Puluhan Film Melaju ke Tahap Seleksi Lanjutan Akademi Citra FFI 2025
30 September 2025 |
11:30 WIB
Komite Festival Film Indonesia mengumumkan sejumlah film yang terdaftar mengikuti ajang FFI 2025 berhasil lolos seleksi awal. Sementara itu, beberapa lainnya tercatat lolos tahap rekomendasi akademi citra. Film-film ini akan ke proses seleksi lanjuta untuk menentukan nominasi resmi sebelum akhirnya bersaing menjadi pemenang.
Ketua Komite FFI 2025 Ario Bayu mengatakan bahwa sineas film Indonesia sangat antusias untuk mengikuti ajang ini. Hal ini dapat terlihat dari jumlah karya film di beberapa kategori yang mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan FFI 2024.
Baca juga: FFI 2025 Usung Skema Penjurian dengan Pola Baru
"Senang sekali melihat antusiasme selama masa pendaftaran kemarin. Meskipun periode pendaftaran karya FFI tahun ini lebih singkat dibandingkan tahun sebelumnya, namun tidak menyurutkan semangat partisipasi dari teman-teman semua,” ujarnya dalam laman resmi yang dikutip Hypeabis.id, Selasa (30/9/2025).
Komite FFI 2025 telah menerima 794 karya, baik film cerita panjang, film cerita pendek, film animasi, film dokumenter, dan kritik film. Dari total itu, 130 judul film cerita panjang dan 664 judul film non cerita panjang dengan rincian 272 judul film cerita pendek, 4 judul film animasi panjang, 72 judul film animasi pendek, 13 judul film dokumenter panjang, dan 102 judul film dokumenter pendek, serta 201 judul kritik film.
Dari daftar film yang masuk, dalam unggahan media sosial FFI, sejumlah karya berhasil lolos tahap seleksi awal. Selain itu, di kategori Film Cerita Panjang, dari 25 karya yang lolos tahap seleksi awal, ada 16 yang berhasil masuk tahap rekomendasi akademi citra.
Salah satu dari 16 karya itu adalah 1 Kakak 7 Ponakan yang mendapatkan arahan dari sutradara Yandy Laurens. Film ini bercerita tentang seorang kakak yang harus menanggung kehidupan keponakan-keponakannya akibat orang tua mereka meninggal dunia.
Sementara itu, Komite FFI 2025 juga baru saja mengumumkan daftar Film Dokumenter Panjang dan Film Dokumenter Pendek yang lolos tahap seleksi awal. Di antara yang lolos kategori Film Dokumenter panjang, karya berjudul Goodybe Tarling, Forgive Me Darling menjadi salah satunya.
Berikut daftar lengkap film yang berhasil lolos tahap seleksi awal dan tahap rekomendasi akademi citra:
Lolos Tahap Rekomendasi Akademi Citra
Lolos Seleksi Awal
Dokumenter Panjang
Film Dokumenter Pendek
Film Animasi Panjang
Film Animasi Pendek
Film Cerita Pendek
Karya Kritik Film
Baca juga: Film Sore: Istri dari Masa Depan Jadi Perwakilan Indonesia di Oscar 2026
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Ketua Komite FFI 2025 Ario Bayu mengatakan bahwa sineas film Indonesia sangat antusias untuk mengikuti ajang ini. Hal ini dapat terlihat dari jumlah karya film di beberapa kategori yang mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan FFI 2024.
Baca juga: FFI 2025 Usung Skema Penjurian dengan Pola Baru
"Senang sekali melihat antusiasme selama masa pendaftaran kemarin. Meskipun periode pendaftaran karya FFI tahun ini lebih singkat dibandingkan tahun sebelumnya, namun tidak menyurutkan semangat partisipasi dari teman-teman semua,” ujarnya dalam laman resmi yang dikutip Hypeabis.id, Selasa (30/9/2025).
Komite FFI 2025 telah menerima 794 karya, baik film cerita panjang, film cerita pendek, film animasi, film dokumenter, dan kritik film. Dari total itu, 130 judul film cerita panjang dan 664 judul film non cerita panjang dengan rincian 272 judul film cerita pendek, 4 judul film animasi panjang, 72 judul film animasi pendek, 13 judul film dokumenter panjang, dan 102 judul film dokumenter pendek, serta 201 judul kritik film.
Dari daftar film yang masuk, dalam unggahan media sosial FFI, sejumlah karya berhasil lolos tahap seleksi awal. Selain itu, di kategori Film Cerita Panjang, dari 25 karya yang lolos tahap seleksi awal, ada 16 yang berhasil masuk tahap rekomendasi akademi citra.
Salah satu dari 16 karya itu adalah 1 Kakak 7 Ponakan yang mendapatkan arahan dari sutradara Yandy Laurens. Film ini bercerita tentang seorang kakak yang harus menanggung kehidupan keponakan-keponakannya akibat orang tua mereka meninggal dunia.
Sementara itu, Komite FFI 2025 juga baru saja mengumumkan daftar Film Dokumenter Panjang dan Film Dokumenter Pendek yang lolos tahap seleksi awal. Di antara yang lolos kategori Film Dokumenter panjang, karya berjudul Goodybe Tarling, Forgive Me Darling menjadi salah satunya.
Berikut daftar lengkap film yang berhasil lolos tahap seleksi awal dan tahap rekomendasi akademi citra:
Lolos Tahap Rekomendasi Akademi Citra
- 1 Kakak 7 Ponakan
- Dia Bukan Ibu
- Gowok
- Home Sweet Loan
- Jumbo
- Panggil Aku Ayah
- Pangku
- Pengepungan di Bukit Duri
- Perang Kota
- Qodrat 2
- Rangga & Cinta
- Siapa Dia
- Sore: Istri dari Masa Depan
- Tale of the Land
- The Shadow Strays
- Tinggal Meninggal
Lolos Seleksi Awal
Dokumenter Panjang
- Goodbye Tarling, Forgive Me Darling
- Jagad’e Raminten: Kabaret Kehidupan (Raminten Universe: Life is A Cabaret)
- Kidung Tani
- Lenggak-Lenggok (Dancing with the Body)
- Sunshower
- Swaradwipa: Di antara Bunyi dan Sunyi di Jagat Sumba
- Tambang Emas RA Ritek
- The Last Accord: War, Apocalypse, and Peace in Aceh
- The Philospher’s Journey
Film Dokumenter Pendek
- Abai Dai Helok (See a Mother, a Wife, and a Weaver)
- African Roots: The Hearts of Little Blacksheep
- Are We Still Friends?
- Arsinah “Suara Mereka yang Teraniaya”
- Belajar dari Aceh
- Harmoni di Lembah Grime
- Jimi Multhazam – Kilauanlara
- Karaja Sumba
- Last May in Theaters
- More Than Home
- Pendekar Daster Rombeng dan Pendongeng Sakti
- Proyeksi Masa lalu
- Sie…
- Sadiang Harus Pulang
- Satu Langkah Lagi
- Serigala Petarung
- The Other Daughter
- Topeng Malang Menolak Punah
- Tupon
- Untuk Setiap Pagi yang Masih Datang
Film Animasi Panjang
- Jumbo
- Panji Tengkorak
- Warkop DKI Kartun
Film Animasi Pendek
- 7,6 SR
- Aneka Kue
- Awas! Allah Melihat Kita
- Cadaga
- Derma Para Wali
- Desa Timun – Gempa Bumi
- Fallen Star
- Fetch!
- Gesang
- Get Money
- Ignite
- Kala Bulan Datang
- Kapsul Waktu
- Kwartet: Gupala Sang Jagawana
- Leleng
- Made and The Lost Spirit
- Nayla
- Penguins Out of Ice
- Sanong Ingin ke Pesta
- Si Warik: Bagi Endognya Lah!
- So I Pray
- Wae
Film Cerita Pendek
- Anak Macan
- Babon
- Bong
- Darah Ksatria
- Dengarlah Nyanyian Ping Pong
- Karim
- Keputrian
- Laila
- Little Rebels Cinema Club
- Mancing Mayit
- Negana
- Nggak!!!
- No UFO Sighting in A Third World Country
- Pelabuhan Berkabut
- Pikin Bersama Maut
- Sammi, Who Can Detach His Body Parts
- Samu the Terrible and His Sin
- Tutup Hari Kiamat
- Ulat-ulat Menggeliat
- Will Today be a Happy Day?
Karya Kritik Film
- 20 tahun ‘Tentang Dia’: Membingkai Keintiman Saphhic di Indonesia 2000an
- Cinta, Waktu, dan Fiksi: Menimbang Sore dalam Tradisi Film Romantis Temporal
- Dear David, Memangya Berfantasi Itu Salah? Penerimaan Diri, Proporsi Respons, dan Inkonsistensi Atmosfer
- Ilusi Kebebasan Perempuan dalam Gowok
- Kenapa Sore Dibenci dan Dicinta?
- Ketika Kuasa Gelap Mencoba Menggugat: Janji Baru Eksorsisme Katolik yang Masih Terjebak Kelemahan Lama
- Putu Wijaya Sebagai Sutradara Film: Teror Mental dalam “Cas Cis Cus (Sonata di Tengah Kota)”
- Rambut dalam ‘Nana’, Tempat Trauma dan Rahasia Digelung Bersama
- Saat Muslimah Tahu yang Dimau: Membaca Lagi Adegan Seks dalam ‘Perempuan Berkalung Sorban’
- Smong Aceh: Duka yang tak Selesai dan Segala Ketangguhan Itu
- Tendangan, Pengkhianatan, dan Mimpi di Tengah Mafia: Alegori Elang (2025) dalam Psiko-Politik Sepak Bola Nusantara
- Tradisi Kenikmatan Palsu dan Perayaan Pembebasan Perempuan dalam Film Sehidup Semati (2023)
Baca juga: Film Sore: Istri dari Masa Depan Jadi Perwakilan Indonesia di Oscar 2026
(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Komentar
Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.