Design for Strength jadi tema Hari Arsitektur Dunia 2025 (Sumber gambar: Pexels/Lex Photography)

Tema Hari Arsitektur Sedunia 2025, Diperingati Tiap Senin Pertama Oktober

06 October 2025   |   07:10 WIB
Image
Yudi Supriyanto Jurnalis Hypeabis.id

World Architecture Day atau Hari Arsitektur Sedunia diperingati tiap Senin pertama Oktober, yang tahun ini jatuh pada 6 Oktober. Pada 2025, Dewan Union Internationale des Architectes mengusung tema Design for Strength sebagai tema perayaannya. 

Tema tersebut menyoroti pentingnya peran arsitektur dalam membangun ketangguhan dan keberlanjutan lingkungan binaan di tengah berbagai krisis global yang terjadi. 

Union Internationale des Architectes (UIA) atau Persatuan Arsitektur Dunia memperingati Hari Arsitektur Dunia setiap Senin pertama Oktober sejak 1985. Perayaan ini bertepatan dengan Hari Habitat Dunia atau World Habitat Day Perserikatan Bangsa-Bangsa.
 
“Tema Hari Habitat Dunia 2025 akan berfokus terhadap tanggapan terhadap krisis perkotaan. Dalam konteks tersebut, Dewan UIA memilih tema Design for Strength [Desain untuk Ketangguhan] untuk perayaan Hari Arsitektur Dunia tahun ini,” demikian tertulis dalam laman resminya. 

Baca juga: 5 Desain Arsitektur Dunia yang Menjadi Ikon Hingga saat Ini

Persatuan Arsitektur Dunia mengajak para arsitek untuk tidak hanya mencari solusi jangka pendek, tetapi juga mengadopsi pendekatan yang memperkuat kemampuan lingkungan binaan untuk bertahan, beradaptasi, dan be rebuilt melalui tema ini.

Arsitektur seharusnya tidak hanya menyediakan tempat berlindung, tetapi juga mendukung keadilan, keberlanjutan, dan ketahanan, terutama pada masa gangguan dan krisis.

Dengan begitu, pesan utama dalam tema ini adalah lingkungan binaan harus mencerminkan daya tahan, ketangguhan, dan kepekaan budaya guna mendukung komunitas. Kemudian, para arsitek juga harus memiliki peran penting dalam melindungi dan membangun kembali komunitas setelah terjadi bencana alam atau akibat ulah manusia.

Terakhir, Design for Strength mencakup kemampuan untuk memperbaiki, memulihkan, dan menyesuaikan lingkungan dengan menggunakan material dan metode yang ramah terhadap lingkungan.

UIA pun mengajak para arsitek di dunia mengeksplorasi tema Design for Strength melalui berbagai inisiatif seperti kuliah umum, pameran, dan webinar untuk meningkatkan kesadaran publik.

Selain itu, para anggota UIA juga perlu menampilkan contoh desain inovatif dan inklusif bagi wilayah terdampak krisis, berbagi pengetahuan dan praktik terbaik dalam arsitektur berfokus pada ketahanan, serta mendorong pendidikan arsitektur yang mempersiapkan generasi arsitek berikutnya untuk menghadapi tantangan kompleks di dunia yang terus berubah. 

Untuk diketahui, International Union of Architects/Union Internationale des Architectes didirikan pada 1948, dan merupakan federasi organisasi profesi arsitek nasional yang bertujuan untuk menyatukan para arsitek, memengaruhi kebijakan publik, dan memajukan arsitektur agar dapat melayani kebutuhan masyarakat.

Organisasi yang lahir di Lausanne, Swiss, ini merupakan hasil penggabungan antara Comité permanent international des Architectes dan Réunion International des Architectes.

Baca juga: 5 Kota dengan Bangunan Arsitektur Terbaik di Dunia

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor:

SEBELUMNYA

Seni Cetak Grafis Jadi Sorotan di Art Jakarta 2025

BERIKUTNYA

Cedera Akibat Ditabrak, Marc Marquez Minta Pendukungnya Tak Menyalahkan Marco Bezzecchi

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga