Taufiq Ismail, penyair dan tokoh besar sastra Indonesia, menerima penghargaan lifetime achievement dari Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2025.

Taufiq Ismail Menerima Anugerah Lifetime Achievement dari UWRF 2025

02 October 2025   |   09:18 WIB
Image
Chelsea Venda Jurnalis Hypeabis.id

Like
Taufiq Ismail, penyair dan tokoh besar sastra Indonesia, menerima penghargaan Lifetime Achievement dari Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) 2025. Anugerah ini menjadi bentuk pengakuan atas kiprah serta warisan penting yang dia tinggalkan di dunia sastra.

Janet DeNeefe, salah satu pendiri sekaligus direktur UWRF, menjelaskan bahwa pemberian penghargaan tersebut telah melewati proses pertimbangan yang panjang. Dia menegaskan bahwa penghargaan ini memang ditujukan bagi sosok yang telah memberi pengaruh besar bagi ekosistem sastra serta generasi muda yang ingin menekuninya.

Baca juga: Hypeprofil Penulis Andre Septiawan: Merawat Bahasa & Sejarah lewat Karya Sastra

Salah satu alasan kuat pemilihan Taufiq ialah perannya sebagai pendiri majalah sastra bulanan Horison. Selain itu, kontribusinya juga terlihat melalui program “Mahasiswa Bertanya, Penulis Menjawab” yang menginspirasi banyak penulis muda, yang kemudian melahirkan banyak sastrawan baru.

"Tugas kami bukan hanya untuk mengenali dan mendorong penulis-penulis yang berkembang, tetapi juga untuk menghormati penulis-penulis yang telah menciptakan sebuah legasi di Indonesia," ungkap Janet saat konferensi pers UWRF 2025 di Jakarta, Rabu (2/10/2025).

Dalam acara tersebut, Taufiq juga hadir secara langsung dan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak penyelenggara. Di usianya yang kini 90 tahun, dirinya mengaku masih setia mengikuti diskusi maupun perkembangan literasi di Indonesia, termasuk yang dilakukan UWRF.

"Saya ikut bangga apa yang dikerjakan oleh UWRF dan sampaikan ucapan rasa terima kasih yang tinggi supaya tambah maju dan sukses. Tentunya UWRF akan bermanfaat bagi perkembangan literasi di Tanah Air," kata Taufiq Ismail.

Sebagai penutup, dia membacakan puisinya yang berjudul Merindukan Sebuah Dunia, satu karya yang terbit pada 2006. Nantinya, penganugerahan lifetime achievement akan berlangsung pada malam pembukaan UWRF di Ubud, Bali.

Taufiq Ismail sendiri dikenal sebagai penyair terkemuka Indonesia, bagian dari generasi yang disebut “Angkatan ’66”. Dia lahir dari pasangan A. Gaffar Ismail asal Banuhampu, Agam, dan Sitti Nur Muhammad Nur dari Pandai Sikek, Tanah Datar, Sumatera Barat.

Semasa kuliah, dia sempat menjadi asisten dosen Manajemen Peternakan antara 1961–1964. Di periode yang hampir bersamaan, dia menjabat Ketua II Dewan Mahasiswa Universitas Indonesia, yang kemudian membawanya aktif dalam berbagai organisasi.

Selain itu, Taufiq juga menjadi salah satu pendiri Dewan Kesenian Jakarta dan pernah menjabat sebagai sekretaris pada akhir 1960-an hingga awal 1970-an. Meski menempuh studi kedokteran hewan, langkahnya justru mengarah ke dunia jurnalistik dan sastra.

Tahun 1966 menjadi titik penting saat dia bersama Mochtar Lubis, P.K. Oyong, Zaini, dan Arif Budiman mendirikan majalah sastra Horison. Dari sinilah perannya sebagai wartawan sekaligus penyair semakin menonjol.

Kiprah kesastrawanannya sudah tampak sejak dia menulis puisi-puisi demonstrasi yang diterbitkan di Tirani dan Benteng. Dia dikenal sebagai penyair yang vokal pada gerakan mahasiswa 1966 sekaligus aktif di harian Kami.

Pada dekade 1970-an, Taufiq melahirkan kumpulan Puisi-puisi Sepi dan Buku Tamu Musium Perjuangan. Dia juga menulis karya untuk anak-anak, di antaranya Kenalkan Saya Hewan yang terbit pada 1973. Tema-tema karyanya kemudian menyesuaikan dengan konteks politik dan sosial di masa Orde Baru.

Perjalanan panjangnya di dunia sastra menghadirkan banyak penghargaan. Mulai dari Anugerah Seni (1970), Cultural Visit Award dari Pemerintah Australia (1977), South East Asia Write Award dari Kerajaan Thailand (1994), hingga penghargaan Penulisan Karya Sastra dari Pusat Bahasa (1994).

SEBELUMNYA

Sejarah dan Cara Merayakan Hari Batik Nasional 2 Oktober

BERIKUTNYA

UWRF Bakal Terbitkan Buku Antologi Cerpen Karya 10 Sastrawan Muda Indonesia

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga