Ilustrasi (sumber : RDNE Stock project/pedes)

Anak Sering Menyipitkan Mata? Jangan Abaikan, Bisa Jadi Tanda Miopia

28 June 2025   |   14:38 WIB
Image
Dewi Andriani Jurnalis Hypeabis.id

Liburan sekolah kerap menjadi momen ideal bagi keluarga untuk beristirahat sejenak dari rutinitas, menghabiskan waktu berkualitas bersama, dan melakukan berbagai kegiatan menyenangkan. Namun di balik kesibukan liburan, ada satu hal penting yang kerap terlupakan yakni menjaga dan memeriksakan kesehatan mata anak.

Miopia atau rabun jauh merupakan salah satu gangguan penglihatan paling umum yang dialami oleh anak-anak usia sekolah. Kondisi ini bahkan sering luput dari perhatian karena gejalanya tidak selalu mudah dikenali, terutama oleh anak-anak yang belum memahami bahwa penglihatannya tidak normal.

Baca juga: Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi Mata Merah pada Anak dengan Tepat

Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan dalam program MiYOSMART Goes to School di enam sekolah swasta di wilayah Jabodetabek, ditemukan bahwa sekitar 40 persen dari 1.318 siswa terindikasi mengalami miopia, angka yang cukup mengkhawatirkan dan menjadi pengingat bagi para orang tua untuk lebih waspada.

“Anak-anak sering tidak mengeluh karena mereka pikir cara mereka melihat adalah hal yang normal,” jelas dr. Florence M. Manurung, SpM(K), dokter spesialis mata anak di Jakarta.

Masalah penglihatan yang tidak terdeteksi sejak dini dapat berdampak luas terhadap tumbuh kembang anak. Bukan hanya mengganggu proses belajar dan konsentrasi, tetapi juga bisa memengaruhi kepercayaan diri mereka di lingkungan sekolah maupun sosial.

Orang tua perlu mengenali gejala-gejala awal yang mungkin muncul. Misalnya, anak yang sering menyipitkan mata saat membaca, menonton televisi atau bermain gawai dari jarak yang sangat dekat, serta menunjukkan kesulitan mengikuti pelajaran di kelas. Jika dibiarkan, miopia tidak hanya akan memburuk dengan cepat tetapi juga meningkatkan risiko komplikasi serius di kemudian hari, seperti ablasi retina atau glaukoma.

“Sebagai dokter mata anak, saya sering menemui pasien yang datang saat minusnya sudah cukup tinggi karena terlambat terdeteksi. Padahal, jika dilakukan pemeriksaan secara rutin, kita bisa mencegah pertambahan minus yang lebih cepat sejak dini,” tambah dr. Florence.

Pengalaman serupa juga dirasakan oleh Novy Anwar, seorang ibu yang putrinya didiagnosis miopia sejak kecil. “Begitu anak saya mulai menyipitkan mata saat membaca, kami langsung periksa ke dokter. Sekarang dia sudah memakai kacamata khusus dan penglihatannya lebih terkontrol,” ujarnya.

Seiring perkembangan ilmu dan teknologi, kini tersedia berbagai pendekatan medis untuk membantu mengontrol progresivitas miopia, terutama pada anak-anak. Namun tetap penting diingat bahwa pemilihan metode penanganan harus melalui konsultasi dan evaluasi dari dokter mata.

Memanfaatkan waktu liburan sekolah untuk menjadwalkan pemeriksaan mata menjadi langkah cerdas. Tidak hanya karena anak sedang tidak sibuk dengan pelajaran, tetapi juga karena momen ini bisa menjadi awal yang baik untuk membentuk kebiasaan hidup sehat dalam keluarga.

“Jangan tunggu sampai anak mengeluh. Pemeriksaan mata bisa menjadi investasi jangka panjang untuk masa depan mereka,” tutup dr. Florence.

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News) 

SEBELUMNYA

Sutradara Kamila Andini Terpilih Jadi Pemilih Resmi Oscar 2025

BERIKUTNYA

Penyebab Masyarakat Indonesia Sering Jadi Korban Love Scamming

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga