Ilustrasi trombosit dalam darah (Sumber gambar: Pexels)

Mengenal Fungsi Trombosit, Penjaga Vital Tubuh yang Sering Diremehkan

13 October 2025   |   09:30 WIB
Image
Indah Permata Hati Jurnalis Hypeabis.id

Meski berukuran kecil dan tak berinti, trombosit atau keping darah memainkan peran vital dalam menjaga keseimbangan tubuh. Sering kali dianggap remeh, faktanya ketidakseimbangan jumlah trombosit dapat menjadi penentu antara pemulihan dan risiko serius seperti stroke, serangan jantung, bahkan keguguran. 

Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Aru Wisaksono Sudoyo menekankan bahwa masyarakat perlu memahami fungsi trombosit lebih dalam. “Trombosit sering kali dianggap remeh, padahal jumlahnya yang berlebihan bisa menjadi indikator awal dari kondisi serius, termasuk kanker darah,” ungkap Aru. 

Trombosit berfungsi menghentikan perdarahan dengan cara berkumpul di area luka dan membentuk sumbatan sementara. Proses ini penting agar darah tidak terus keluar dari pembuluh yang rusak. Namun, keseimbangan jumlah trombosit harus terjaga. 

“Trombosit berfungsi menghentikan perdarahan. Tapi jumlahnya harus pas. Terlalu sedikit bisa berujung pada perdarahan, terlalu banyak bisa menyebabkan sumbatan pembuluh darah,” katanya. 

Baca juga: 4 Vitamin & Mineral Yang Meningkatkan Trombosit Secara Alami 

Sebagai pakar hematologi-onkologi, Aru juga mengatakan bahaya dari trombosit rendah dan tinggi. Jumlah trombosit yang rendah atau trombositopenia dapat menandakan adanya gangguan serius seperti demam berdarah (DBD), anemia aplastik, infeksi berat, efek kemoterapi, keracunan obat, atau penyakit autoimun seperti ITP. 

Sebaliknya, kadar trombosit yang terlalu tinggi atau trombositemia juga dapat menimbulkan bahaya besar bagi sistem peredaran darah. Kelebihan trombosit biasanya didefinisikan ketika kadarnya melebihi 450.000 per mililiter darah.

Kondisi trombositemia bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari infeksi, anemia defisiensi besi, penyakit radang kronis, kanker, hingga mutasi genetik pada gen JAK2, CALR, dan MPL. Jika dibiarkan, trombositemia dapat menyebabkan penggumpalan darah yang berisiko menyumbat aliran darah di arteri. 

“Trombosit berlebih bisa hadir tanpa gejala. Tapi bisa juga menimbulkan sakit kepala, gangguan penglihatan, nyeri di tangan atau kaki, bahkan pembesaran limpa,” ujar Aru.

Aru memaparkan, data menunjukkan sekitar 38-57 orang dari setiap 100.000 populasi mengalami kelebihan trombosit. Uniknya, meskipun secara global kondisi ini lebih sering dialami oleh wanita, di Indonesia justru pria tercatat lebih banyak menderita trombositemia. 


Mengendalikan Trombosit

Ilustrasi trombosit dalam darah (Sumber gambar: Pexels)

Ilustrasi trombosit dalam darah (Sumber gambar: Pexels)

Untuk mengendalikan kadar trombosit berlebih, Aru menjelaskan penggunaan dua jenis obat utama yaitu Hidroksiurea (HU) dan Anagrelide (ANA). HU bekerja dengan menekan pembentukan seluruh jenis sel darah dalam sumsum tulang, sehingga dapat menurunkan kadar trombosit secara umum. Akan tetapi, efek sampingnya bisa berupa anemia dan leukopenia. 

Di sisi lain, ANA bekerja lebih spesifik dengan hanya menghambat pembentukan trombosit, sehingga lebih cocok digunakan pada kasus tertentu. “Kelebihan trombosit wajib dikendalikan. Jika tidak, risiko stroke, serangan jantung, dan keguguran bisa meningkat tajam,” tegas Aru. 

Dia juga menekankan pentingnya pemeriksaan rutin terutama bagi individu dengan riwayat keluarga penderita gangguan darah atau penyakit kronis.

Selain itu, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keseimbangan trombosit kuga masih tergolong rendah. Banyak yang baru menyadarinya saat gejala serius muncul. Padahal, pemeriksaan darah sederhana sudah dapat mendeteksi ketidakseimbangan sejak dini. 

“Kami ingin masyarakat tahu bahwa trombosit bukan sekadar angka di hasil lab. Dia bisa menjadi sinyal penting dari tubuh, dan harus dipahami sejak dini,” kata Aru. 

Sebab, sekecil apa pun bentuknya, trombosit memiliki peran besar dalam menentukan stabilitas dan keselamatan tubuh manusia. 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News
Editor:

SEBELUMNYA

Madani International Film Fest 2025 Rampung Digelar, Antusiasme Publik Masih Tinggi

BERIKUTNYA

Dengerin Konten Spotify di ChatGPT? Bisa Kok, Begini Caranya

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga