10 Tren Pesta Pernikahan 2026 yang Makin Dreamy & Personal
22 January 2026 |
15:10 WIB
Industri pernikahan terus berevolusi mengikuti cara generasi muda memaknai cinta dan komitmen. Memasuki 2026, pernikahan bukan hanya dilihat dari kemewahan acaranya tetapi dari pengalaman yang emosional dan estetika yang lebih personal.
Menangkap perubahan ini, Bridestory memperkenalkan tema pernikahan 2026 bertajuk Petal Dreamscapes, sebuah eksplorasi estetika romantis dan organik yang dreamy. Tema ini memadukan kelembutan floral dengan sentuhan modern, menciptakan suasana pernikahan yang terasa seperti di dunia mimpi.
Baca juga: 4 Tip Memilih Wedding Organizer untuk Pesta Pernikahan Idaman
Tak hanya berhenti pada konsep visual, Bridestory juga merilis Wedding Survey Report 2025 yang melibatkan 5.000 calon pengantin, memberikan gambaran utuh tentang bagaimana pasangan masa kini merencanakan hari bahagianya.
Berikut 10 tren pernikahan 2026 versi Bridestory yang bisa jadi referensi calon pengantin.
Tema Petal Dreamscapes menandai pergeseran besar dalam tren pernikahan. Alih-alih fokus pada dekorasi yang megah, konsep ini mengajak pasangan menghadirkan suasana yang emosional dan penuh makna. Setiap detail dirancang agar terasa mengalir lembut, seperti kelopak bunga yang tertiup angin.
“Petal Dreamscapes bukan sekadar konsep visual, melainkan perwujudan dari kisah cinta yang lembut, intim, dan penuh mimpi,” ujar Natasza Kurniawan, Head of Marketing Bridestory.
Bunga masih menjadi elemen utama, tetapi tampil dengan pendekatan berbeda. Pada 2026, dekorasi bunga tidak lagi simetris atau terlalu rapi, melainkan lebih ekspresif dan imajinatif.
Komposisi yang tidak konvensional justru menciptakan kesan romantis yang terasa hidup. Pendekatan ini memperkuat kesan bahwa dekorasi pernikahan kini berfungsi sebagai medium bercerita, bukan sekadar pelengkap visual.
Bridestory memperkenalkan Charming Champagne sebagai warna pernikahan 2026. Rona keemasan hangat dengan sentuhan putih gading ini memancarkan kesan elegan, modern, dan timeless dalam waktu bersamaan. Warna ini dinilai fleksibel untuk berbagai konsep, dari klasik hingga modern minimalis.
“Charming Champagne merepresentasikan kematangan cinta, keintiman, serta kilau kebahagiaan yang halus,” jelas Natasza.
Tren dekorasi 2026 mengedepankan kedalaman visual. Pencahayaan lembut, dekorasi dengan teknik layering, hingga nuansa old-world romance digunakan untuk menciptakan atmosfer yang dramatis namun tetap hangat. Hasilnya, ruang pernikahan tak hanya terlihat indah, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang immersive bagi tamu undangan.
Gaun pengantin 2026 hadir dengan siluet yang tegas dan bersih. Gaya minimalis modern dengan sentuhan arsitektural menjadi pilihan banyak calon pengantin, terutama mereka yang ingin tampil elegan tanpa detail berlebihan. Meski sederhana, esensi feminin tetap dipertahankan melalui potongan yang lembut dan proporsi yang seimbang. Begitu pula dengan pilihan sepatunya.
Kue pengantin tak lagi harus bertingkat dan penuh ornamen klasik. Tahun 2026, kue tampil dalam bentuk geometris dan abstrak, menjadikannya bagian dari elemen artistik pernikahan. Pendekatan ini sejalan dengan tema Petal Dreamscapes yang menekankan kebebasan berekspresi dan estetika yang tidak kaku.
Sebagai representasi visual Petal Dreamscapes, Bridestory menunjuk Syifa Hadju sebagai muse. Persona Syifa yang lembut, romantis, namun modern dianggap mencerminkan karakter calon pengantin masa kini.
“Syifa Hadju merefleksikan esensi utama tema ini yakni feminin, ekspresif akan perasaannya, dan memancarkan keindahan yang natural. Karakter wajahnya yang soft, personalitasnya yang hangat, serta gaya pribadinya yang dikenal elegan menjadikannya simbol sempurna dari dunia floral yang puitis, imajinatif dan ethereal,” jelas Natasza.
Berdasarkan survei Bridestory, produk digital semakin esensial dalam pernikahan. Sebanyak 91% responden menggunakan undangan dan buku tamu digital, sementara 56% membuat wedding website untuk berbagi cerita pernikahan mereka.
Menjawab kebutuhan ini, Bridestory menghadirkan SayYes RSVP, platform digital yang memudahkan manajemen tamu, RSVP real-time, hingga QR check-in dalam satu tautan.
Meski tren intimate wedding terus meningkat, ballroom hotel masih dipilih oleh 48,6 persen calon pengantin karena menawarkan kesan mewah dan kapasitas besar. Namun, minat pada venue outdoor seperti taman dan pantai juga terus tumbuh, terutama bagi pasangan yang menginginkan suasana lebih santai. Hal ini menunjukkan fleksibilitas pasangan dalam menyesuaikan konsep dengan gaya hidup mereka.
Mayoritas calon pengantin 2026 menyiapkan anggaran Rp250–500 juta, dengan waktu persiapan lebih dari 12 bulan. Proses panjang ini dilakukan demi memastikan pemilihan vendor, penyusunan anggaran, hingga implementasi tema berjalan sesuai harapan.
“Data ini membantu kami dan para vendor memahami bagaimana pasangan masa kini mengambil keputusan dan apa yang mereka anggap penting dalam pernikahan,” tutur Natasza.
Selain insight, inspirasi, dan inovasi produk terbaru, Bridestory pun kembali menjalankan komitmen untuk menghubungkan calon pengantin dengan vendor pernikahan yang tepat melalui gelaran beberapa event tahunan rutin seperti Bridestory Market dan Bridestory Fair.
Sepanjang 2026, akan ada 3 event pameran yang menghadirkan ratusan booth vendor, yaitu Bridestory Market pada 12-15 Februari 2026 dan 3-6 September 2026 di ICE BSD serta Bridestory Fair di 5-7 Juni 2026 di JICC, Senayan.
Calon pengantin dapat menemukan beragam inspirasi, booth vendor, serta promo dan penawaran spesial untuk memenuhi semua kebutuhan pernikahan mereka secara praktis di satu tempat.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Menangkap perubahan ini, Bridestory memperkenalkan tema pernikahan 2026 bertajuk Petal Dreamscapes, sebuah eksplorasi estetika romantis dan organik yang dreamy. Tema ini memadukan kelembutan floral dengan sentuhan modern, menciptakan suasana pernikahan yang terasa seperti di dunia mimpi.
Baca juga: 4 Tip Memilih Wedding Organizer untuk Pesta Pernikahan Idaman
Tak hanya berhenti pada konsep visual, Bridestory juga merilis Wedding Survey Report 2025 yang melibatkan 5.000 calon pengantin, memberikan gambaran utuh tentang bagaimana pasangan masa kini merencanakan hari bahagianya.
Berikut 10 tren pernikahan 2026 versi Bridestory yang bisa jadi referensi calon pengantin.
1. Hadirkan Suasana Lebih Intim dan Emosional
Tema Petal Dreamscapes menandai pergeseran besar dalam tren pernikahan. Alih-alih fokus pada dekorasi yang megah, konsep ini mengajak pasangan menghadirkan suasana yang emosional dan penuh makna. Setiap detail dirancang agar terasa mengalir lembut, seperti kelopak bunga yang tertiup angin.“Petal Dreamscapes bukan sekadar konsep visual, melainkan perwujudan dari kisah cinta yang lembut, intim, dan penuh mimpi,” ujar Natasza Kurniawan, Head of Marketing Bridestory.
2. Floral Hadir Lebih Artistik dan Organik

Table Setting (Sumber foto: BrideStory)
Bunga masih menjadi elemen utama, tetapi tampil dengan pendekatan berbeda. Pada 2026, dekorasi bunga tidak lagi simetris atau terlalu rapi, melainkan lebih ekspresif dan imajinatif.
Komposisi yang tidak konvensional justru menciptakan kesan romantis yang terasa hidup. Pendekatan ini memperkuat kesan bahwa dekorasi pernikahan kini berfungsi sebagai medium bercerita, bukan sekadar pelengkap visual.
3. Charming Champagne Jadi Warna Pernikahan 2026
_crop.jpg)
Tren warna Charming Campagne. (Sumber foto: Bridestory)
“Charming Champagne merepresentasikan kematangan cinta, keintiman, serta kilau kebahagiaan yang halus,” jelas Natasza.
4. Dekorasi Lebih Dramatis dengan Sentuhan Old-World Romance
Tren dekorasi 2026 mengedepankan kedalaman visual. Pencahayaan lembut, dekorasi dengan teknik layering, hingga nuansa old-world romance digunakan untuk menciptakan atmosfer yang dramatis namun tetap hangat. Hasilnya, ruang pernikahan tak hanya terlihat indah, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang immersive bagi tamu undangan.
5. Gaun Pengantin Minimalis Modern Jadi Favorit

Gaya minimalis modern Syifa Hajdu. (Sumber foto: Bridestory)
6. Kue Pengantin Jadi Karya Seni

Wedding cake (Sumber foto: Bridestory)
7. Syifa Hadju Jadi Wajah Pernikahan 2026
Sebagai representasi visual Petal Dreamscapes, Bridestory menunjuk Syifa Hadju sebagai muse. Persona Syifa yang lembut, romantis, namun modern dianggap mencerminkan karakter calon pengantin masa kini.“Syifa Hadju merefleksikan esensi utama tema ini yakni feminin, ekspresif akan perasaannya, dan memancarkan keindahan yang natural. Karakter wajahnya yang soft, personalitasnya yang hangat, serta gaya pribadinya yang dikenal elegan menjadikannya simbol sempurna dari dunia floral yang puitis, imajinatif dan ethereal,” jelas Natasza.
8. Digital Wedding Jadi Kebutuhan Utama
Berdasarkan survei Bridestory, produk digital semakin esensial dalam pernikahan. Sebanyak 91% responden menggunakan undangan dan buku tamu digital, sementara 56% membuat wedding website untuk berbagi cerita pernikahan mereka.Menjawab kebutuhan ini, Bridestory menghadirkan SayYes RSVP, platform digital yang memudahkan manajemen tamu, RSVP real-time, hingga QR check-in dalam satu tautan.
9. Ballroom Hotel Masih Jadi Venue Favorit
Meski tren intimate wedding terus meningkat, ballroom hotel masih dipilih oleh 48,6 persen calon pengantin karena menawarkan kesan mewah dan kapasitas besar. Namun, minat pada venue outdoor seperti taman dan pantai juga terus tumbuh, terutama bagi pasangan yang menginginkan suasana lebih santai. Hal ini menunjukkan fleksibilitas pasangan dalam menyesuaikan konsep dengan gaya hidup mereka.
10. Budget & Waktu Persiapan Makin Matang
Mayoritas calon pengantin 2026 menyiapkan anggaran Rp250–500 juta, dengan waktu persiapan lebih dari 12 bulan. Proses panjang ini dilakukan demi memastikan pemilihan vendor, penyusunan anggaran, hingga implementasi tema berjalan sesuai harapan.“Data ini membantu kami dan para vendor memahami bagaimana pasangan masa kini mengambil keputusan dan apa yang mereka anggap penting dalam pernikahan,” tutur Natasza.
Selain insight, inspirasi, dan inovasi produk terbaru, Bridestory pun kembali menjalankan komitmen untuk menghubungkan calon pengantin dengan vendor pernikahan yang tepat melalui gelaran beberapa event tahunan rutin seperti Bridestory Market dan Bridestory Fair.
Sepanjang 2026, akan ada 3 event pameran yang menghadirkan ratusan booth vendor, yaitu Bridestory Market pada 12-15 Februari 2026 dan 3-6 September 2026 di ICE BSD serta Bridestory Fair di 5-7 Juni 2026 di JICC, Senayan.
Calon pengantin dapat menemukan beragam inspirasi, booth vendor, serta promo dan penawaran spesial untuk memenuhi semua kebutuhan pernikahan mereka secara praktis di satu tempat.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.