Tren Buket Non-Flower: Kreasi Kawat Bulu Irliyana & Sartika Jadi Hadiah Favorit
22 November 2025 |
15:00 WIB
Di tengah meningkatnya minat terhadap hadiah unik dan personal, buket non-flower menjadi pilihan favorit untuk berbagai momen spesial. Dua pengrajin, Irliyana (29) dan Sartika (29), menghadirkan inovasi lewat buket berbahan kawat bulu, material yang memberi tampilan bunga lebih bervolume, lembut, dan estetik tanpa bunga asli.
Keduanya sebenarnya mahir membuat berbagai jenis kerajinan bunga dari banyak material, termasuk pita satin. Namun, dari berbagai bahan yang pernah dicoba, kawat bulu menjadi pilihan utama karena mampu menghasilkan bentuk bunga yang lebih unik dan diminati konsumen.
Baca juga: Kisah Mahasiswi ITB Bangun Waired, Brand Aksesori Berbasis Wire Working
Hobi inilah yang kemudian berkembang menjadi usaha ketika keluarga, teman, dan tim memberikan dorongan untuk mulai memasarkan karya mereka. Buket-buket tersebut akhirnya diproduksi secara lebih serius setelah melihat tingginya minat dan permintaan dari pasar.
“Inspirasi desain biasanya kami dapat dari Pinterest, media sosial florist, sampai rancangan yang kami buat sendiri agar ciri khas brand tetap terasa. Meski terlihat sederhana, membuat bunga dari kawat bulu sebenarnya butuh ketelitian tinggi,” ujar mereka.
Tantangan terbesar mereka adalah menjaga kualitas agar tetap rapi, tebal, dan simetris seperti yang sudah dikenal oleh pelanggan. Tidak jarang tangan tertusuk kawat, bentuk bunga tidak sesuai, atau mood memengaruhi hasil akhir. Meski demikian, mereka terus memperbarui desain agar konsumen memiliki lebih banyak pilihan.
Secara pemasaran, target utama mereka adalah konsumen yang membutuhkan hadiah untuk momen spesial seperti ulang tahun, wisuda, anniversary, atau perayaan lainnya. Untuk menjangkau audiens yang lebih luas, keduanya aktif memanfaatkan TikTok dan Instagram.
Salah satu strategi unik yang mereka terapkan adalah rutin memberikan sample gratis untuk meningkatkan jangkauan dan menarik pelanggan baru. Ditambah lagi, harga yang lebih terjangkau dibandingkan kompetitor menjadi nilai tambah yang membuat buket mereka semakin diminati.
Dari sisi keuangan, usaha ini mampu menghasilkan omzet sebesar Rp10.500.000 hingga Rp20.000.000 per bulan, dengan laba bersih rata-rata di atas Rp9.000.000. Respon pelanggan juga sangat positif, dengan sekitar 98% ulasan memuji kualitas dan kerapihan buket mereka.
“Salah satu pengalaman paling berkesan adalah saat buket kami dibeli beberapa TikTokers berpengaruh. Setelah itu, pesanan langsung meningkat drastis,” ujar mereka.
Ke depannya, Irliyana dan Sartika berharap bisnis mereka dapat terus bersaing, mempertahankan kualitas, memperluas kolaborasi, dan dikenal lebih luas oleh masyarakat.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Keduanya sebenarnya mahir membuat berbagai jenis kerajinan bunga dari banyak material, termasuk pita satin. Namun, dari berbagai bahan yang pernah dicoba, kawat bulu menjadi pilihan utama karena mampu menghasilkan bentuk bunga yang lebih unik dan diminati konsumen.
Baca juga: Kisah Mahasiswi ITB Bangun Waired, Brand Aksesori Berbasis Wire Working
Hobi inilah yang kemudian berkembang menjadi usaha ketika keluarga, teman, dan tim memberikan dorongan untuk mulai memasarkan karya mereka. Buket-buket tersebut akhirnya diproduksi secara lebih serius setelah melihat tingginya minat dan permintaan dari pasar.
“Inspirasi desain biasanya kami dapat dari Pinterest, media sosial florist, sampai rancangan yang kami buat sendiri agar ciri khas brand tetap terasa. Meski terlihat sederhana, membuat bunga dari kawat bulu sebenarnya butuh ketelitian tinggi,” ujar mereka.
Tantangan terbesar mereka adalah menjaga kualitas agar tetap rapi, tebal, dan simetris seperti yang sudah dikenal oleh pelanggan. Tidak jarang tangan tertusuk kawat, bentuk bunga tidak sesuai, atau mood memengaruhi hasil akhir. Meski demikian, mereka terus memperbarui desain agar konsumen memiliki lebih banyak pilihan.
Secara pemasaran, target utama mereka adalah konsumen yang membutuhkan hadiah untuk momen spesial seperti ulang tahun, wisuda, anniversary, atau perayaan lainnya. Untuk menjangkau audiens yang lebih luas, keduanya aktif memanfaatkan TikTok dan Instagram.
Salah satu strategi unik yang mereka terapkan adalah rutin memberikan sample gratis untuk meningkatkan jangkauan dan menarik pelanggan baru. Ditambah lagi, harga yang lebih terjangkau dibandingkan kompetitor menjadi nilai tambah yang membuat buket mereka semakin diminati.
Dari sisi keuangan, usaha ini mampu menghasilkan omzet sebesar Rp10.500.000 hingga Rp20.000.000 per bulan, dengan laba bersih rata-rata di atas Rp9.000.000. Respon pelanggan juga sangat positif, dengan sekitar 98% ulasan memuji kualitas dan kerapihan buket mereka.
“Salah satu pengalaman paling berkesan adalah saat buket kami dibeli beberapa TikTokers berpengaruh. Setelah itu, pesanan langsung meningkat drastis,” ujar mereka.
Ke depannya, Irliyana dan Sartika berharap bisnis mereka dapat terus bersaing, mempertahankan kualitas, memperluas kolaborasi, dan dikenal lebih luas oleh masyarakat.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.