Gelombang Panas & Udara Kotor, Tantangan Baru untuk Kesehatan Kulit
25 November 2025 |
14:00 WIB
Perubahan iklim tak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga pada tubuh manusia terutama kulit. Gelombang panas, cuaca tak menentu, hingga polusi udara kini menuntut cara baru dalam merawat kulit agar tetap sehat dan terlindungi. Di tengah kondisi bumi yang terus berubah, menjaga kulit berarti juga menjaga kualitas hidup kita.
Kehidupan sehari-hari semakin terasa dampaknya akibat perubahan iklim. Gejala seperti gelombang panas yang lebih sering muncul, mekarnya bunga sakura lebih awal dari biasanya, hingga turunnya salju secara tiba-tiba menjadi tanda bahwa bumi sedang mengalami perubahan besar.
Baca juga: Ini Pengertian & Cara Tepat Memilih Angka SPF pada Sunscreen
Dalam kondisi cuaca yang semakin panas, merawat diri sendiri menjadi sama pentingnya dengan menjaga lingkungan. Alam dan manusia saling berkaitan, sehingga perubahan iklim tak hanya soal cuaca tetapi juga kesehatan kita, terutama kesehatan kulit.
Kulit adalah organ terbesar dalam tubuh manusia dan merupakan bagian yang paling sering terpapar lingkungan. Maka tidak heran jika perubahan iklim dapat mengubah cara kita merawat kulit. Dokter kulit sekaligus pendiri Unity Skincare, Allison Leer, mengatakan bahwa “kondisi cuaca ekstrem bisa memicu berbagai masalah, mulai dari dehidrasi hingga kulit terbakar.” Ia juga menambahkan bahwa polusi udara serta faktor lingkungan lain dapat memperburuk kondisi kulit.
Melansir Healthline, perubahan iklim memengaruhi kulit melalui berbagai cara. Penipisan lapisan ozon membuat radiasi UV semakin tinggi, sehingga risiko kanker kulit seperti melanoma ikut meningkat. WHO bahkan mencatat jutaan kasus kanker kulit setiap tahunnya.
Penyebab utama penipisan ozon berasal dari penggunaan CFC dan bahan kimia berbahaya yang banyak ditemukan dalam produk rumah tangga. Selain itu, polusi dari bahan bakar fosil membawa partikel kecil yang bisa masuk ke kulit dan memperparah masalah jerawat, iritasi, serta penuaan dini.
Suhu yang tinggi juga membuat produksi keringat dan minyak meningkat, sehingga pH kulit berubah dan jerawat lebih mudah muncul. Pada beberapa orang, kondisi kulit seperti eksim dan psoriasis bisa kambuh lebih parah saat udara panas dan lembap. Perubahan iklim yang menyebabkan banjir dan penyebaran penyakit menular juga dapat berdampak pada kesehatan kulit.
Cara Melindungi Kulit dari Dampak Perubahan Iklim
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Kehidupan sehari-hari semakin terasa dampaknya akibat perubahan iklim. Gejala seperti gelombang panas yang lebih sering muncul, mekarnya bunga sakura lebih awal dari biasanya, hingga turunnya salju secara tiba-tiba menjadi tanda bahwa bumi sedang mengalami perubahan besar.
Baca juga: Ini Pengertian & Cara Tepat Memilih Angka SPF pada Sunscreen
Dalam kondisi cuaca yang semakin panas, merawat diri sendiri menjadi sama pentingnya dengan menjaga lingkungan. Alam dan manusia saling berkaitan, sehingga perubahan iklim tak hanya soal cuaca tetapi juga kesehatan kita, terutama kesehatan kulit.
Kulit adalah organ terbesar dalam tubuh manusia dan merupakan bagian yang paling sering terpapar lingkungan. Maka tidak heran jika perubahan iklim dapat mengubah cara kita merawat kulit. Dokter kulit sekaligus pendiri Unity Skincare, Allison Leer, mengatakan bahwa “kondisi cuaca ekstrem bisa memicu berbagai masalah, mulai dari dehidrasi hingga kulit terbakar.” Ia juga menambahkan bahwa polusi udara serta faktor lingkungan lain dapat memperburuk kondisi kulit.
Melansir Healthline, perubahan iklim memengaruhi kulit melalui berbagai cara. Penipisan lapisan ozon membuat radiasi UV semakin tinggi, sehingga risiko kanker kulit seperti melanoma ikut meningkat. WHO bahkan mencatat jutaan kasus kanker kulit setiap tahunnya.
Penyebab utama penipisan ozon berasal dari penggunaan CFC dan bahan kimia berbahaya yang banyak ditemukan dalam produk rumah tangga. Selain itu, polusi dari bahan bakar fosil membawa partikel kecil yang bisa masuk ke kulit dan memperparah masalah jerawat, iritasi, serta penuaan dini.
Suhu yang tinggi juga membuat produksi keringat dan minyak meningkat, sehingga pH kulit berubah dan jerawat lebih mudah muncul. Pada beberapa orang, kondisi kulit seperti eksim dan psoriasis bisa kambuh lebih parah saat udara panas dan lembap. Perubahan iklim yang menyebabkan banjir dan penyebaran penyakit menular juga dapat berdampak pada kesehatan kulit.
Cara Melindungi Kulit dari Dampak Perubahan Iklim
- Gunakan sunscreen dengan SPF minimal 30, bahkan saat cuaca mendung atau hanya berada di luar sebentar. Pilih sunscreen yang ramah lingkungan agar tidak merusak ekosistem laut.
- Hindari paparan sinar matahari langsung pada pukul 10.00–16.00. Jika harus beraktivitas di luar, gunakan sunscreen secara rutin setiap 60–90 menit.
- Periksa kualitas udara sebelum beraktivitas di luar ruangan. Jika memungkinkan, gunakan air purifier di rumah untuk menjaga kesehatan kulit dan pernapasan.
- Jaga hidrasi tubuh. Minum cukup air agar kulit tetap elastis. Gunakan botol minum yang bisa dipakai ulang untuk mengurangi sampah plastik.
- Konsumsi makanan kaya vitamin C, E, dan antioksidan seperti wortel, bayam, blueberry, dan semangka. Nutrisi ini membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas.
- Pertimbangkan vitamin dan suplemen seperti probiotik, karena kesehatan sistem pencernaan berkaitan erat dengan kesehatan kulit.
- Gunakan pakaian pelindung dan topi bertepi lebar saat berada di bawah matahari. Pilih pakaian dengan UPF (ultraviolet protection factor) minimal 30 untuk perlindungan ekstra.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.