Wulan Guritno (Sumber Foto: Zap Premiere)

Wulan Guritno Ungkap Perjalanan 20 Tahun Melawan Jerawat Hormonal dan Rasa Insecure

23 October 2025   |   15:47 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id

Setelah lebih dari dua dekade menyimpan luka akibat jerawat hormonal dan bekas jerawat alias acne scars, Wulan Guritno akhirnya berani membuka sisi paling personal dalam hidupnya. Di balik karier gemilang di dunia hiburan, Wulan menyimpan perjuangan panjang menghadapi rasa tidak percaya diri yang kerap muncul karena kondisi kulitnya.

“Kerja di dunia entertainment itu kan ada namanya post-production. Banyak hal yang bisa diperbaiki di situ, termasuk tampilan kulit yang bisa diedit jadi lebih mulus. Jadi tim produksi yang meng-hire aku kadang harus kasih extra effort buat menutupi kondisi kulitku," ungkap Wulan, dalam sesi peluncuran Mini Series "Insecurity Uncovered" bersama Zap Premiere.

Baca juga: Rekam Jejak Wulan Guritno yang Disebut Bakal Jadi Duta Anti Judi Online

Lebih lanjut, dia mengungkap, situasi tersebut kadang membuatnya merasa terbebani. Tak jarang dirinya juga merasa insecure, saat sedang dirias bersama artis-artis lain untuk kebutuhan syuting film, pemotretan, atau event lainnya.

"Kalau artis lain biasanya sekali make up langsung selesai, tapi kalau aku harus dibuat dempul dulu dengan foundation berlapis-lapis untuk menutupi bekas jerawat supaya tekstur kulitnya terlihat halus," katanya.

Masalah jerawat sendiri bukan hal baru bagi Wulan Guritno. Selama lebih dari 20 tahun, dia berjuang menghadapi kondisi kulitnya yang sensitif, mudah berjerawat dan meninggalkan bekas. Wulan menjelaskan bahwa jenis kulitnya tidak seperti kebanyakan orang. Ketika jerawat muncul, bekasnya sulit hilang dan sering kali meninggalkan lubang atau jaringan parut di wajah.

Kondisi itu semakin parah saat masa kehamilan dan membuatnya sempat kehilangan rasa percaya diri. Namun seiring waktu, dia berhasil melalui fase tersebut. Kini, Wulan mengaku telah berdamai dengan dirinya sendiri. Dia merasa lebih bahagia dan menerima bahwa setiap orang memiliki kekurangan sekaligus keindahannya masing-masing.

Perjalanan menuju titik damai itu tentu tak singkat. Wulan mengaku, baru belakangan ini dia menemukan dokter dan perawatan yang benar-benar cocok untuk kulitnya. “Kuncinya mungkin ikhlas dulu. Begitu kita ikhlas, baru deh ketemu jalannya,"
 

Wulan Guritno Lakukan Perawatan Kulit (Sumber Foto: Zap Premiere)

Wulan Guritno Lakukan Perawatan Kulit (Sumber Foto: Zap Premiere)


Momen penting dalam proses penerimaan diri, datang ketika Wulan berperan sebagai ibu mertua dalam film Norma: Antara Mertua dan Menantu. Untuk pertama kalinya, dia tampil di depan kamera tanpa riasan apapun karena karakternya di film tersebut butuh tampilan yang apa adanya.

“Awalnya deg-degan banget, karena berarti aku benar-benar menampilkan wajahku tanpa filter, tanpa editing, tanpa bantuan pencahayaan berlebih," katanya.

Keputusan tersebut menjadi wujud keberanian Wulan Guritno untuk berdamai dengan dirinya sendiri. Dia memilih tampil apa adanya tanpa riasan demi totalitas dalam berakting. Wulan mengakui bahwa langkah itu tidak mudah, terutama bagi seseorang yang telah lama bergelut dengan rasa tidak percaya diri akibat kondisi kulitnya.

“Orang-orang yang baru pertama kali lihat kondisi kulitku langsung kaget, karena biasanya di TV terlihat mulus. Padahal itu kondisi kulitku yang sebenarnya,” ucapnya.

Awalnya Wulan sedih dan sakit hati, sampai dia enggan membuka media sosialnya waktu itu. Namun dukungan yang datang justru luar biasa. “Aku dengar dari teman-teman, banyak banget yang bela aku, terutama mereka yang punya kondisi kulit sama, dari situ aku sadar, orang-orang sekarang sudah enggak menilai dari penampilan luar saja," katanya.

Bagi Wulan Guritno, pengalaman itu menjadi titik balik dalam perjalanan penerimaan dirinya. Dia menyadari bahwa di balik sorotan layar, dirinya tetap manusia biasa yang juga pernah diliputi rasa tidak percaya diri. Kini, Wulan justru merasa bersyukur karena pengalaman tersebut mengajarkannya arti kecantikan yang sesungguhnya, bahwa cantik tidak selalu identik dengan kulit yang sempurna.

Proses penyembuhan yang dijalaninya pun tidak terjadi dalam waktu singkat. Wulan mengaku telah mencoba berbagai metode perawatan, mulai dari laser, suntik, hingga berbagai jenis treatment. Namun, menurutnya, kunci utama dari semua proses itu adalah konsistensi dan kesabaran. Usahanya pun mulai membuahkan hasil, kondisi kulitnya kini dikatakan telah membaik lebih dari 70 persen.

“Dulu bagian wajah sebelah kanan lebih parah dari kiri, sekarang jauh lebih seimbang. Tapi ya, aku gak mau nutup-nutupin lagi. Kalau difoto bareng teman, yaudah tampil natural aja," katanya.

Bagi Wulan Guritno, perjalanan melawan jerawat dan bekas luka bukan hanya memperbaiki penampilan fisik, melainkan juga proses panjang untuk menerima dirinya secara utuh.

Dia memahami bahwa kepercayaan diri sejati lahir bukan dari kesempurnaan, melainkan dari kemampuan untuk berdamai dengan ketidaksempurnaan itu sendiri. Baginya percaya diri itu bukan karena tidak punya kekurangan, tapi karena kita sudah berdamai dengan kekurangan itu.

Baca juga: Fakta-fakta Jerawat Hormonal & Cara Mengatasinya

SEBELUMNYA

Deepfake Makin Marak, Kerugian Korban Penipuan AI di Indonesia Tembus Rp700 Miliar

BERIKUTNYA

Ekosistem Startup Masih Menjanjikan, AI Paling Menarik

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga