Dongkrak Pariwisata, ASDP Bangun Amphiteater Berkapasitas 10.000 Penonton di Bakauheni Harbour City
19 October 2025 |
21:00 WIB
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) tengah membangun amphiteater di kawasan Siger Park, Bakauheni Harbour City, Lampung. Fasilitas ruang ekspresi budaya tersebut ditargetkan usai dan diresmikan pada 2026 dengan kapasitas hingga 10.000 penonton.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan bahwa bahwa pembangunan amphitheater tersebut merupakan wujud peran badan usaha milik negara dalam memperkuat perekonomian daerah melalui sektor pariwisata berkelanjutan.
“Banyak wilayah Indonesia memiliki potensi alam luar biasa, dan Lampung adalah salah satunya. Melalui pengembangan BHC, kami ingin menghadirkan kawasan rekreasi di tepi perairan yang mampu menggerakkan ekonomi lokal sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat,” ujarnya dalam siaran pers pada Minggu, 19 Oktober 2025.
Baca juga: BLACKPINK Siap Konser Lagi di GBK 1 & 2 November 2025, Cek Jadwal Beli Tiketnya
Amphitheater tersebut dirancang sebagai gelanggang terbuka dengan kapasitas hingga 10.000 penonton. Dengan desain modern dan area yang luas, fasilitas ini juga dilengkapi dengan ruang persiapan artis, sistem tata suara dan pencahayaan mutakhir, serta toilet publik berstandar tinggi.
Dia meyakini, kehadirannya akan menambah daya tarik BHC sebagai destinasi wisata unggulan yang mampu menggelar konser musik, pertunjukan seni, hingga perhelatan budaya berskala nasional.
Pada kesempatan yang sama, Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin mengatakan bahwa Kawasan BHC terus bertransformasi menjadi destinasi wisata maritim terintegrasi yang hidup sepanjang tahun. Sejumlah acara besar telah sukses digelar di tempat ini, mulai dari festival kuliner, kegiatan budaya, hingga pesta tahun baru dengan konser musik dan kembang api yang spektakuler.
Fasilitas unggulan seperti Krakatau Park, Selasar Siger, Siger Market, Creative Hub, Masjid BSI, area parkir luas, Skybridge, serta Menara Siger sebagai ikon kebanggaan Provinsi Lampung, menjadi daya tarik utama.
Shelvy menuturkan, komitmen ASDP terhadap pembangunan kawasan wisata tidak berhenti di infrastruktur semata. Perusahaan juga berupaya menghadirkan value creation bagi daerah melalui pengembangan yang terintegrasi dan inklusif.
“Kami ingin setiap langkah pembangunan ASDP membawa dampak nyata bagi masyarakat. BHC bukan hanya tempat rekreasi, tapi juga ruang ekonomi, budaya, dan sosial yang menyatukan potensi lokal dengan semangat nasional,” ujarnya.
Dia menekankan, manajemen memiliki komitmen untuk terus berinovasi di kawasan waterfront destination yang merupakan wajah baru pariwisata Indonesia, dengan visi menjadi perusahaan penyedia layanan transportasi terintegrasi dan berkelanjutan.
“Kami percaya harmoni antara pariwisata, budaya, dan ekonomi dapat berjalan seiring. BHC menjadi wujud nyata semangat ASDP dalam membangun Indonesia yang tumbuh dari tepi lautnya — inklusif, berdaya, dan berkelanjutan,” katanya.
Baca juga: Jadi Lokasi Konser Dewa 19, Intip Fasilitas Canggih Jakarta International Stadium
Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan bahwa bahwa pembangunan amphitheater tersebut merupakan wujud peran badan usaha milik negara dalam memperkuat perekonomian daerah melalui sektor pariwisata berkelanjutan.
“Banyak wilayah Indonesia memiliki potensi alam luar biasa, dan Lampung adalah salah satunya. Melalui pengembangan BHC, kami ingin menghadirkan kawasan rekreasi di tepi perairan yang mampu menggerakkan ekonomi lokal sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat,” ujarnya dalam siaran pers pada Minggu, 19 Oktober 2025.
Baca juga: BLACKPINK Siap Konser Lagi di GBK 1 & 2 November 2025, Cek Jadwal Beli Tiketnya
Amphitheater tersebut dirancang sebagai gelanggang terbuka dengan kapasitas hingga 10.000 penonton. Dengan desain modern dan area yang luas, fasilitas ini juga dilengkapi dengan ruang persiapan artis, sistem tata suara dan pencahayaan mutakhir, serta toilet publik berstandar tinggi.
Dia meyakini, kehadirannya akan menambah daya tarik BHC sebagai destinasi wisata unggulan yang mampu menggelar konser musik, pertunjukan seni, hingga perhelatan budaya berskala nasional.
Pada kesempatan yang sama, Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin mengatakan bahwa Kawasan BHC terus bertransformasi menjadi destinasi wisata maritim terintegrasi yang hidup sepanjang tahun. Sejumlah acara besar telah sukses digelar di tempat ini, mulai dari festival kuliner, kegiatan budaya, hingga pesta tahun baru dengan konser musik dan kembang api yang spektakuler.
Fasilitas unggulan seperti Krakatau Park, Selasar Siger, Siger Market, Creative Hub, Masjid BSI, area parkir luas, Skybridge, serta Menara Siger sebagai ikon kebanggaan Provinsi Lampung, menjadi daya tarik utama.
Shelvy menuturkan, komitmen ASDP terhadap pembangunan kawasan wisata tidak berhenti di infrastruktur semata. Perusahaan juga berupaya menghadirkan value creation bagi daerah melalui pengembangan yang terintegrasi dan inklusif.
“Kami ingin setiap langkah pembangunan ASDP membawa dampak nyata bagi masyarakat. BHC bukan hanya tempat rekreasi, tapi juga ruang ekonomi, budaya, dan sosial yang menyatukan potensi lokal dengan semangat nasional,” ujarnya.
Dia menekankan, manajemen memiliki komitmen untuk terus berinovasi di kawasan waterfront destination yang merupakan wajah baru pariwisata Indonesia, dengan visi menjadi perusahaan penyedia layanan transportasi terintegrasi dan berkelanjutan.
“Kami percaya harmoni antara pariwisata, budaya, dan ekonomi dapat berjalan seiring. BHC menjadi wujud nyata semangat ASDP dalam membangun Indonesia yang tumbuh dari tepi lautnya — inklusif, berdaya, dan berkelanjutan,” katanya.
Baca juga: Jadi Lokasi Konser Dewa 19, Intip Fasilitas Canggih Jakarta International Stadium
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.