Air demineral tidak dianjurkan untuk diminum (Sumber gambar/ilustrasi: Pexels/Pixabay)

Cek Perbedaan Air Mineral dan Demineral yang Perlu Genhype Ketahui

26 October 2025   |   14:16 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

Air mineral menjadi salah satu kebutuhan masyarakat setiap hari. Akan tetapi, di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya konsumsi air bersih, banyak yang belum memahami perbedaan antara air mineral dan air demineral. Pengetahuan tentang dua kategori air ini penting agar kesehatan tubuh dapat tetap terjaga. 

Air demineral memiliki tampilan yang sama-sama jernih dengan air mineral yang kerap dikonsumsi dalam berbagai kesempatan. Meski begitu, keduanya memiliki perbedaan dalam kandungan dan juga peruntukan.

Air demineral atau demineralized water merupakan air yang tidak memiliki kandungan mineral apa pun. Dengan kata lain, air yang tidak memiliki kandungan kalsium, magnesium, natrium, klorida, dan sebagainya, sehingga hampir sepenuhnya hanya terdiri dari molekul H20. 

Meskipun menjadi sangat murni, air tersebut tidak dianjurkan untuk diminum karena tubuh tidak akan memperoleh manfaat mineral yang baik. Keseimbangan elektrolit dalam tubuh dapat terganggu jika air tersebut diminum dalam jumlah besar. 

Baca juga: Bunda, Ini Dampak Kesehatan Jika Anak Kurang Minum Air Mineral 

Dikutip dari laporan Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) berjudul Nutrients in Drinking Water, terdapat berbagai kemungkinan konsekuensi buruk yang terjadi terhadap tubuh ketika mengonsumsi air tanpa mineral atau dengan kadar mineral rendah.

Pertama adalah dampak langsung terhadap selaput lendir usus, metabolisme, dan keseimbangan mineral atau fungsi tubuh lainnya. kedua, asupan kalsium dan magnesium yang sangat sedikit atau tidak ada dari air berkadar mineral rendah. 

Kemungkinan lainnya adalah asupan rendah unsur penting dan mikroelemen lainnya, kehilangan kalsium, magnesium, dan unsur penting lain dalam makanan yang dimasak menggunakan air tersebut; dan kemungkinan peningkatan asupan logam beracun melalui makanan.

Kalsium dan magnesium merupakan dua mineral penting yang memiliki manfaat bagi tubuh agar dapat berfungsi secara optimal. Kalsium berperan sebagai komponen utama pembentuk tulang dan gigi, sekaligus membantu menjaga stabilitas sistem saraf dan otot.

Selain itu, mineral kalsium juga berfungsi dalam menjaga ritme listrik jantung, mengatur kontraksi otot, mengirimkan sinyal antar sel, serta berperan dalam proses pembekuan darah.

Adapun, magnesium memiliki fungsi sebagai kofaktor atau zat pembantu enzim bagi lebih dari 300 reaksi enzimatik penting—termasuk proses glikolisis, metabolisme energi (ATP), transportasi ion, serta sintesis protein dan DNA. Perannya juga penting dalam mendukung kerja sistem saraf dan kontraksi otot.

Air minum memang bukan sumber utama kalsium dan magnesium. Namun, keberadaannya dalam air dapat memberikan manfaat tambahan untuk kesehatan tubuh. Tidak hanya itu, asupan dari air minum juga dapat membantu melengkapi kekurangan nutrisi yang mungkin tidak tercukupi dari makanan.

Laporan itu juga menuliskan bahwa sejumlah penelitian selama lebih dari 5 dekade menunjukkan air dengan kandungan mineral rendah—terutama kalsium dan magnesium—berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular dan angka kematian yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang mengonsumsi air dengan kandungan mineral lebih tinggi.

Kajian epidemiologis juga mengindikasikan hubungan antara air “lunak” (soft water) dengan meningkatnya risiko patah tulang pada anak, gangguan neurodegeneratif, kelahiran prematur, berat badan bayi rendah, serta beberapa jenis kanker.

Kekurangan magnesium dalam air juga dikaitkan dengan risiko kematian mendadak, gangguan saraf motorik, preeklamsia pada ibu hamil, dan sejumlah penyakit lain. 

Baca juga: Vanessa Hudgens Ganti Air Mineral dengan Air Kaktus, Apa Manfaatnya? 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 
Editor:

SEBELUMNYA

Mau Umrah Mandiri? Ini Cara Daftar & Persyaratannya

BERIKUTNYA

Evakuasi KA Purwojaya di Stasiun Kedunggedeh Rampung, Jalur Kereta Kembali Normal

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga