angin, kalian juga harus mengganti ban sebelum terlalu gundul. Ban yang sudah halus akan sangat licin ketika motor dikendarai dan bisa menimbulkan kecelakaan. 

Editor: Fajar Sidik

SEBELUMNYA

Kinclong, Ini Cara Mudah Membersihkan Mesin Motor

BERIKUTNYA

Yayan Ruhian Akan Adu Akting dengan Bill Skarsgård & Samara Weaving di Boy Kills World

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: