Ilustrasi Stroke Mata (Sumber foto: Freepik)

Waspadai Stroke Mata yang Bisa Menyebabkan Kebutaan Permanen

15 October 2025   |   19:00 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id

Stroke mata atau eye stroke merupakan salah satu kondisi darurat medis yang menjadi perhatian di dunia kesehatan. Meski terdengar asing bagi sebagian orang, kondisi ini memiliki dampak serius karena dapat menyebabkan kehilangan penglihatan secara permanen jika tak segera ditangani. 

Menurut Medical News Today, stroke mata terjadi ketika aliran darah ke retina atau saraf optik terhenti akibat penyumbatan pembuluh darah. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai Central Retinal Artery Occlusion (CRAO) atau Branch Retinal Artery Occlusion (BRAO), tergantung pada lokasi penyumbatannya. 

Retina sendiri merupakan jaringan peka cahaya yang berfungsi menangkap gambar. Ketika aliran darah terputus, sel-selnya bisa rusak dalam hitungan menit. 

Baca juga: Hati-hati, Paparan Gas Air Mata Bisa Tinggalkan Efek Permanen pada Mata

Gejala stroke mata sering muncul tanpa peringatan. Seseorang dapat mengalami kehilangan penglihatan mendadak pada satu mata, seolah-olah ada tirai hitam yang menutupi pandangan. Kadang disertai penglihatan kabur, munculnya area gelap, atau penurunan ketajaman visual secara drastis. 

Gejala ini umumnya tidak disertai rasa sakit, sehingga banyak orang menyepelekannya dan tidak segera mencari pertolongan. Padahal, setiap perubahan penglihatan mendadak harus dianggap sebagai keadaan darurat medis. Berikut sejumlah gejalanya.
  • Kehilangan penglihatan mendadak pada satu mata
  • Penglihatan kabur secara tiba-tiba
  • Titik buta (blind spot)
  • Penurunan penglihatan bertahap
  • Kilatan cahaya atau bayangan (flashes/floaters)
  • Penurunan kemampuan membedakan warna atau kontras
  • Tidak disertai rasa sakit
  • Kehilangan penglihatan sementara (amaurosis fugax)
 

Penyebab dan Faktor Risiko Stroke Mata

Stroke mata umumnya disebabkan oleh penyumbatan arteri retina akibat pembekuan darah atau plak lemak (aterosklerosis) di pembuluh darah. Kondisi ini kerap berhubungan dengan penyakit sistemik seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, dan penyakit jantung.

Faktor risiko lain termasuk usia lanjut, kebiasaan merokok, tekanan darah rendah saat tidur, serta penggunaan obat antihipertensi yang menurunkan tekanan darah secara berlebihan. Dalam beberapa kasus, penyebabnya juga dapat berupa peradangan pembuluh darah, seperti pada penyakit giant cell arteritis. 

Diagnosis dilakukan melalui pemeriksaan menyeluruh oleh dokter mata, termasuk fundoskopi, optical coherence tomography (OCT), dan fluorescein angiography untuk menilai aliran darah di retina. Selain itu, pasien biasanya menjalani pemeriksaan tekanan mata dan evaluasi kondisi kardiovaskular.
 

Penanganan dan Pencegahan Stroke Mata

Penanganan stroke mata bisa dilakukan dengan terapi pelarut bekuan darah (thrombolysis). Tindakan ini bisa sangat membantu jika diberikan dalam waktu beberapa jam setelah gejala muncul. Metode lain yang digunakan termasuk hiperbarik oksigen, pijatan mata (ocular massage), atau pengeluaran cairan mata (paracentesis) untuk menurunkan tekanan intraokular.

Pada kasus yang disebabkan oleh peradangan pembuluh darah, dokter biasanya memberikan kortikosteroid untuk mengurangi pembengkakan dan memperbaiki aliran darah. Terapi lanjutan seperti fotokoagulasi laser juga bisa dilakukan untuk mencegah pertumbuhan pembuluh darah abnormal.

Namun, tidak semua kasus bisa pulih sepenuhnya. Kerusakan retina bisa permanen jika aliran darah tidak segera dipulihkan. Dalam banyak kasus, pasien kehilangan sebagian penglihatan secara permanen.

Sementara pencegahan stroke mata pada dasarnya sejalan dengan pencegahan penyakit pembuluh darah lainnya. Langkah-langkah penting meliputi menjaga tekanan darah, mengontrol kadar kolesterol dan gula darah, berhenti merokok, serta menerapkan pola makan seimbang dan rutin berolahraga.

Orang yang memiliki riwayat penyakit jantung, diabetes, atau hipertensi disarankan menjalani pemeriksaan rutin ke dokter mata. Pengawasan terhadap gejala awal seperti penglihatan mendadak hilang sementara (amaurosis fugax) juga perlu dilakukan, karena bisa menjadi tanda awal gangguan aliran darah ke retina. 

Baca juga: Anak Sering Menyipitkan Mata? Jangan Abaikan, Bisa Jadi Tanda Miopia

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor:

SEBELUMNYA

PINTU Incubator Bawa Wastra Nusantara ke Premiere Classe Paris

BERIKUTNYA

Hypereport: Revitalisasi Museum Menjadi Ruang Publik yang Hidup & Aktif Berinteraksi

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga