Ilustrasi pesan antar makanan (dok. Grab)

Pelaku Kuliner di GrabFood Naik 65% selama Pandemi

01 October 2021   |   20:43 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Genhype tentu pernahkan memesan makanan melalui aplikasi layanan pesan-antar makanan? Ya, selama masa pandemi ini pemesanan makanan melalui aplikasi mengalami kenaikan. Apalagi dengan adanya aturan pembatasan sosial yang membuat banyak orang menghabiskan waktu di rumah sehingga aktivitas untuk makanan ke restoran atau ke luar rumah menjadi lebih sedikit.

Namun di sisi lain, kebutuhan untuk menikmati makanan yang lezat dan enak tidak berkurang sehingga memilih menggunakan layanan pengiriman makanan.

Apalagi, berdasarkan perkiraan euromonitor Internasional dari penelitian dan wawncara dengan para pemain pasar terkemuka di industri makanan siap saji pada Mei 2021 yang dikutip dari laporan Tren F&B yang diluncurkan Grab berkolaborasi dengan NielsenIQ , pengeluaran pengiriman makanan di Indonesia menyumbang sekitar US$3,3 miliar. 

Hal ini tentu saja mendorong para pelaku usaha kuliner untuk memutuskan mengadopsi bisnisnya ke ranah digital dengan bergabung sebagai tenant di layanan pesan antar makana seperti GrabFood sebagai strategi untuk mempertahankan bisnisnya. 

Berdasarkan data dari  Laporan Tren F&B tersebut ditemukan juga bahwa jumlah pelaku usaha kuliner aktif bulanan di GrabFood pada 2020 bertumbuh lebih dari 65% dibandingkan 2019 lalu. 

Bukan tanpa alasan, sebab banyak diantara pelaku usaha F&B yang bergabung di layanan pesan antar makanan mengalami kenaikan penjualan. Seperti para pelaku usaha F&B yang bergabung dengan GrabFood pada 2020, mengalami kenaikan total penjualan hingga 50% meski dengan adanya aturan pembatasan makan di tempat. 

“Sebanyak 95% bisnis F&B mengatakan pengiriman makanan sangatlah penting dan 38% diantaranya mengatakan bahwa mereka bergantung pada layanan pesan antar makanan untuk bisa bertahan,” tulis laporan tersebut.

Menariknya lagi, pada masa pandemi ini tidak sedikit konsumen yang memesan makanan untuk seluruh anggota keluarga sehingga menyebabkan terjadinya kenaikan nilai pesanan. Rata-rata jumlah pembelanjaan konsumen di tahun 2020 mencapai di atas Rp71.000.

Editor: Fajar Sidik

SEBELUMNYA

Microsoft Rilis Mouse Unik Dibuat dari Plastik Daur Ulang Sampah Laut

BERIKUTNYA

Proffee, Cara Asyik & Sehat Minum Kopi

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga: