Madani International Film Fest 2025 Rampung Digelar, Antusiasme Publik Masih Tinggi
13 October 2025 |
07:29 WIB
Madani International Film Festival (MIFF) 2025 rampung digelar pada Minggu (12/10/2025). Selama lima hari penyelenggaraannya, MIFF tahun ini mendapat antusiasme yang besar baik dari para penikmat film maupun masyarakat luas, seiring dengan makin banyaknya peran komunitas yang terlibat.
Baca juga: Madani Fest 2025 Refleksikan Pemikiran Cak Nur di Tengah Kegelapan Zaman
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Direktur Festival MIFF 2025, Ahmad Rifki, mengatakan MIFF 2025 diperkirakan mendatangkan sebanyak 7.000 pengunjung selama lima hari gelarannya. Menurutnya capaian itu meningkat dari tahun lalu seiring dengan makin banyaknya partisipator dan komunitas yang terlibat dalam MIFF 2025.
Dia memaparkan tahun ini, MIFF memutar sebanyak 95 film dari sekitar 24 negara yang disajikan selama lima hari festival. Di antara film-film yang ditayangkan, terdapat 15 film finalis Madani Shorts Film Competition, dipilih di antara 1.711 film yang diajukan para sineas dari berbagai negara.
Baca juga: Sinopsis Banel & Adama, Film Penutup di Madani International Film Festival 2025
Baca juga: Sinopsis Banel & Adama, Film Penutup di Madani International Film Festival 2025
MIFF 2025 juga berkolaborasi dengan sebanyak 31 komunitas, di antaranya Kenduri Cinta, Misbar Kota, Komunitas Historia Indonesia, hingga Gerakan Budaya Baca Jakarta. Termasuk, menghadirkan sebanyak 25 sesi talkshow dan diskusi serta 6 kelas workshop.
"Pastinya sih masih di bawah 10.000 [pengunjung] lah ya, kita masih effort sampai 10.000. Kayanya [jumlah pengunjungnya] di bawah 10.000, antara 6.000-7.000 lah mungkin ya kalau saya perkirakan," katanya saat ditemui Hypeabis.id di Metropole XXI Jakarta, Minggu (12/10/2025) malam.
Tahun ini, MIFF juga kembali memberikan penghargaan dalam Short Film Competition. Ada empat film yang berhasil menjadi pemenang, yakni film Oscar (Iran) yang mendapat juara pertama, Apocalypse Mart (Tutup Hari Kiamat) dari Indonesia sebagai juara kedua, dan Samsa (Italia) sebagai juara ketiga. Selain itu, ada juga Misykat Honorary Award yang diberikan kepada film Of Womb and Tomb (Bong) asal Indonesia.
Rifki menyampaikan tahun ini pihaknya menerima total 1.470 film dari 24 negara yang masuk dalam submisi terbuka. Setelah menjalani proses screening dan seleksi yang panjang, akhirnya terpilih lah 15 film dari 8 negara yang memasuki tahap penjurian. Film-film berdurasi di bawah 20 menit tersebut mencerminkan nilai-nilai masyarakat madani, terlepas batasan budaya dan geografisnya.
MIFF 2025 menggandeng tiga juri yang merupakan sineas berprestasi dengan rekam jejak panjang dari berbagai negara untuk menilai film-film pendek terbaik. Mereka adalah Sajid Varda dari Inggris, Natalie Anne Stuart (Australia), dan Philip Cheah (Singapura).
Rifki mengatakan MIFF bukan lah festival film yang penuh dengan sorot lampu red carpet ataupun hanya berfokus untuk memutar film-film, melainkan menjadi wadah untuk saling bertukar keresahan, ide sekaligus gagasan. "MIFF ini festival isu yang merespon realitas baik itu realitas di Indonesia maupun di dunia, yang kita angkat menjadi tema," ucapnya.
Menjadi lanjutan tema Light pada 2021, MIFF 2025 mengangkat tema "Misykat". Tema ini menjadi harapan bahwa di tengah dunia yang mungkin terasa gelap, manusia membutuhkan "senter" atau kandil untuk meneranginya. Dalam gulita, misykat diperlukan agar cahaya dapat terarah menuju titik terang dari kegelapan.
Untuk mewadahi dan juga mengarahkan cahaya, misykat dalam kegelapan kini bisa berupa upaya membangun pengetahuan bersama, formasi-formasi sosial lebih kukuh untuk aktivasi kewargaan, serta aktivasi ruang-ruang kota untuk membangun terang bagi semua warga.
Dengan tema besar tahun ini, Misykat, MIFF mengajak publik merasakan ruang terang nan teduh di tengah “kegelapan” baik di dalam negeri maupun genosida Israel atas Palestina yang tak kunjung reda. Atas dukungan Dinas Kebudayaan DKi Jakarta, MIFF 2025 juga menjadi bagian dari perayaan menjelang 500 tahun Jakarta, dan mewujud sebagai ajang perjumpaan inklusif dan kebersamaan lintas budaya dari puluhan komunitas di Jakarta dan sekitarnya.
Baca juga: Madani Fest 2025 Refleksikan Pemikiran Cak Nur di Tengah Kegelapan Zaman
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.