Tidur dengan Cahaya Menyala Bisa Membahayakan Jantung
21 November 2025 |
14:09 WIB
Tidur malam seharusnya menjadi waktu bagi tubuh untuk beristirahat secara maksimal. Namun, sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa kualitas tidur ternyata sangat dipengaruhi oleh kondisi pencahayaan di kamar.
Dilansir dari Helathline, tidur dalam ruangan yang tidak gelap total, atau masih terdapat cahaya buatan seperti dari lampu, televisi, hingga layar ponsel, dapat berdampak buruk bagi kesehatan, terutama sistem kardiovaskular atau kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Baca juga: Cek Hal-hal yang Bikin Kamu Sulit Tidur Meski Tubuh Merasa Lelah
Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan menemukan bahwa paparan cahaya saat tidur dapat mengganggu aktivitas otak dan memicu respons stres. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kualitas tidur, tetapi juga merangsang peradangan pada pembuluh darah di seluruh tubuh. Peradangan inilah yang kemudian meningkatkan risiko berbagai penyakit serius, termasuk serangan jantung dan stroke.
Penelitian ini dilakukan selama bertahun-tahun dan melibatkan banyak peserta. Hasilnya cukup mengejutkan: sebanyak 17% peserta mengalami masalah kardiovaskular serius setelah sepuluh tahun, seperti tekanan darah tinggi, serangan jantung, hingga stroke. Artinya, tidur dengan cahaya yang menyala, meskipun hanya dari lampu kecil, dapat menimbulkan dampak jangka panjang bagi kesehatan.
Selain itu, peneliti juga menemukan bahwa risiko penyakit jantung meningkat seiring dengan bertambahnya paparan cahaya buatan di malam hari. Bahkan, setiap peningkatan deviasi standar cahaya saat tidur dikaitkan dengan kenaikan risiko serangan jantung.
Mengapa cahaya bisa begitu berbahaya saat tidur? Secara alami, tubuh manusia memiliki ritme sirkadian atau jam biologis yang mengatur kapan tubuh harus aktif dan kapan harus beristirahat. Saat malam tiba dan suasana gelap, tubuh memproduksi hormon melatonin yang membantu kita tidur. Namun, jika cahaya terus menyala, produksi hormon ini akan terganggu, sehingga otak tetap “terjaga” dan tubuh tidak benar-benar beristirahat.
Ketika tidur tidak berkualitas, tubuh mengalami stres ringan setiap malam. Stres ini terjadi berulang dan memicu peradangan pada pembuluh darah. Lama-kelamaan, pembuluh darah menjadi kaku dan tekanan darah meningkat, sehingga risiko serangan jantung dan stroke ikut meningkat.
Agar tidur lebih sehat, berikut beberapa tips sederhana yang bisa diterapkan:
1. Matikan semua lampu saat tidur.
2. Gunakan tirai blackout untuk mengurangi cahaya dari luar.
3. Hindari menonton televisi atau menggunakan ponsel menjelang tidur.
4. Jika membutuhkan lampu tidur, gunakan lampu dengan cahaya sangat redup dan berwarna hangat.
Tidur yang berkualitas bukan hanya soal durasi, tetapi juga kondisi lingkungan. Mulai sekarang, cobalah biasakan tidur dalam ruangan yang gelap total agar tubuh dan pikiran benar-benar beristirahat. Penelitian menunjukkan bahwa langkah sederhana ini dapat membantu menjaga kesehatan jantung dalam jangka panjang.
Dengan tidur yang lebih baik, kita tidak hanya merasa segar keesokan harinya, tetapi juga berpeluang terhindar dari penyakit berbahaya di masa depan. Jadi, matikan lampu sebelum tidur dan biarkan tubuh menikmati istirahat yang sesungguhnya.
Baca juga: 62% Anak Indonesia Kurang Tidur, Ini Pentingnya Memahami Ritme Sirkadian Si Kecil
Dilansir dari Helathline, tidur dalam ruangan yang tidak gelap total, atau masih terdapat cahaya buatan seperti dari lampu, televisi, hingga layar ponsel, dapat berdampak buruk bagi kesehatan, terutama sistem kardiovaskular atau kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Baca juga: Cek Hal-hal yang Bikin Kamu Sulit Tidur Meski Tubuh Merasa Lelah
Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan menemukan bahwa paparan cahaya saat tidur dapat mengganggu aktivitas otak dan memicu respons stres. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kualitas tidur, tetapi juga merangsang peradangan pada pembuluh darah di seluruh tubuh. Peradangan inilah yang kemudian meningkatkan risiko berbagai penyakit serius, termasuk serangan jantung dan stroke.
Penelitian ini dilakukan selama bertahun-tahun dan melibatkan banyak peserta. Hasilnya cukup mengejutkan: sebanyak 17% peserta mengalami masalah kardiovaskular serius setelah sepuluh tahun, seperti tekanan darah tinggi, serangan jantung, hingga stroke. Artinya, tidur dengan cahaya yang menyala, meskipun hanya dari lampu kecil, dapat menimbulkan dampak jangka panjang bagi kesehatan.
Selain itu, peneliti juga menemukan bahwa risiko penyakit jantung meningkat seiring dengan bertambahnya paparan cahaya buatan di malam hari. Bahkan, setiap peningkatan deviasi standar cahaya saat tidur dikaitkan dengan kenaikan risiko serangan jantung.
Mengapa cahaya bisa begitu berbahaya saat tidur? Secara alami, tubuh manusia memiliki ritme sirkadian atau jam biologis yang mengatur kapan tubuh harus aktif dan kapan harus beristirahat. Saat malam tiba dan suasana gelap, tubuh memproduksi hormon melatonin yang membantu kita tidur. Namun, jika cahaya terus menyala, produksi hormon ini akan terganggu, sehingga otak tetap “terjaga” dan tubuh tidak benar-benar beristirahat.
Ketika tidur tidak berkualitas, tubuh mengalami stres ringan setiap malam. Stres ini terjadi berulang dan memicu peradangan pada pembuluh darah. Lama-kelamaan, pembuluh darah menjadi kaku dan tekanan darah meningkat, sehingga risiko serangan jantung dan stroke ikut meningkat.
Agar tidur lebih sehat, berikut beberapa tips sederhana yang bisa diterapkan:
1. Matikan semua lampu saat tidur.
2. Gunakan tirai blackout untuk mengurangi cahaya dari luar.
3. Hindari menonton televisi atau menggunakan ponsel menjelang tidur.
4. Jika membutuhkan lampu tidur, gunakan lampu dengan cahaya sangat redup dan berwarna hangat.
Tidur yang berkualitas bukan hanya soal durasi, tetapi juga kondisi lingkungan. Mulai sekarang, cobalah biasakan tidur dalam ruangan yang gelap total agar tubuh dan pikiran benar-benar beristirahat. Penelitian menunjukkan bahwa langkah sederhana ini dapat membantu menjaga kesehatan jantung dalam jangka panjang.
Dengan tidur yang lebih baik, kita tidak hanya merasa segar keesokan harinya, tetapi juga berpeluang terhindar dari penyakit berbahaya di masa depan. Jadi, matikan lampu sebelum tidur dan biarkan tubuh menikmati istirahat yang sesungguhnya.
Baca juga: 62% Anak Indonesia Kurang Tidur, Ini Pentingnya Memahami Ritme Sirkadian Si Kecil
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.