Hidangan lobster. (Sumber Gambar: Pexels/Louis Hansel)

Inggris Larang Perebusan Lobster Hidup lewat Klarifikasi UU Kesejahteraan Hewan

05 January 2026   |   15:37 WIB
Image
Aira Shakuntala Wardhana Mahasiswa Universitas Bina Nusantara

Pemerintah Inggris resmi melarang praktik merebus lobster hidup lewat klarifikasi undang-undang kesejahteraan hewan. Dilansir VegOut, keputusan ini menandai perubahan signifikan atas praktik umum di restoran dan industri makanan laut, dengan penegakan hukum di tangan otoritas lokal dan inspektur terkait.

Larangan ini lahir dari advokasi panjang organisasi kesejahteraan hewan, khususnya Animal Law Foundation, yang menilai praktik tersebut sebenarnya sudah ilegal sejak 2022. Pada tahun itu, Inggris mengesahkan Animal Welfare (Sentience) Act yang mengakui krustasea decapoda, termasuk lobster dan kepiting, sebagai makhluk sadar yang mampu merasakan sakit.

Baca juga: 4 Cara Merawat Hewan Peliharaan di Rumah agar Terhindari dari Sakit & Stres

Namun, pemerintah sempat berpendapat bahwa pengakuan tersebut tidak otomatis mengubah praktik industri. Pandangan ini kemudian digugat oleh Animal Law Foundation, yang menegaskan bahwa aturan larangan rasa sakit dan penderitaan yang dapat dihindari seharusnya langsung berlaku setelah status kesadaran ditetapkan secara hukum.

Perubahan posisi hukum ini diperkuat oleh bukti ilmiah yang kian solid. Tinjauan komprehensif pada 2021 atas pesanan pemerintah Inggris mengkaji lebih dari 300 studi dan menyimpulkan bahwa krustasea decapoda memiliki bukti kuat kesadaran.

Penilaian dilakukan menggunakan delapan kriteria kemampuan merasakan sakit, mulai dari keberadaan reseptor nyeri, pemrosesan saraf terintegrasi, hingga respons perilaku yang melampaui refleks. Hasilnya menunjukkan krustasea mampu belajar menghindari lokasi cedera, menghargai pereda nyeri, serta menampilkan tanda kecemasan dan stres fisiologis yang terukur.

Sejumlah studi memperkuat temuan tersebut. Udang air tawar yang terpapar kejutan listrik menunjukkan perilaku menghindar dan bersembunyi, yang mereda setelah diberi obat anti-kecemasan, menyerupai respons kecemasan pada mamalia.

Penelitian lain juga mencatat lobster dan kepiting bereaksi terhadap opioid seperti morfin secara mirip dengan vertebrata, menandakan sistem pemrosesan nyeri yang kompleks. Dalam proses perebusan, lobster diketahui berjuang keras selama sekitar dua menit sebelum berhenti bergerak, sebuah respons yang kini dipahami sebagai tanda penderitaan nyata.
 

Kekhawatiran Industri dan Respons Publik

Industri perikanan laut menyuarakan kekhawatiran terkait biaya dan logistik penerapan aturan baru. Asosiasi Kerang Inggris Raya memperingatkan bahwa investasi sekitar 3.500 poundsterling untuk peralatan pemingsanan listrik dapat mendorong sebagian pelaku usaha beralih ke impor seafood beku. Kritikus juga mempertanyakan kesiapan restoran untuk mematuhi protokol baru tanpa mencari jalan pintas.

Namun, para pendukung kesejahteraan hewan menyambut kebijakan ini sebagai langkah penting dan lama dinantikan. Pendiri Animal Law Foundation, Edie Bowles, menyebutnya sebagai perlindungan vital yang akhirnya menyelaraskan hukum dengan praktik nyata. Dengan keputusan ini, Inggris bergabung dengan Swiss, Norwegia, dan Selandia Baru yang telah lebih dulu melarang perebusan krustasea hidup.

Larangan ini merupakan bagian dari strategi kesejahteraan hewan yang lebih luas yang diumumkan pemerintah Inggris pada Desember 2024. Paket tersebut mencakup potensi larangan perburuan dengan anjing pelacak, kandang baterai untuk ayam petelur, kandang melahirkan untuk babi, serta pelarangan pembungkusan hidup krustasea dengan plastik.

Pengakuan terhadap kesadaran krustasea juga membuka diskusi lebih luas tentang perlakuan terhadap sekitar 420 juta kepiting, lobster, udang, dan langoustine yang ditangkap setiap tahun di perairan Inggris. Meski fokus saat ini masih pada metode pembunuhan, kebijakan masa depan terkait penangkapan, transportasi, dan penanganan kemungkinan akan ikut terdampak.

Bagi restoran, penjual ikan, dan konsumen rumahan, pesan pemerintah kini tegas: lobster merasakan sakit, dan hukum mewajibkan perlakuan yang manusiawi sesuai dengan kenyataan tersebut. Praktik melempar lobster hidup ke air mendidih tanpa mempertimbangkan penderitaan mereka kini resmi menjadi bagian dari masa lalu di Inggris.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News
 

SEBELUMNYA

6 Kota Kuno yang Hilang dari Peradaban & Belum Ditemukan

BERIKUTNYA

Akvitas Sederhana yang Dapat Menurunkan Risiko Demensia hingga 76 Persen

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga