Koleksi kerajinan Waired (Sumber Gambar: Instagram/@Wairedd)

Kisah Mahasiswi ITB Bangun Waired, Brand Aksesori Berbasis Wire Working

22 November 2025   |   14:30 WIB
Image
Aira Shakuntala Wardhana Mahasiswa Universitas Bina Nusantara

Di tengah maraknya aksesori mass-produce, hadir karya tangan penuh karakter dari mahasiswa Kriya FSRD ITB, Syifa Azzahra (21), lewat brand buatannya, Waired. Mengusung teknik wire working, Syifa membentuk kawat menjadi aksesori halus, ekspresif, dan memiliki sentuhan artistik yang jarang ditemui.

Ketertarikan Syifa pada aksesori unik sudah muncul sejak lama. Namun, kecintaannya pada material dan teknik baru benar-benar berkembang saat ia masuk Program Studi Kriya.

Baca juga: Beduwa Project, Bisnis Bagcharm Macrame yang Lahir dari Ide Sederhana

“Saya memang suka aksesori yang penuh detail. Dari eksplorasi di kuliah, saya menemukan teknik wire working, dan langsung jatuh cinta,” ungkap Syifa.

Meski rumit, proses ini memberinya ruang berkarya secara personal, setiap lengkungan, lilitan kawat, hingga penambahan beads menjadi bentuk ekspresi diri.

Awalnya, Syifa hanya membuat aksesori untuk dipakai sendiri. Namun, karyanya mulai mendapat perhatian ketika ia membuka booth di acara kampus seperti Pasar Senggol FSRD.

Banyak yang tertarik dengan keindahan detail dan karakter unik yang tidak ditemui di brand lain. Inspirasi desain biasanya datang dari Pinterest, tetapi Syifa selalu mengembangkannya agar tetap punya identitas Waired.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by wai•red (@wairedd)


“Saya ingin setiap karya punya karakter sendiri. Tidak ada dua piece yang benar-benar sama,” katanya.

Dalam proses pembuatan, Syifa menggunakan kawat sebagai material utama, sering dipadukan dengan beads, batu alam, atau elemen kecil lain untuk memberikan tekstur dan kesan hidup. Namun di balik keindahan tersebut, ada proses panjang dan penuh ketelitian.

“Tantangan terbesar bukan hanya teknis, tapi waktu. Semuanya saya kerjakan sendiri, dari desain hingga pemasaran. Jadi produksi sering tidak rutin,” jelasnya.

Waired menargetkan anak SMA, mahasiswa, hingga dewasa muda yang menyukai produk handmade dan ingin tampil berbeda. Untuk menjangkau mereka, Syifa memanfaatkan Instagram, TikTok, hingga booth di bazar kreatif.

Dukungan pun terus berdatangan. Banyak pelanggan mengaku bangga memakai karya Waired karena detailnya kuat dan awet dipakai berbulan-bulan.

Meski begitu, Syifa mengakui ada tantangan bagi pengrajin muda. “Masih ada yang membandingkan produk handmade dengan barang mass-produce di e-commerce. Padahal prosesnya jauh berbeda,” ujarnya.

Ke depan, Syifa berharap Waired bisa menjadi ruang yang memperkenalkan nilai sebuah karya tangan kepada lebih banyak orang. “Saya ingin memperluas koleksi dan membuat semakin banyak orang menghargai proses kreatif di balik setiap aksesori,” tutupnya penuh harapan.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News

SEBELUMNYA

Resensi Novel Ketika Senja Jatuh di Nara: Kritik Zaky Yamani pada Eksploitasi

BERIKUTNYA

Tren Buket Non-Flower: Kreasi Kawat Bulu Irliyana & Sartika Jadi Hadiah Favorit

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga