Ilustrasi batik (Sumber gambar: Unsplash)

Sejarah dan Cara Merayakan Hari Batik Nasional 2 Oktober

02 October 2025   |   08:29 WIB
Image
Indah Permata Hati Jurnalis Hypeabis.id

Indonesia dikenal luas sebagai negeri dengan kekayaan budaya yang begitu beragam. Dari Sabang sampai Merauke, setiap daerah memiliki tradisi unik yang menjadi identitas sekaligus kebanggaan. Batik, merupakan salah satu warisan budaya paling berharga yang terus dijaga. Bahkan setiap tahunnya, Indonesia merayakan Hari Batik Nasional setiap 2 Oktober.

Kain yang dipenuhi motif sarat makna ini  indah secara visual sekaligus menyimpan sejarah yang panjang. Hari Batik Nasional lahir setelah batik resmi diakui dunia sebagai bagian dari Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009 di Abu Dhabi.

Baca juga: 7 Kiat Merawat dan Menyimpan Kain Batik Tulis Supaya Awet

Pengakuan itu menegaskan bahwa batik bukan sekadar produk tekstil, melainkan warisan budaya takbenda yang memiliki filosofi, teknik, dan tradisi mendalam. Sejak saat itu, 2 Oktober ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 2009 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Melansir Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, batuk sebenarnya telah lama diperkenalkan ke dunia internasional. Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, batik kerap dipakai dalam forum-forum global termasuk sidang PBB. Upaya diplomasi budaya itu kemudian berlanjut dengan pengajuan resmi ke UNESCO pada 2008.

Hanya dalam waktu setahun kemudian, batik akhirnya dikukuhkan sebagai warisan budaya dunia yang layak dijaga dan dilestarikan. Sejarah batik sendiri tak bisa dilepaskan dari perkembangan kerajaan-kerajaan di Jawa. Pada masa Majapahit hingga Mataram, batik dipakai sebagai busana eksklusif di lingkungan keraton.

Pada masa itu, para raja, bangsawan, dan keluarganya menjadikan batik sebagai simbol status. Baru setelah itu, batik mulai diproduksi secara luas dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Tradisi pewarnaan menggunakan bahan alami seperti kulit pohon mengkudu, soga, soda abu, hingga lumpur, menunjukkan betapa eratnya batik dengan alam dan kearifan lokal.

Hingga kini, teknik pembuatan batik terus berkembang. Batik tulis yang dibuat dengan tangan, batik cap yang menggunakan cetakan, hingga batik printing dengan teknologi modern. Semua jenis batik ini tentu memiliki peminatnya sendiri.

Setiap daerah di Indonesia pun menghasilkan motif khas dengan filosofi berbeda. Misalnya, batik parang dari Yogyakarta yang melambangkan kekuatan, atau batik mega mendung dari Cirebon yang mencerminkan kesabaran.

Tak hanya berhenti di Nusantara, batik bahkan telah melenggang di panggung mode dunia di kota-kota besar seperti New York, Amerika Serikat dan Milan, Italia.
 

Cara Merayakan Hari Batik Nasional

Ilustrasi batik (Sumber gambar: Unsplash)

Ilustrasi batik (Sumber gambar: Unsplash)


Ada banyak cara yang bisa dilakukan masyarakat untuk merayakan Hari Batik Nasional. Salah satu yang paling sederhana adalah dengan mengenakan batik di sekolah, kantor, atau kegiatan sehari-hari. Selain sebagai bentuk penghormatan pada warisan budaya, penggunaan batik juga menjadi wujud kebanggaan dan identitas bangsa.

Pemerintah, sekolah, hingga komunitas pun bisa menggelar lomba atau acara bertema batik seperti pameran motif batik daerah, workshop membuat batik tulis, maupun diskusi sejarah batik untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal.

Hari Batik Nasional juga bisa dirayakan melalui dukungan terhadap industri batik lokal. Membeli produk batik dari perajin daerah, mempromosikannya di media sosial, atau menjadikan batik sebagai busana dalam acara formal maupun nonformal adalah langkah nyata untuk membantu keberlangsungan para pembatik. 

SEBELUMNYA

Frankenstein Versi Baru, Oscar Isaac & Mia Goth Duet dalam Horor Drama Netflix

BERIKUTNYA

Taufiq Ismail Menerima Anugerah Lifetime Achievement dari UWRF 2025

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga