Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, saat memberi sambutan di Aksi Tanam Pohon bertajuk “Merawat Masa Depan”. (Sumber foto: Hypeabis.id/Himawan L. Nugraha))

Wagub Rano Karno Dorong Media Perkuat Narasi Hijau Menuju Jakarta Kota Global

21 November 2025   |   11:49 WIB
Image
Prasetyo Agung Ginanjar Jurnalis Hypeabis.id

Jakarta tengah memasuki babak baru dalam perjalanan sejarahnya. Meski tak lagi menyandang status sebagai ibu kota negara secara de facto, kota ini mulai memantapkan identitasnya sebagai pusat ekonomi nasional dan pemain penting dalam jaringan kota global.

Transformasi ini menandai perubahan peran Jakarta—dari pusat pemerintahan, menjadi motor ekonomi yang menggerakkan berbagai sektor strategis Indonesia.

Kendati tak lagi menjadi ibu kota, Jakarta tidak kehilangan daya tarik maupun ritmenya. Justru sebaliknya, kota yang dulu dikenal sebagai Batavia ini bersiap mengukuhkan diri sebagai kota global yang dinamis, kompetitif, dan terus bertumbuh. Dengan infrastruktur yang semakin modern serta peran ekonomi yang tak tergantikan, Jakarta diproyeksikan tetap menjadi pusat aktivitas bisnis, budaya, dan inovasi di masa mendatang.

Baca juga: Jelang Empat Dekade Perjalanan, Bisnis Indonesia Gelar Aksi Tanam Pohon “Merawat Masa Depan”

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno mengatakan langkah menuju kota global tidak dapat dilepaskan dari upaya membuat Jakarta lebih hijau dan berkelanjutan. Pasalnya, kualitas lingkungan, termasuk kemampuan menekan emisi merupakan syarat utama kota berkelas dunia.

"Jakarta ini secara undang-undang harus punya 20 persen ruang terbuka hijau, sementara sekarang baru 6 persen,” katanya saat membuka acara Aksi Tanam Pohon bertajuk Merawat Masa Depan yang dihelat Bisnis Indonesia, di Taman Menteng, Jakarta, Jumat (21/11/25).

Rano menegaskan bahwa penghijauan adalah fondasi penting menuju 2027, momentum saat Jakarta berusia lima abad sekaligus menegaskan posisinya sebagai kota global. Kondisi tersebut membuat Pemprov DKI harus bergerak cepat merehabilitasi dan menyatukan sejumlah ruang terbuka di berbagai titik.

Rehabilitasi ini bukan tanpa tantangan, terutama karena harus memindahkan sejumlah warga yang sudah lama berusaha di area taman tersebut. Namun, dia menilai pengorbanan itu perlu untuk memastikan Jakarta memiliki ruang hijau yang layak bagi kota berkelas dunia.

Dia menjelaskan bahwa penghijauan tidak hanya diukur dari jumlah pohon, tetapi juga dari upaya menghidupkan kembali ekosistem kota. Karena itu, Pemprov DKI kini menanam banyak pohon buah agar burung dan fauna urban kembali hadir dan menciptakan keseimbangan lingkungan.

“Kita bayangkan saja, suara burung itu sekarang hampir tidak ada. Dengan menanam tanaman buah, selain hijau, kita juga menghidupkan ekosistem lain,” ujarnya. Menurutnya, keberadaan fauna merupakan indikator penting sebuah kota yang sehat.

Langkah penghijauan itu menjadi bagian dari gerakan besar bertajuk Satgas Jaga Jakarta, sebuah inisiatif untuk melibatkan RT, RW, lurah, dan camat agar aktif menjaga lingkungan tanpa perlu menunggu instruksi. Menurutnya, partisipasi warga adalah kunci keberhasilan kota global.

Contohnya, penanganan pohon rawan tumbang kini tidak lagi harus menunggu izin berbelit. RT dan RW diperbolehkan menebang atau merapikan pohon berisiko, terutama di kampung-kampung yang sulit dijangkau petugas dinas. Pola kerja baru ini dinilai lebih responsif dan sesuai karakter Jakarta.

Rano juga mengingatkan bahwa selain penghijauan, keselamatan kota harus diperkuat. Hampir 95 persen kebakaran di Jakarta, katanya, disebabkan korsleting listrik, dan kondisi itu harus diperbaiki melalui edukasi serta pemeriksaan rutin instalasi oleh satgas khusus.

Dia menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan media, termasuk Bisnis Indonesia sebagai penyelenggara kegiatan penanaman pohon, sangat penting dalam mengedukasi masyarakat. Media dianggap memiliki peran strategis untuk mendorong kesadaran publik mengenai arah pembangunan Jakarta sebagai kota global.

“Kami sangat sadar, Jakarta ini memerlukan media, media juga membutuhkan kami. Mari, ini waktunya kita melakukan kolaborasi,” imbuhnya.
 

Aksi Tanam Pohon Bisnis Indonesia Group bertajuk

Aksi Tanam Pohon Bisnis Indonesia Group bertajuk "Merawat Masa Depan" di Taman Menteng, Jakarta, Jumat (21/11/2025). (Sumber foto: Hypeabis.id/Himawan L. Nugraha)

Setali tiga uang, Pemimpin Redaksi dan Direktur Pemberitaan Bisnis Indonesia, Maria Y. Benyamin mengatakan kegiatan tanam pohon ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat aksi iklim berbasis hutan, terutama dalam mendorong pengurangan emisi.

Indonesia, paparnya, tengah mengakselerasi FOLU Net Sink 2030, strategi penurunan emisi yang menempatkan sektor kehutanan sebagai kontributor terbesar melalui kebijakan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) dan berbagai program reforestasi nasional.

"Melalui aksi ini, Bisnis Indonesia menegaskan komitmennya untuk mendukung keberlanjutan dan menjadi bagian dari upaya bersama menjaga kualitas lingkungan. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong semakin banyak pihak mengambil peran aktif dalam pelestarian alam," katanya.

Menjelang perayaan empat dekade pada 14 Desember 2025, Bisnis Indonesia menggelar Aksi Tanam Pohon sebagai rangkaian kegiatan menuju usia 40 tahun. Aksi ini digelar di sejumlah lokasi bertepatan dengan Hari Pohon Sedunia dan program rutin dari Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, Pemprov DKI Jakarta.

Dalam kegiatan ini, Bisnis Indonesia menanam 40 pohon menteng di Taman Menteng, Jakarta, serta 40 pohon bambu di Desa Jatiroke, Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Selain itu, lebih dari 400 bibit pohon dan tanaman turut disebarkan ke berbagai titik, sehingga total lebih dari 480 bibit ditanam pada hari yang sama.

Aksi ini menjadi simbol transformasi Bisnis Indonesia yang kini berkembang dari media cetak terkemuka menjadi media digital terintegrasi. Transformasi tersebut tidak hanya terkait teknologi, tetapi juga komitmen untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Australian Alumni Awards 2025 Apresiasi Jejak Inspiratif Diaspora Indonesia

BERIKUTNYA

Jakarta IP Market 2025 Tegaskan Ibu Kota sebagai Hub Perdagangan Kekayaan Intelektual

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga