Ikan (Sumber gambar: Pexels)

Cek 5 Jenis Ikan Tinggi Merkuri yang Harus Dibatasi Konsumsinya

30 September 2025   |   12:30 WIB
Image
Indah Permata Hati Jurnalis Hypeabis.id

Mengonsumsi ikan adalah salah satu cara terbaik untuk mendapatkan protein berkualitas tinggi, asam lemak omega-3, vitamin, dan mineral penting bagi tubuh. Namun, tidak semua ikan aman dikonsumsi setiap hari karena beberapa jenis mengandung merkuri, logam berat yang dapat menumpuk di tubuh dan berdampak pada kesehatan.

Melansir Better Health Victoria, merkuri merupakan unsur alami yang ditemukan di udara, air, dan makanan. Sebagian besar orang terpapar merkuri melalui makanan, khususnya ikan. Ikan menyerap merkuri dari sungai dan laut saat mereka makan.

Merkuri biasanya berada dalam bentuk metilmerkuri yang lebih beracun karena mengikat protein dalam tubuh. Teknik memasak atau mengolah ikan tidak secara signifikan mengurangi kandungan merkuri.

Baca Juga: Pemerintah Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis, Sejumlah Dapur MBG Bakal Ditutup Sementara

Oleh karena itu, wanita hamil, menyusui, atau yang sedang berencana hamil perlu selektif memilih jenis dan jumlah ikan yang dikonsumsi. Melansir Everyday Healthy, berikut daftar beberapa ikan tinggi merkuri yang familiar di Indonesia:

 

1. Tuna

Tuna, khususnya jenis Bigeye dan Yellowfin dikenal memiliki kandungan merkuri yang cukup tinggi dengan sekitar 0.689 ppm. Ikan ini termasuk predator laut besar sehingga akumulasi merkuri dari rantai makanan cukup tinggi.

Konsumsi tuna segar jenis ini sebaiknya dibatasi terutama bagi ibu hamil, menyusui, dan anak-anak. Sebab, bayi yang belum lahir paling rentan terhadap efek merkuri. Dampaknya dapat mempengaruhi perkembangan sistem saraf dan pertumbuhan mereka di tahun-tahun awal.
 

2. Tongkol atau Cakalang

Ikan tongkol atau cakalang termasuk predator besar di laut sehingga mengandung merkuri yang relatif tinggi sekitar 0.730 ppm. Konsumsi ikan ini secara berlebihan bisa meningkatkan risiko paparan merkuri, terutama pada wanita hamil dan anak-anak.

Bagi orang dewasa yang tidak hamil atau menyusui, konsumsi tongkol masih bisa diterima. Namun tetap disarankan untuk tidak mengonsumsi ikan jenis ini terlalu sering. Direkomendasikan juga untuk memvariasikan konsumsi ikan laut yang lebih rendah merkuri seperti kembung atau salmon.
 

3. Marlin

Marlin kadang dijual segar di pasar atau restoran tertentu. Ikan ini mengandung merkuri cukup tinggi karena merupakan predator laut yang besar. Adapun tingkat merkusinya mencapai 0.485 ppm. Ibu hamil, menyusui, dan anak-anak sebaiknya menghindari konsumsi marlin untuk mencegah potensi gangguan pada sistem saraf janin dan anak.

Selain merkuri, populasi marlin juga terbatas karena overfishing. Oleh karena itu, mengurangi konsumsi marlin tidak hanya lebih aman bagi kesehatan, tetapi juga lebih ramah lingkungan. Genhype bisa memlih ikan alternatif yang lebih rendah merkuri dan lebih berkelanjutan untuk konsumsi sehari-hari.
 

4. Hiu

Hiu adalah predator puncak di laut yang mengakumulasi merkuri dalam jumlah besar yakni sekitar 0.979 ppm. Beberapa jenis hiu dijual sebagai ikan konsumsi di Indonesia. Akan tetapi, ibu hamil, menyusui, dan anak-anak sebaiknya menghindari konsumsi sama sekali karena risiko paparan merkuri yang tinggi.

Oleh karena itu, sebaiknya pilih ikan predator yang lebih aman dan rendah merkuri untuk konsumsi keluarga.
 

5. Grouper atau Kerapu

Kerapu populer di restoran dan pasar Indonesia karena dagingnya yang lezat. Namun, kerapu mengandung merkuri cukup tinggi sekitar 0.448 ppm. Konsumsi berlebihan bisa menimbulkan risiko terutama bagi ibu hamil dan anak-anak.

Disarankan membatasi konsumsi kerapu maksimal 2 porsi per bulan. Genhype bisa membatasi frekuensi konsumsi kerapu dan memilih ikan lain yang lebih rendah merkuri, misalnya salmon, sarden, nila, dan sebagainya.

Baca Juga: Ahli Gizi Soroti Produk Ultra-Proses di Menu MBG, Usul 80% Pangan Lokal

SEBELUMNYA

62% Anak Indonesia Kurang Tidur, Ini Pentingnya Memahami Ritme Sirkadian Si Kecil

BERIKUTNYA

Puluhan Film Melaju ke Tahap Seleksi Lanjutan Akademi Citra FFI 2025

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga