Kain Batik Tulis (Sumber Foto: Hypeabis.id/Kintan Nabila)

7 Kiat Merawat dan Menyimpan Kain Batik Tulis Supaya Awet

14 September 2025   |   12:49 WIB
Image
Kintan Nabila Jurnalis Hypeabis.id

Kain batik tulis adalah salah satu jenis batik tradisional Indonesia yang dibuat dengan cara menorehkan lilin malam menggunakan alat bernama canting pada kain polos, biasanya kain mori. Proses pembuatannya dilakukan sepenuhnya dengan tangan sehingga setiap garis, titik, dan pola memiliki detail unik yang tidak bisa seragam seperti hasil cetakan mesin.

Inilah yang menjadikan batik tulis bernilai tinggi, baik dari segi seni maupun harga, karena memerlukan ketelitian, kesabaran, dan waktu yang panjang untuk menyelesaikannya. Agar pesonanya tetap terjaga, penting sekali merawat kain batik tulis.

Baca Juga: Filosofi Batik Slobog Simbol Duka dan Harapan

Perawatannya tidaklah rumit, asalkan dilakukan dengan penuh perhatian, mulai dari cara mencuci, menjemur, hingga menyimpannya. Dengan perawatan yang tepat, batik tulis dapat diwariskan turun-temurun antar generasi. Mengutip informasi dari laman resmi Kampoeng Batik kauman, berikut tips merawat kain batik tulis.

 

1. Cuci dengan Tangan

Cara paling aman merawat batik tulis adalah dengan mencucinya secara manual. Penggunaan mesin cuci dapat merusak serat kain sekaligus membuat warnanya cepat pudar. Untuk mencuci batik dengan benar, gunakan air dingin atau hangat suam kuku, pilih sabun khusus batik atau sampo bayi yang lembut, dan jangan merendam kain terlalu lama cukup 5 hingga 10 menit saja.
 

2. Jangan Gunakan Deterjen Keras

Deterjen dengan kandungan bahan kimia kuat dapat merusak serat kain serta memudarkan warna alami batik. Pilihlah sabun lembut atau sampo bayi yang aman. Hindari penggunaan pemutih maupun pelembut pakaian, karena keduanya bisa mengurangi keindahan warna batik.
 

3. Jemur di Tempat Teduh

Setelah dicuci, hindari menjemur batik di bawah sinar matahari langsung. Paparan sinar berlebihan dapat membuat warnanya kusam. Lebih baik jemur di tempat teduh dan biarkan terkena angin. Bila memungkinkan, balik kain sehingga bagian dalam lebih dulu terpapar udara.
 

4. Setrika dengan Suhu Rendah

Saat batik sudah kering, gunakan setrika bersuhu rendah untuk merapikannya. Lebih aman lagi jika diberi alas kain katun sebelum menyetrika, agar panas tidak langsung mengenai batik. Hindari panas berlebih yang bisa merusak warna dan motif. Bila tersedia, mode setrika uap juga bisa menjadi pilihan.
 

5. Simpan di Tempat Kering

Batik sebaiknya tidak digantung terlalu lama karena bisa membuat kain melar. Lipat dengan rapi dan simpan di lemari yang kering serta memiliki sirkulasi udara baik. Untuk menjaga kesegarannya, gunakan pewangi alami seperti bunga melati atau daun pandan agar tetap harum sekaligus aman dari serangga.
 

6. Jangan Semprot Parfum dan Deodoran

Saat mengenakan batik, hindari menyemprotkan parfum atau deodoran langsung ke kain. Kandungan bahan kimia dalam parfum atau deodoran dapat memudarkan warna serta merusak serat kain jika disemprotkan langsung pada permukaan batik. Sebaiknya parfum digunakan terlebih dahulu pada tubuh sebelum mengenakan batik, sehingga motif dan keindahan kain tetap terjaga.
 

7. Gunakan Pelapis saat Disimpan

Jika batik akan disimpan dalam waktu lama, bungkus dengan kain pelapis berbahan lembut seperti katun atau muslin. Cara ini membantu menghindari kelembapan yang bisa merusak serat kain. Selain itu, periksa kondisi batik secara berkala agar tetap terjaga kualitasnya.

Baca Juga: Makna Motif Sawunggaling dan Batik Parang yang Menghiasi Gaun Barbie One of A Kind

SEBELUMNYA

Cara Membuka Rekening BCA Online, Mudah Tanpa Perlu ke Bank

BERIKUTNYA

3 Pra Event MotoGP 2025 Siap Diadakan, Cek Jadwalnya

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga