Tingkatkan Kolaborasi, The Commons 3.0: The Circle Ajak Para Pemilik Merek Bertukar Pikiran
Mengusung tema The Circle, acara ini menonjolkan semangat membangun ekosistem bisnis yang saling mendukung. Melalui pendekatan komunitas, The Commons menghadirkan format networking yang lebih personal, interaktif, dan berorientasi pada kolaborasi nyata antar peserta.
Baca juga: Konsumen Indonesia Makin Selektif, Ini Strategi Brand Sambut Harbolnas 2025
Adapun acara ini berdiri di atas 3 pilar utama, yaitu Network, Market, dan Experience. Pilar Network berfokus pada membangun koneksi lintas industri melalui sesi mingle eksklusif antar founder dan brand owners. Sementara Market menghadirkan kurasi brand tenant dari berbagai sektor untuk memperluas peluang bisnis dan kolaborasi.

The Commons 3.0: The Circle di Urban Forest Cipete, Jakarta Selatan pada Minggu (19/10/2025) (Sumber gambar: Indah Permata Hati/Hypeabis.id)
Berbeda dari pameran bisnis konvensional, The Commons menerapkan sistem kurasi peserta melalui undangan terbatas dan waitlist form. Format ini memastikan setiap peserta yang hadir memiliki relevansi visi dan potensi kolaborasi yang nyata.

The Commons 3.0: The Circle di Urban Forest Cipete, Jakarta Selatan pada Minggu (19/10/2025) (Sumber gambar: Indah Permata Hati/Hypeabis.id)
Sorotan utama dari The Commons 3.0: The Circle terletak pada berbagai pengalaman yang disiapkan untuk peserta. Area The Mingle Suite dirancang sebagai lounge khusus tempat pemilik brand dan tamu undangan bisa berinteraksi lebih dekat. Sementara di area luar terdapat banyak booth kreasi dan food and beverages (f&b) yang meramaikan The Commons edisi ketiga ini.

Area luar The Commons 3.0: The Circle di Urban Forest Cipete, Jakarta Selatan pada Minggu (19/10/2025) (Sumber gambar: Indah Permata Hati/Hypeabis.id)
Beberapa brand yang berpartisipasi di antaranya BCA, Titipku, Owaku, Herbana, Nod, dan masih banyak lagi. Tiap-tiap brand membawa pengalaman unik seperti sablon tote bag, reflexology session, racik minuman herbal, hingga eksplorasi kapsul kopi dan teh.
Selain itu, area market juga diisi oleh brand yang membuka booth kreatif dan interaktif, memungkinkan pengunjung mencoba langsung produk mereka sambil berjejaring. Selama acara berlangsung, peserta juga bisa mengikuti beragam sesi hands on workshop seperti membuat sandwich, crochet, dan seni lukis singkat.

Chrochet session di The Commons 3.0: The Circle di Urban Forest Cipete, Jakarta Selatan pada Minggu (19/10/2025) (Sumber gambar: Indah Permata Hati/Hypeabis.id)

Sesi Industry Icons bersma Michelle Ham dari Skin Game di The Commons 3.0: The Circle di Urban Forest Cipete, Jakarta Selatan pada Minggu (19/10/2025) (Sumber gambar: Indah Permata Hati/Hypeabis.id)
The Commons 3.0: The Circle membangun atmosfer yang seimbang antara bisnis dan kehangatan sosial dengan perpaduan antara curated networking, brand experience, dan komunitas yang solid, sehingga menghadirkan kesan bahwa networking tidak harus kaku dan formal, melainkan bisa dikemas sebagai pengalaman menyenangkan yang tetap berdampak bagi pengembangan usaha dan relasi profesional.
Baca juga: 7 Strategi Branding Untuk Mencuri Hati Gen Z di Era Autentisitas
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.