Wagub DKI Jakarta Rano Karno saat menghadiri Jakarta IP Market 2025 (sumber : JIPM)

Jakarta IP Market 2025 Tegaskan Ibu Kota sebagai Hub Perdagangan Kekayaan Intelektual

22 November 2025   |   19:16 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Jakarta kian menegaskan posisinya sebagai pusat perdagangan kekayaan intelektual (IP) strategis di Asia Tenggara. Hal itu terlihat dari gelaran Jakarta IP Market 2025 yang menghadirkan puluhan pemilik IP lokal dan internasional, brand global, serta investor yang melihat kota ini sebagai hub pertemuan, kolaborasi, dan ekspansi bisnis IP.

Perhelatan Jakarta IP Market (JIPM) 2025 menghadirkan 28 perusahaan IP creative dengan lebih dari 100 IP lokal dan internasional. Sejumlah nama besar seperti Nickelodeon, TOEI, hingga SEGA tampil berdampingan dengan kreator dan studio lokal yang memperkenalkan IP populer mereka.

Baca juga: Wagub Rano Karno Dorong Media Perkuat Narasi Hijau Menuju Jakarta Kota Global

Selama dua hari penyelenggaraan pada 18–19 November 2025, ajang ini menjadi wadah interaksi intens bagi para pelaku industri lisensi. Beragam aktivitas berlangsung mulai dari sesi pitching, business matching antara pemilik IP dan calon mitra, hingga diskusi panel yang membahas tren IP global, strategi komersialisasi, serta peluang monetisasi di berbagai sektor.

Para pembicara dari perusahaan dan institusi terkemuka turut membagikan perspektif mereka mengenai posisi Indonesia dalam peta industri IP regional. Mereka menilai bahwa Indonesia—khususnya Jakarta—tengah berada pada momentum penting untuk memainkan peran yang lebih besar dalam rantai nilai industri IP Asia Tenggara.

Kekuatan tersebut didorong oleh kombinasi potensi kreatif yang terus berkembang, pertumbuhan sektor manufaktur yang mendukung produksi berbasis IP, serta meningkatnya minat brand internasional terhadap pasar lokal. Keseluruhan faktor ini membuat ekosistem IP nasional semakin diperhitungkan di tingkat regional maupun global.

Mochtar Sarman, Chairman Jakarta IP Market 2025 menyebut bahwa geliat ini adalah sinyal penting bagi masa depan industri kreatif Indonesia. “Potensi kreator dan brand lokal semakin diakui, dan Jakarta siap mengambil peran sebagai pusat pertemuan, kolaborasi, dan perdagangan IP di Asia Tenggara,” ujarnya.

Jakarta IP Market sendiri hadir untuk menjembatani para kreator untuk bisa mengikuti pertemuan bisnis terjadwal, bertukar ide dengan praktisi global, serta memahami tren lisensi yang berkembang di berbagai negara.

Selain itu, kehadiran praktisi internasional juga akan memberi pengetahun bagi IP lokal menuju pasar global. "Kehadiran mereka memperkaya wawasan peserta dalam memahami tren lisensi global dan strategi ekspansi pasar," tuturnya. 

Hal senada disampaikan Ricky Pesik, Ketua Dewan Pengawas Komite Ekraf Jakarta (KE JKT) yang menilai JIPM sebagai platform strategis untuk memperkuat struktur ekonomi kreatif.

“Jakarta IP Market 2025 bukan hanya tempat bertemunya pemilik lisensi dan pelaku pasar, tetapi wadah kolaborasi nyata antara kreator, brand, manufaktur, dan investor. Kami bangga melihat banyak peluang kerja sama yang terbangun selama acara berlangsung.”

Tahun ini, Jakarta IP Market mencatat kehadiran 1.138 peserta yang terdiri dari brand, agensi, manufaktur, media, hingga pusat perbelanjaan. Angka tersebut memperlihatkan tingginya minat terhadap pasar lisensi Indonesia, sekaligus menegaskan bahwa Jakarta semakin solid sebagai pemain utama dalam lanskap perdagangan IP global.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Wagub Rano Karno Dorong Media Perkuat Narasi Hijau Menuju Jakarta Kota Global

BERIKUTNYA

Fenomena Collective Abandonment: Ketika Manusia Lebih Memilih AI daripada Sesama

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga