Ilustrasi lansia. (Sumber gambar: Clyde He/Unsplash)

6 Kunci Rahasia Banyak Perempuan Jepang Berusia Lebih dari 100 Tahun

29 September 2025   |   14:49 WIB
Image
Luke Andaresta Jurnalis Hypeabis.id

Jumlah populasi orang lanjut usia (lansia) berusia lebih dari 100 tahun di Jepang mencatatkan rekor baru. Kementerian Kesehatan Jepang melaporkan bahwa jumlah populasi lansia berusia lebih dari 100 tahun telah meningkat hingga berjumlah 99.763 orang alias hampir 100.000 jiwa. 

Berdasarkan sistem registrasi penduduk per 1 September 2025, angka tersebut meningkat sebanyak 4.644 orang dari tahun 2024, menandai rekor tertinggi baru orang berusia lebih dari 100 tahun di Jepang selama 55 tahun berturut-turut, dilansir dari The Japan Times. 

Dilaporkan dari jumlah tersebut, perempuan berusia lebih dari 100 tahun mendominasi dengan total 87.784 orang atau sekitar 88 persen. 

Baca juga: 7 Makanan Khas Okinawa yang Jadi Rahasia Umur Panjang Penduduknya 

Jumlah lansia yang berusia 100 tahun ke atas (sentenarian) dilaporkan terus meningkat sejak pemerintah mulai mencatatnya pada  1963. Kala itu, tercatat hanya 153 orang yang terdaftar sebagai centenarian. Jumlahnya pun terus meningkat yakni melampaui 1.000 orang pada 1981, 10.000 orang pada 1998, 50.000 pada 2012, dan 90.000 orang pada 2022. 

Diketahui, orang sekaligus perempuan tertua di Jepang saat ini ialah Shigeko Kagawa dari Yamatokoriyama di Prefektur Nara yang berusia 114 tahun. Dia bekerja sebagai dokter kandungan dan ginekolog hingga usia 80 tahun. Sementara pria tertua yakni Kiyotaka Mizuno dari Iwata, Prefektur Shizuoka, yang kini berusia 111 tahun.

Saat ini, prevalensi orang berusia 100 tahun ke atas di Jepang sekitar 80,58 per 100.000 penduduk. Berdasarkan prefektur, Shimane menjadi wilayah dengan rasio tertinggi dengan 168,69 sentenarian per 100.000 penduduk yang telah memimpin prevalensi selama 13 tahun berturut-turut.

Diikuti oleh Kochi dengan 157,16 dan Tottori dengan 144,63. Adapun, Prefektur Saitama memiliki rasio terendah dengan 48,50, diikuti oleh Aichi dengan 53 dan Osaka dengan 55,44. 
 

Rahasia Orang Jepang Panjang Umur

Umur yang panjang diraih oleh banyak orang Jepang berkat gaya hidup genetik dan lingkungan yang seimbang dan sehat yang berlangsung sepanjang hidup mereka. Pusat studi Sentenarian Okinawa menemukan setidaknya menemukan enam prinsip hidup yang membuat orang-orang di Jepang berumur panjang.

Mulai dari kebiasaan makan yang sehat yang disebut "hara hachi bu", senantiasa bersikap positif (ikigai), gaya hidup aktif hingga tua, rutin bersosialisasi (moai),  mengelola stres, hingga menjaga spiritualitas. 

Hasil riset ini dilakukan di Okinawa, salah satu wilayah di Jepang yang juga dikenal menjadi tempat tinggal banyak sentenarian.  Berdasarkan hasil penelitian terhadap lebih dari 1.000 orang berusia 100 tahun di Okinawa ditemukan bahwa tubuh mereka memiliki kondisi yang tetap baik, mulai dari arteri yang bersih dan kolesterol rendah, tulang yang kuat, tubuh ramping dan bugar serta kejernihan mental yang luar biasa. 

Dilansir dari laman World Economic Forum, berikut adalah 6 prinsip hidup yang menjadi rahasia banyak orang Jepang berumur lebih dari 100 tahun. 
 

1. Pola Makan Sehat

Orang Okinawa memegang prinsip yang disebut hara hachi bu, yakni sebuah kebiasaan makan di mana mereka akan makan dengan porsi sekitar 80 persen alih-alih kekenyangan. Orang Okinawa percaya bahwa tubuh mereka layaknya 'kuil' sehingga tidak boleh mencemari apalagi merusaknya.

Oleh karena itu, dalam asupan makan sehari-hari, mereka lebih memilih mengonsumsi makanan berbasis tumbuhan sehingga tidak padat kalori, seperti sayuran, buah-buahan dan kacang-kacangan.

Untuk karbohidrat, makanan utama mereka adalah ubi jalar, yang memiliki beban glikemik rendah dan banyak senyawa tumbuhan, terutama senyawa flavonoid berwarna-warni yang dapat membantu kesehatan secara keseluruhan dan memperlambat proses penuaan. 
 

2. Gaya Hidup Aktif

Kebanyakan orang di Okinawa menerapkan gaya hidup yang sangat aktif, seperti berjalan kaki, berkebun, berolahraga ringan, menggunakan transportasi umum hingga mengerjakan pekerjaan rumah tangga, yang semuanya bertujuan membantu menjaga aktivitas fisik. 


3. Memegang Teguh Tujuan Hidup

Orang-orang di Okinawa juga memegang prinsip hidup yang dinamai "ikigai" yakni terus fokus pada tujuan hidup. Bentuk ikigai setiap orang pun bisa berbeda-beda, seperti keluarga atau keyakinan, yang pada intinya menjadi acuan agar seseorang memiliki alasan kuat untuk hidup setiap harinya. 

Selain itu, kebanyakan sentenarian di Jepang juga memiliki sikap positif yang senantiasa dijaga sepanjang hidup, termasuk optimisme dan pendekatan hidup yang santai tanpa beban, yang menjadi kunci penting untuk tetap bisa menikmati hidup seiring bertambahnya usia. 
 

4. Menjaga Hubungan Sosial

Kunci panjang umur orang Jepang lainnya ialah menjaga hubungan sosial dengan keluarga, tetangga, dan lingkungan sekitar. Orang-orang Okinawa dikenal memiliki budaya sosial yang diberi nama 'moai', yakni pertemuan sosial dalam sebuah komunitas.

Biasanya mereka akan berkumpul, mengobrol tentang berbagai hal, minum teh hijau, memainkan permainan, berkaraoke dan mungkin menikmati hidangan penutup. Kebiasaan ini pun ikut berdampak pada kesehatan orang-orang Okinawa, karena mereka yang lebih banyak bersosialisasi terbukti lebih bahagia dan sehat. 
 

5. Hidup Melambat & Mengelola Stres

Kehidupan modern yang serba cepat acapkali menuntut seseorang untuk bergerak sangat dinamis bahkan tak jarang menekan. Sebaliknya, orang-orang di Okinawa justru memegang prinsip hidup yang melambat. 

Mereka tidak terpatok untuk segera melakukan sesuatu, tetapi mereka bertanggung jawab untuk menyelesaikannya. Pada saat yang sama, mereka juga  memiliki kepribadian yang dapat mengelola stres karena mereka telah belajar bagaimana menghadapi tragedi dan rasa sakit dari sejarah. 
 

6. Menjaga Spiritualitas

Orang Okinawa juga dikenal sangat menjaga spiritualitas atau agama mereka. Setiap tahun, mereka mengunjungi leluhur, berpiknik, dan berbincang seolah-olah mereka masih ada. Mereka menjaga hubungan ini dari generasi ke generasi, sehingga tercipta rasa kesinambungan di antara mereka. 

Kebanyakan orang Okinawa memiliki agama asli mereka sendiri yang lebih bersifat animisme, sehingga mereka percaya ada energi spiritual dalam segala hal. Keyakinan ini pada akhirnya menuntun mereka pada hubungan yang selaras tidak hanya dengan diri mereka sendiri tetapi juga dengan alam.

Baca juga: 5 Gaya Hidup yang Bisa Memperpanjang Umur Menurut Para Ahli 

(Baca artikel Hypeabis.id lainnya di Google News)
Editor:

SEBELUMNYA

Daftar 10 Negara Terbersih di Asia 2025, Jepang hingga Sri Lanka

BERIKUTNYA

Han So-hee & Choi Min-sik Bakal Tunjukkan Chemistry Lintas Generasi di Remake The Intern

Komentar


Silahkan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Baca Juga:

Baca Juga