Kreasi Manik-Manik Lokal yang Berdaya Saing pada Era Digital
13 October 2025 |
08:30 WIB
Di berbagai daerah di Indonesia, banyak pengrajin manik-manik yang menghadirkan produk-produk kreatif dengan beragam model. Aksesori buatan tangan ini tidak hanya mudah ditemukan, tetapi juga memiliki daya tarik tersendiri karena dibuat dengan ketelatenan dan sentuhan personal dari para pengrajinnya.
Salah satunya adalah Anaqu Craft, usaha milik seorang pengrajin yang telah menekuni dunia crafting sejak 2008. Berawal dari hobi membuat bros handmade yang dijual sambil kuliah, kini bisnis tersebut berkembang pesat seiring waktu.
Tahun 2014 menjadi titik penting ketika Anaqu Craft mulai memasarkan produknya secara online melalui Facebook, mengikuti tren bros hijab yang saat itu tengah populer. Respon positif masyarakat membuat penjualan meningkat pesat. Tidak hanya aktif di dunia daring, pemilik juga mengikuti berbagai event, mulai dari acara di mal hingga event berskala nasional.
“Awalnya sempat minder ikut pameran besar, tapi ternyata produk saya laris manis,” ujarnya.
Baca juga: Intip Peluang Baru Bisnis Percetakan dan Kemasan
Berawal dari passion, hobi berkreasi kini menjadi sumber penghasilan tetap. “Dulu inspirasi saya cari dari buku-buku kerajinan, tapi sekarang lebih mudah lewat YouTube, Pinterest, dan Google,” ujarnya. Dengan kemudahan akses ide dan tren, proses inovasi produk menjadi lebih cepat dan variatif.
Dalam hal pemasaran, Anaqu Craft terus beradaptasi mengikuti perkembangan digital. Jika dulu cukup mengunggah foto produk di Facebook atau BBM, kini pemilik memanfaatkan Shopee, WhatsApp, dan TikTok untuk menjangkau pasar lebih luas.
Fitur live selling menjadi strategi efektif karena memungkinkan interaksi langsung dengan pembeli. Untuk menjaga loyalitas pelanggan, Anaqu Craft juga rutin menghadirkan desain baru, promo menarik, dan harga yang bersaing.
Saat ini, produk unggulan Anaqu Craft adalah phone strap dan keychain dengan sistem penjualan “BB pouch”, di mana pembeli mendapatkan harga lebih hemat dengan membeli paket berisi beberapa item. Strategi ini terbukti berhasil menarik perhatian konsumen, terutama kalangan remaja dan ibu muda berusia 18–30 tahun.
Meski jumlah kompetitor semakin banyak, Anaqu Craft tetap bertahan dengan omzet bulanan sekitar Rp16–20 juta, turun dari sebelumnya Rp35–40 juta saat penjualan masih dilakukan per item. Akan tetapi, angka tersebut tetap menjadi pencapaian membanggakan mengingat produk yang dijual memiliki harga terjangkau.
Untuk menjaga produksi dan stok, Anaqu Craft memiliki tim kecil yang terdiri dari tiga orang bagian produksi dan satu admin sekaligus host live. Sistem penjualan dijalankan secara terjadwal agar stok selalu siap, mengingat dalam sistem BB pouch satu pembeli bisa membeli hingga 10–12 pcs sekaligus.
Dari hobi sederhana hingga menjadi bisnis kreatif yang dikenal luas, Anaqu Craft membuktikan bahwa ketekunan, inovasi, dan adaptasi digital bisa mengubah kerajinan tangan menjadi peluang usaha yang menjanjikan.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Salah satunya adalah Anaqu Craft, usaha milik seorang pengrajin yang telah menekuni dunia crafting sejak 2008. Berawal dari hobi membuat bros handmade yang dijual sambil kuliah, kini bisnis tersebut berkembang pesat seiring waktu.
Tahun 2014 menjadi titik penting ketika Anaqu Craft mulai memasarkan produknya secara online melalui Facebook, mengikuti tren bros hijab yang saat itu tengah populer. Respon positif masyarakat membuat penjualan meningkat pesat. Tidak hanya aktif di dunia daring, pemilik juga mengikuti berbagai event, mulai dari acara di mal hingga event berskala nasional.
“Awalnya sempat minder ikut pameran besar, tapi ternyata produk saya laris manis,” ujarnya.
Baca juga: Intip Peluang Baru Bisnis Percetakan dan Kemasan
Berawal dari passion, hobi berkreasi kini menjadi sumber penghasilan tetap. “Dulu inspirasi saya cari dari buku-buku kerajinan, tapi sekarang lebih mudah lewat YouTube, Pinterest, dan Google,” ujarnya. Dengan kemudahan akses ide dan tren, proses inovasi produk menjadi lebih cepat dan variatif.
Dalam hal pemasaran, Anaqu Craft terus beradaptasi mengikuti perkembangan digital. Jika dulu cukup mengunggah foto produk di Facebook atau BBM, kini pemilik memanfaatkan Shopee, WhatsApp, dan TikTok untuk menjangkau pasar lebih luas.
Fitur live selling menjadi strategi efektif karena memungkinkan interaksi langsung dengan pembeli. Untuk menjaga loyalitas pelanggan, Anaqu Craft juga rutin menghadirkan desain baru, promo menarik, dan harga yang bersaing.
Saat ini, produk unggulan Anaqu Craft adalah phone strap dan keychain dengan sistem penjualan “BB pouch”, di mana pembeli mendapatkan harga lebih hemat dengan membeli paket berisi beberapa item. Strategi ini terbukti berhasil menarik perhatian konsumen, terutama kalangan remaja dan ibu muda berusia 18–30 tahun.
Meski jumlah kompetitor semakin banyak, Anaqu Craft tetap bertahan dengan omzet bulanan sekitar Rp16–20 juta, turun dari sebelumnya Rp35–40 juta saat penjualan masih dilakukan per item. Akan tetapi, angka tersebut tetap menjadi pencapaian membanggakan mengingat produk yang dijual memiliki harga terjangkau.
Untuk menjaga produksi dan stok, Anaqu Craft memiliki tim kecil yang terdiri dari tiga orang bagian produksi dan satu admin sekaligus host live. Sistem penjualan dijalankan secara terjadwal agar stok selalu siap, mengingat dalam sistem BB pouch satu pembeli bisa membeli hingga 10–12 pcs sekaligus.
Dari hobi sederhana hingga menjadi bisnis kreatif yang dikenal luas, Anaqu Craft membuktikan bahwa ketekunan, inovasi, dan adaptasi digital bisa mengubah kerajinan tangan menjadi peluang usaha yang menjanjikan.
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.