9 Desainer Perempuan Tampil di Fashion Presentation The Revival of Miracle jelang JFW 2026
21 October 2025 |
08:30 WIB
Pekan mode Jakarta Fashion Week 2026 kembali dihelat pada 27 October - 2 November 2025 di City Hall Pondok Indah Mall 3. Gelarannya tahun ini merayakan semangat “Legacy of Style" yang mengangkat warisan, keahlian, dan inovasi yang mencerminkan evolusi warisan mode Indonesia.
Menyambut penyelenggaraan JFW 2026, POND’S Age Miracle menghadirkan sebuah fashion presentation bertema ”The Revival of Miracles". Pada sesi ini ditampilkan sembilan koleksi busana karya sembilan desainer perempuan inspiratif yaitu Kleting Titis Wigati, Asti Surya, Velda Anabela dan Rebecca Billina, Juliana Ng, Ansy Savitri, Vivian Mazuki, Ingrid Husodo, Fitria Vidyawati, dan Bonnie Natasha Arif.
Baca juga: PINTU Incubator Bawa Wastra Nusantara ke Premiere Classe Paris
Para desainer berbagi cerita bagaimana mereka berhasil menghidupkan kembali karya dan labelnya di tengah berbagai tantangan. Terlebih, mereka juga menghadapi fenomena ageism sebagai bentuk diskriminasi atau stereotyping berdasarkan usia yang terjadi di dunia fesyen.
Bicara tentang ageism, fesyen biasa dikaitkan dengan hal-hal baru dan “the next big thing”, di mana desainer muda sering diposisikan sebagai “pembawa angin segar”. Sementara itu, desainer yang sudah lebih lama eksis cenderung dianggap kurang progresif karena stereotip bahwa kreativitas akan menurun seiring bertambahnya usia.
Esa Mahira Arman, Senior Brand Manager POND’S menyampaikan, Sebagai brand age management yang sangat lekat dengan dunia mode, mereka ingin mematahkan stereotip tersebut karena usia bukanlah halangan bagi seorang desainer, khususnya desainer perempuanuntuk melakukan sebuah revival melalui dorongan untuk terus berevolusi dan melahirkan keajaiban baru pada karya-karyanya.
"Untuk itu, menyambut Jakarta Fashion Week 2026, kami menghadirkan ‘The Revival of Miracles’ sebagai tribute terhadap sembilan desainer perempuan yang berani melawan ageism melalui transformasi yang lebih bold untuk comeback ke dunia mode," katanya, dalam acara Fashion Presentation ”The Revival of Miracles” pada Senin (20/10/2025).
Selain stereotip usia, desainer perempuan juga sering dihadapkan pada tantangan lain, misalnya saat harus mengambil jeda atau menyeimbangkan banyak peran dalam kehidupannya. Mereka harus bekerja ekstra supaya tetap bisa menghasilkan karya yang konsisten dan relevan dengan perkembangan industri mode.
Andandika Surasetja, Creative Director Jakarta Fashion Week (JFW) menambahkan, layaknya ungkapan ‘once a designer, always a designer’, dengan berbekal passion dan purpose kuat untuk memajukan industri mode, setiap desainer bisa melawan ageism dengan percaya diri. Tentunya termasuk kesembilan desainer perempuan aybg terpilih tampil di ‘The Revival of Miracles’
"Mereka tidak hanya berhasil membuktikan konsistensi dalam berkarya, namun juga memiliki kisah inspiratif yang sangat sejalan dengan misi kami untuk melawan ageism," katanya.
Adapun The Revival of Miracles dikemas dalam konsep fashion presentation yang interaktif dan intimate. Kesembilan desainer menampilkan koleksi terbaru yang diharapkan bisa menginspirasi para desainer lainnya untuk tidak kalah pada stereotip usia dan terus bertransformasi tanpa kehilangan ciri khas dalam setiap karyanya.
Para desainer ini menjadi bukti bahwa keajaiban bisa terjadi di usia berapapun dan di momen apapun. JFW 2026 dan POND’S Age Miracle mendukung perempuan Indonesia melawan ageism dengan membuktikan bahwa usia bukanlah batasan untuk terus berkembang, memulai hal baru, dan tampil percaya diri dengan cara “cheat your age”.
"Cheat your age’ bukan tentang berpura-pura muda atau menolak usia, tetapi bagaimana seseorang mampu merayakan tiap fase hidupnya dengan bangga dan melampaui ekspektasi diri sendiri maupun orang lain terhadap usianya," ujar Esa.
Lebih lanjut, dia mengajak semua perempuan untuk ‘cheat your age’ agar bisa melawan ageism dengan menemukan kekuatan atau keajaiban dalam diri, berapapun usia mereka. Karena bertambahnya usia bukan sekadar soal angka, melainkan akumulasi dari rasa percaya diri, dimana self-care menjadi kunci penting yang bisa membuat perempuan terus bersinar.
“Semoga acara ‘The Revival of Miracles’ bisa menyuarakan semangat untuk melawan ageism dengan cara ‘cheat your age’, bukan hanya di industri fesyen, tapi juga di tengah keseharian para perempuan,” tutup Esa.
Selain sembilan desainer utama, Jakarta Fashion Week (JFW) 2026 juga menghadirkan deretan nama besar dan label mode ternama Indonesia. Mulai dari rumah mode legendaris seperti Sapto Djojokartiko, Sebastian Gunawan, Didi Budiardjo, dan Iwan Tirta, hingga jenama kontemporer seperti Toton, Kraton Auguste Soesastro, Moral, dan Sejauh Mata Memandang turut memamerkan koleksi terbarunya.
Perhelatan ini juga dimeriahkan oleh sejumlah brand muda dan modest fashion seperti Buttonscarves, Heaven Lights, Nadjani, Vivi Zubedi, hingga Nagita Slavina, menegaskan keberagaman wajah industri mode tanah air yang terus berkembang dari lini couture hingga ready-to-wear modern.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Menyambut penyelenggaraan JFW 2026, POND’S Age Miracle menghadirkan sebuah fashion presentation bertema ”The Revival of Miracles". Pada sesi ini ditampilkan sembilan koleksi busana karya sembilan desainer perempuan inspiratif yaitu Kleting Titis Wigati, Asti Surya, Velda Anabela dan Rebecca Billina, Juliana Ng, Ansy Savitri, Vivian Mazuki, Ingrid Husodo, Fitria Vidyawati, dan Bonnie Natasha Arif.
Baca juga: PINTU Incubator Bawa Wastra Nusantara ke Premiere Classe Paris
Para desainer berbagi cerita bagaimana mereka berhasil menghidupkan kembali karya dan labelnya di tengah berbagai tantangan. Terlebih, mereka juga menghadapi fenomena ageism sebagai bentuk diskriminasi atau stereotyping berdasarkan usia yang terjadi di dunia fesyen.
Bicara tentang ageism, fesyen biasa dikaitkan dengan hal-hal baru dan “the next big thing”, di mana desainer muda sering diposisikan sebagai “pembawa angin segar”. Sementara itu, desainer yang sudah lebih lama eksis cenderung dianggap kurang progresif karena stereotip bahwa kreativitas akan menurun seiring bertambahnya usia.
Esa Mahira Arman, Senior Brand Manager POND’S menyampaikan, Sebagai brand age management yang sangat lekat dengan dunia mode, mereka ingin mematahkan stereotip tersebut karena usia bukanlah halangan bagi seorang desainer, khususnya desainer perempuanuntuk melakukan sebuah revival melalui dorongan untuk terus berevolusi dan melahirkan keajaiban baru pada karya-karyanya.
"Untuk itu, menyambut Jakarta Fashion Week 2026, kami menghadirkan ‘The Revival of Miracles’ sebagai tribute terhadap sembilan desainer perempuan yang berani melawan ageism melalui transformasi yang lebih bold untuk comeback ke dunia mode," katanya, dalam acara Fashion Presentation ”The Revival of Miracles” pada Senin (20/10/2025).
Selain stereotip usia, desainer perempuan juga sering dihadapkan pada tantangan lain, misalnya saat harus mengambil jeda atau menyeimbangkan banyak peran dalam kehidupannya. Mereka harus bekerja ekstra supaya tetap bisa menghasilkan karya yang konsisten dan relevan dengan perkembangan industri mode.

Koleksi busana desainer di Fashion Presentation The Revival of Miracle (Sumber Foto: Hypeabis.id/ Himawan L Nugraha)
Andandika Surasetja, Creative Director Jakarta Fashion Week (JFW) menambahkan, layaknya ungkapan ‘once a designer, always a designer’, dengan berbekal passion dan purpose kuat untuk memajukan industri mode, setiap desainer bisa melawan ageism dengan percaya diri. Tentunya termasuk kesembilan desainer perempuan aybg terpilih tampil di ‘The Revival of Miracles’
"Mereka tidak hanya berhasil membuktikan konsistensi dalam berkarya, namun juga memiliki kisah inspiratif yang sangat sejalan dengan misi kami untuk melawan ageism," katanya.
Adapun The Revival of Miracles dikemas dalam konsep fashion presentation yang interaktif dan intimate. Kesembilan desainer menampilkan koleksi terbaru yang diharapkan bisa menginspirasi para desainer lainnya untuk tidak kalah pada stereotip usia dan terus bertransformasi tanpa kehilangan ciri khas dalam setiap karyanya.
Para desainer ini menjadi bukti bahwa keajaiban bisa terjadi di usia berapapun dan di momen apapun. JFW 2026 dan POND’S Age Miracle mendukung perempuan Indonesia melawan ageism dengan membuktikan bahwa usia bukanlah batasan untuk terus berkembang, memulai hal baru, dan tampil percaya diri dengan cara “cheat your age”.
"Cheat your age’ bukan tentang berpura-pura muda atau menolak usia, tetapi bagaimana seseorang mampu merayakan tiap fase hidupnya dengan bangga dan melampaui ekspektasi diri sendiri maupun orang lain terhadap usianya," ujar Esa.
Lebih lanjut, dia mengajak semua perempuan untuk ‘cheat your age’ agar bisa melawan ageism dengan menemukan kekuatan atau keajaiban dalam diri, berapapun usia mereka. Karena bertambahnya usia bukan sekadar soal angka, melainkan akumulasi dari rasa percaya diri, dimana self-care menjadi kunci penting yang bisa membuat perempuan terus bersinar.
“Semoga acara ‘The Revival of Miracles’ bisa menyuarakan semangat untuk melawan ageism dengan cara ‘cheat your age’, bukan hanya di industri fesyen, tapi juga di tengah keseharian para perempuan,” tutup Esa.
Selain sembilan desainer utama, Jakarta Fashion Week (JFW) 2026 juga menghadirkan deretan nama besar dan label mode ternama Indonesia. Mulai dari rumah mode legendaris seperti Sapto Djojokartiko, Sebastian Gunawan, Didi Budiardjo, dan Iwan Tirta, hingga jenama kontemporer seperti Toton, Kraton Auguste Soesastro, Moral, dan Sejauh Mata Memandang turut memamerkan koleksi terbarunya.
Perhelatan ini juga dimeriahkan oleh sejumlah brand muda dan modest fashion seperti Buttonscarves, Heaven Lights, Nadjani, Vivi Zubedi, hingga Nagita Slavina, menegaskan keberagaman wajah industri mode tanah air yang terus berkembang dari lini couture hingga ready-to-wear modern.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.