Ilustrasi sulit tidur (Sumber gambar: Freepik)

Cek Hal-hal yang Bikin Kamu Sulit Tidur Meski Tubuh Merasa Lelah

19 July 2025   |   17:30 WIB
Image
Tiffany Syabillah Mahasiswa Universitas Padjadjaran

Saat kelelahan selepas sekolah, kuliah, kerja, dan aktivitas lain, Genhype pasti ingin merebahkan tubuh di kasur dan memejamkan mata saat malam hari tiba. Menyetel white noise, memasang aromaterapi, menyalakan lampu tidur, memeluk bantal, dan terlelap dalam hitungan detik.

Namun, seletih dan sekeras apa pun berusaha, ada kalanya kita tetap tak kunjung tertidur. Padahal pada siang harinya, kita merasa sangat mengantuk. Mengapa hal seperti ini bisa terjadi?

Dilansir dari Healthline, sulit tidur padahal kelelahan terjadi karena beberapa alasan. Simak dan temukan masalahnya agar durasi tidur harian Genhype maksimal. 

Baca juga: 5 Rutinitas Malam yang Bikin Tidur Lebih Berkualitas Tanpa Scroll TikTok 


1. Tertidur pada siang hari

Sebenarnya, tidur siang tidak sepenuhnya buruk. Genhype bisa mencuri waktu pada siang hari agar jam tidur terpenuhi. Sayangnya, tidur siang berlebihan juga kurang bagus.

Riset mengungkapkan, tidur siang terlalu lama dapat memperburuk kualitas tidur dan mudah terbangun pada malam hari. Sebaiknya, ambil waktu hanya 20-30 menit saja setiap harinya untuk menjaga pola tidur. 
 

2. Cemas berlebih

Ketika otak penuh dengan pikiran dan terasa seperti dikejar-kejar sesuatu, kepala tidak mampu melakukan "shut down". Gangguan kecemasan juga biasanya ditandai dengan kesulitan tidur yang menjadi faktor risiko insomnia.

Apabila ini terjadi, Genhype mungkin merasakan rasa waspada yang tinggi sehingga susah terpejam dan terlelap. 
 

3. Depresi

Berdasarkan riset, 90 persen orang yang didiagnosa mengidap depresi turut mengalami gangguan dalam kualitas tidurnya. Mulai dari gangguan tidur yang umum seperti insomnia hingga gangguan tidur kronis narkolepsi, sulit bernapas saat tidur, sampai sindrom menggoyang-goyangkan kaki.

Hubungan antara masalah tidur dan depresi cukup rumit karena mengacaukan ritme sirkadian, yakni jam alami pada tubuh yang mengatur siklus kegiatan sehari-hari dari bangun sampai tidur lagi. 
 

4. Konsumsi kafein

Riset mengatakan bahkan meminum 200 miligram kafein, atau sekitar 470 mililiter kopi seduh 16 jam sebelum tidur dapat memengaruhi jam tidur seseorang. Sedangkan, 400 miligram kafein di 6 jam sebelum tidur dapat mengurangi kualitas tidur secara signifikan. Cobalah mengonsumsi kafein paling setelat-telatnya sekitar 4-6 jam sebelum pergi tidur. 
 

5. Screen time

Gawaimu baik handphone, tablet, laptop, maupun layar televisi menghasilkan blue light yang menekan produksi melatonin pada malam hari dan mengurangi rasa kantuk. 

Sebaiknya berhenti menatap layar gawai 2 jam sebelum waktu tidur. Ketika menggunakan gawai saat malam hari, pertimbangkan menggunakan kacamata penghalang blue light
 

6. Gangguan tidur lainnya

Sleep apnea, gangguan tidur yang terjadi saat napas terhenti beberapa waktu dan berlanjut berulang kali serta sindrom menggoyang-goyangkan kaki mungkin membuat Genhype mengantuk, tetapi tidak cukup melelahkan untuk bisa tertidur. 

Sindrom fase tidur tertunda juga salah satu gangguan tidur. Ini terjadi ketika ritme sirkadian tidak sesuai. Sindrom ini memengaruhi 7 sampai 16 persen orang muda dan sekitar 1 persen orang dewasa.

Jika Genhype sudah berusaha memperbaiki tidur tetapi masih saja kelelahan setiap hari, coba konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. 

Baca juga: Bukan Mitos, Studi Menunjukkan Suara Rintik Hujan Dapat Meningkatkan Kualitas Tidur

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor:

SEBELUMNYA

Prime Video Rilis Butterfly, Serial Thriller Spionase Dibintangi Daniel Dae Kim

BERIKUTNYA

Strava Perbarui Fitur Rekam Aktivitas, Mulai Statistik Real-Time hingga Peta Interaktif

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga